Kadang, kita bertemu dengan orang-orang yang gemarnya bercerita. Walau kita tidak  memintanya untuk bercerita.  Orang-orang yang bercerita apa yang mereka alami. Mereka yang berkisah segala hal yang mereka rasakan. Nah, kalau bertemu dengan orang-orang seperti ini, apakah yang kita lakukan?

Kerelaan untuk menjadi pendengar yang baik, dalam hal ini sangat dibutuhkan. Yah, menjadi pendengar yang baik, aku masih belajar. Seraya mengambil hikmah dari kisah yang ku simak. Sambil memetik makna dari cerita yang ku dengarkan.

Dan ternyata, mendengar itu tidak mudah, lho… Apalagi untuk menerima keluhan dan curahan hati. Kalau isinya hal-hal positif, boleh lah yaaa, membuat kita tertular dengan sisi positif. Namun saat yang bercerita ke kita tentang hal-hal yang tidak positif, maka perlu filter sebelum masuk ke dalam pikiran. Sure. Ini akan menjadi sangat berpengaruh terhadap kita. Seperti halnya aku yang moodian. Kalau dekat-dekat sama orang positif, maka aku senang. Sebab, bisa mengubah suasana hatiku yang terkadang gak jelas. 😆

Inikah kehidupan?  Terkadang kita berhadapan dengan kenyataan yang diluar dugaan.  ^_^ Tetiba sudah ada seseorang di hadapan yang mengguyuri diri dengan curhatan.

Belajar mengambil hikmahnya. Karena sangat jarang ada orang yang mau menceritai kita seperti adanya mereka. Mereka yang mau bercerita dari pengalaman nyata. Saat kita tidak akan pernah mengalaminya. Ketika kita belum berjumpa dengan pengalaman serupa, maka kita dapat menjadikannya sebagai pengalaman kita juga. Karena banyak cara untuk mendapat pengetahuan dan menemukan pengalaman selain harus mengalami. Bisa dengan membaca, mendengarkan kisah orang lain atau memperhatikan langsung di lapangan.

Di dunia ini, waktu yang kita punya terbatas. Dalam sehari memang kita sama-sama mempunyai waktu dua puluh empat jam. Namun dalam dua puluh empat jam tersebut, sangat tidak mungkin bukan? Kalau kita pergi berjalan-jalan ke lokasi yang sangat kita inginkan segera. Maka, bacalah kisah perjalanan orang lain, maka kita dapat mengetahui kesan dan pesan saat berkunjung ke lokasi idaman. Begini cara lain menemukan pengalaman dan pengetahuan.

Termasuk pengalaman hidup yang lebih berwarna. Hidup yang beraneka dengan berbagai karakter manusia di dalamnya. Maka, relakan dan luangkan waktumu untuk mendengarkan mereka yang bercerita, dengan senang hati. Simaklah dengan sungguh-sungguh. Karena untuk mendengarkan, engkau pun perlu belajar lagi.

Menjalani hari dengan banyak mendengarkan adalah lebih baik. Karena dengan mendengarkan, kita berjuang lebih banyak pula menambah pengalaman tanpa harus  menjalani. Dengan mendengarkan, kita dapat menambah pengetahuan dan belajar secara tidak langsung.

“Pikiran kita harus luas, memandang jauh ke masa depan. Jaauuuhh, sekali. Sehingga tidak berpikiran sempit, seperti katak dalam tempurung,” di sela-sela kisah dan cerita yang ku dengar, terselip rangkaian kalimat ini. Kalimat yang cantik, pikirku.

Membicarakan orang lain, berprasangka tidak baik, janganlah…

Dari apa yang ada, kita dapat mengambil pelajarannya. Pelajaran berharga yang tidak mungkin kita temukan di jenjang pendidikan formal. Namun saat berinteraksi dengan kenyataan, banyak sekali pengetahuan untuk kita abadikan.

Apa yang kita punya saat ini? Maka jalanilah hidup seperti demikian adanya. Jangan memaksakan diri untuk menjalani hidup lebih dari kemampuan yang kita punya. Kalau hanya untuk gaya-gayaan dan memikirkan bagaimana penilaian orang lain.

Memang tidak mudah untuk hidup di bawah standar kemampuan. Namun belajar dari pengalaman di lapangan, maka sangat mungkin menjalani hidup dengan standar bahkan di bawah kemampuan sendiri. Ini namanya, tidak berlebihan. Namun sederhana, dan belajar berhemat.

Termasuk pesan ini, ku peroleh saat mendengarkan pada suatu kesempatan, “Jangan belanja yang tidak perlu, namun belanja hanya kebutuhan dan penting saja. Belajarlah untuk menabung di luar biaya sehari-hari. Belajar mengalokasikan pendapatan dengan cermat. Dan kemudian hari kita gunakan untuk keperluan yang lebih bermanfaat.”

Saat bekerja dengan orang lain, kita harus banyak belajar. Belajar menemukan pengalaman dan pengetahuan dari yang kita kerjakan. Walau saat bekerja kita hanya menjalankan pekerjaan, maka berusahalah untuk tetap disiplin dan teratur. Sebagai pribadi yang mau terus bertumbuh, jangan sia-siakan kesempatan belajar. Sebab bekerja dengan orang lain adalah sebuah kesempatan untuk berlatih. Berlatih banyak hal sehubungan dengan pekerjaan yang kita lakukan. Sehingga saat kita sukses menjalankan pekerjaan dengan standar yang ditentukan, merupakan langkah awal menghadapi kehidupan berikutnya.

Sehingga ketika ada peluang membuka usaha sendiri, misalnya. Saat itu kita tidak lagi bekerja dengan orang lain, namun membangun usaha sendiri. Maka pengalaman yang kita peroleh selama bekerja di tempat sebelumnya akan sangat berguna.

Menjadilah pintar dan cerdas, sebagai perempuan. Suami akan sangat senang, kalau istrinya pandai mengelola keuangan rumah tangga. Bukan malah menghabiskan seluruh pendapatan suami untuk berbelanja yang diluar keperluan.  Aaaaaaaa… bla-blaa-blaaa-blaaaa…. ^^

🙂 🙂 🙂

Iklan

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s