Thanks Yani

Perjalanan ini adalah perjalanan tentang kita. Kita yang terus bersemangat melangkah hingga sampai di tujuan. Tujuan yang telah kita tentukan jauuuuuuh-jauh sekali. Seraya menempuh perjalanan menuju tujuan tersebut, sekali-sekali kita sempatkan waktu untuk memperhatikan sekeliling. Ke sekeliling kita memandang dan menikmati segala yang terlihat. Terlihat mata atau pun tidak, seperti angin yang hanya dapat kita rasakan. Merasakan semilirnya yang bertiup sepoi di pipi. Sehingga pipi-pipi kita pun sering menebarkan senyuman terindahnya. Karena ia merasakan kesejukkan. Kesejukkan yang menebar untuk dunia yang sedang kita tempati saat ini.

Hari ini masih sama dengan hari-hari yang lalu. Kita terus melangkah melanjutkan perjalanan. Perjalanan yang lebih berwarna dari hari ke hari. Termasuk hari ini. Hari ini adalah hari yang luar biasa. Luar biasa karena kita semakin mudah untuk percaya, bahwa tiada yang sia-sia dari segala yang kita temui di dalam perjalanan ini.

Ini adalah perjalanan kita. Kita yang saling bersinergi untuk menguatkan dan memperteguh genggaman tangan. Tangan yang berayun dengan gemulai. Mengiringi langkah-langkah kaki yang terus berjalan. Berjalan lagi dan lagi. Lagi-lagi kita bertemu dengan pemandangan yang berbeda. Berbeda dari pemandangan-pemandangan yang sebelumnya. Karena hari ini kita melangkah di jalan yang berbeda dari kemarin. Di mana kita melangkah hari ini?

Ini adalah perjalanan yang tidak biasa. Karena kita melangkah di jalan yang tidak biasa juga. Jalan-jalan yang kita tempuh berhiaskan lentera di sekitarnya. Perjalanan pada malam hari. Malam hari melangkah bersama seperti ini, sangat menyenangkan. Menyenangkan, sungguh menyenangkan. Sebab, suasana alam sejuk oleh semilir angin di sekitar. Kita melangkah bersama sambil bercerita dan menukar kisah yang pernah ada. Tentang kisah-kisah klasik dan unik, termasuk kisah-kisah yang tidak pernah kita bayangkan, akhirnya kita alami. Tentang engkau dan aku yang akhirnya bertemu. Kita bertemuan di dalam perjalanan. Perjalanan ini, ya, di sini. Kita yang sangat mudah saling mengenal, walau belum pernah berjumpa sebelumnya. Namun saat engkau hadir di depanku beberapa saat yang lalu, ku tersenyum. Begitu pula denganmu. Engkau mensenyumiku, dengan bahagia. Kebahagiaan yang ku rasakan juga, karena ku bahagia melihat engkau sangat bahagia, tadi. Lalu, bagaimana dengan saat ini? Setelah kebersamaan kita lebih lama? Apakah engkau masih merasakan kebahagiaan serupa? Sama seperti awal kita berjumpa?

“Ah, tak perlu ku bertanya sebenarnya, sebab ekspresimu sudah menjelaskan semua. Ekspresi yang semakin tertata, terjaga, dan tentu saja di sana ada bahagia. Sekilas ku perhatikan, engkau tersenyum, lagi dan lagi. Senyuman yang pernah ku bayangkan, sebelum kita bersama seperti saat ini. Senyuman nan mensenyumkan. Karena dengan senyumanmu, aku pun tersenyum.”

Di sela-sela melangkah, engkau bercerita padaku tentang duniamu. Dunia yang engkau jalani sebelum kita bertemu. Dunia yang sungguh asing bagiku. Dunia yang membuatku berdecak kagum. Apakah karena engkau pintar bercerita? Sehingga dengan menyimak ceritamu saja sudah membuatku terpesona? Dunia yang pernah ku impikan, dan ku berharap akan ku tempuh juga.

Hingga… tibalah saatnya, engkau yang pernah ada di sana menjadi bagian dari hariku kini. Dan kemudian engkau berbagi kisah tentangnya. Tentang dunia impianku. Aku bahagia. Karena impian ku menjelang nyata. Saat engkau mengajakku serta denganmu. Untuk memasuki duniamu juga.

Thanks, Yani,” bisikmu.  Beberapa saat setelah aku mengiyakan dan menyetujui pintamu. Engkau mengajakku berkunjung ke sana. Untuk membersamaimu menjalani hari-harimu. Hari-hari yang selanjutnya akan kita lalui bersama. Saling bercerita tentang berbagai hal yang kita suka. Saling menyukai hal-hal yang tidak semua kita suka. Karena memang tidak semua yang terjadi sesuai dengan keinginan kita. Oleh karenanya kita belajar menyukai. Menyukai ketidaksukaan. Dengan demikian, hari ke hari menjadi penuh kejutan. Dan kita siap menyambutnya. Karena bersamanya, hidup kita menjadi lebih hidup.

You are welcome,” jawabku. Walau engkau tidak mendengarnya, lagi. Karena akhirnya aku menyadari, engkau sudah tiada lagi di sisiku. Aku sedih, saat engkau meninggalkan secepat ini.

“Mengapa cepat engkau berlalu? Bahkan sebelum impianku menjadi nyata, bersamamu? Sebelum kita mengunjungi duniamu, di sana? Dunia yang engkau ceritakan dan aku terkagum dengannya?”

Walau begitu, impian ini ku genggam lebih erat lagi. Meski tak harus bersamamu, ia menjadi nyata. Dan ku yakin semakin percaya, impian ini menjadi nyata. Meski lama.

🙂 🙂 🙂

 

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close