Buka Mata, Hati dan Pikiran

🕸Di tengah kekurangan, Allah memberi kita kelebihan. Supaya kita mengerti bahwa kita tidak sempurna segalanya. Untuk mengingatkan kita lagi dan menyadari bahwa kita hanyalah hamba. Hamba yang tidak boleh merasa paling bisa dan paling pintar. Karena ada yang lebih pintar dari yang pintar. Ada yang lebih ahli dari yang bisa. Mudah-mudahan dengan ingatan ini, membuat kita kembali mau mengerti, tentang siapa diri ini?

🕊Keberadaan kita di sini saat ini adalah untuk mengenali lagi. Supaya kita mau memperhatikan kembali. Agar kita tidak bosan dan lelah mencari tahu segala ketidaktahuan kita. Agar kita masih mau meluangkan waktu untuk belajar lagi. Mempelajari yang perlu kita pelajari dan memahami yang pantas kita pahami. Semoga kita terus mau bersinergi untuk saling menguatkan yaa. Sehingga kita kembali bersemangat di tengah keletihan yang mendera. Mudah-mudahan dengan segala yang kita usaha, membuat kita mau berbagi dan terus berbuat untuk menjadikan dunia ini sebagai tempat yang lebih baik untuk semua. Sehingga kebahagiaan yang kita rasakan bukan hanya milik kita, namun untuk sesiapa saja yang harus menerimanya. Kebahagiaan yang kita alami tidak hanya menjadi hak kita. Akan tetapi semua berhak untuk bahagia sebagaimana mestinya. Begitu pula dengan kelimpahan materi yang ‘katanya’ membuat hidup menjadi lebih mudah. Semoga, semua dapat merasakan manfaatnya juga. Tidak hanya orang-orang tertentu saja.

🐸Memang, kelimpahan materi bukanlah jaminan untuk sebuah kebahagiaan. Namun, materi yang berlebih dapat menjadi jalan untuk menjadi lebih bahagia setingkat dari pada tidak memiliki materi yang cukup, bukan?

🐯Sederhananya begini. Segala yang kita laksanai di dalam hari-hari, pasti memerlukan biaya, bukan? Lalu biaya-biaya tersebut bukankah materi? Nah, dengan adanya materi yang kita punya, kita masih dapat melakukan aktivitas dengan baik. Kita masih dapat bergerak untuk melakukan kegiatan. Berbeda halnya dengan kondisi sebaliknya. Kita seperti mengalami yang namanya ‘hidup segan mati tak mau’. Ya, ke sana tak berminat, ke sini tak berniat. Akibatnya adalah, aktivitas yang kita lakukan pun menjadi tidak bersemangat lagi. Semua seakan hampa. Alam pun mendadak kelam, hitam nan pekat. Tiada lagi harapan. Hari-hari menjadi suram. Aih! Bukan, bukan bermaksud menakutimu, teman. Namun memang demikian kondisinya.

🐎Sehingga, apapun yang terjadi, kita mesti terus berjuang dan berusaha. Untuk melakukan yang terbaik, menemui orang-orang terbaik lalu menjadi lebih baik dari hari kemarin. Sehingga hari-hari ke depannya menjadi lebih baik. Binar-binar sinar harapan siap kita jelang dengan pikiran yang lebih baik. Dan untuk melakukannya, kita perlu memilki kemauan. Yah! Karena di mana ada kemauan, maka di sana ada jalan.

🐣Miliki saja kemauan, untuk mengawalinya. Lalu setelah kemauan engkau miliki, akan ada jalan-jalan untuk engkau lalui. Setelah jalan membentang di depan, bersemangatlah saat engkau melangkah. Bergiatlah, ketika engkau bergerak. Bergeraklah dengan sepenuh hati. Lakukan yang terbaik, maka engkau dapat menjadi lebih baik. Dan jangan lupa satu hal penting. Untuk semakin menyadari bahwa disebalik orang baik, ada orang yang lebih baik lagi. Di antara orang-orang yang pintar, ada yang lebih pintar lagi. Maka, teruslah belajar bersama mereka. Untuk bersinergi memeriahkan hari-hari yang engkau tempuh. Sehingga engkau tidak lagi merasa berbeda, namun memiliki satu kekuatan yang sama dengan mereka.

🐝Mereka yang engkau temui, pun merasakan hal yang sama. Sampai akhirnya keakraban pun tercipta. Keakraban untuk saling membantu, saling memberi, saling menerima. Dan kemudian terus berjuang mengoptimalkan kelebihan-kelebihan seraya menyadari kekurangan-kekurangan. Dengan demikian hidup benar-benar menjadi semakin lebih hidup. Karena tidak ada lagi perbedaan yang tampak nyata antara mereka yang memiliki kelebihan materi terhadap mereka yang belum seberuntung mereka. Karena si kaya mawas diri dan si miskin tahu diri.

🐤Memang, kita tidak dapat menilai kelebihan atau pun kekurangan orang lain dari materi yang mereka punya. Termasuk ukuran kebahagiaan yang mereka rasa. Karena belum tentu mereka yang lebih berada dari segi harta lebih bahagia dari yang tidak berada.

🐇Apabila kita bersyukur dengan segala kelebihan yang kita punya, maka kita adalah orang yang berbahagia. Termasuk kekurangan yang kita alami. Apabila kita mau bersabar dan terus berusaha serta tak lepas berdoa, maka kita adalah orang yang berbahagia. Ingatlah, untuk menjadi hamba yang senantiasa tahu diri.

🐪Bahwa Allah, tidak memberikan cobaan terhadap seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Maka, apapun yang kita alami saat ini, itulah kemampuan yang kita miliki. Carilah cara untuk menyanggupinya. Berjuanglah untuk memampukan diri atas keadaan yang kita hadapi. []

🚼🚼🚼…BERTUMBUHLAH, BERKEMBANGLAH…🚶🏃💃!

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s