Sedingin Salju

Sudah sejak lama.  Awal aku ngeblog. Masa-masa yang paling ku nantikan adalah Desember bersalju.

Ya, karena sampai awal Januari nanti, tampilan blog kita akan bersalju. Special gift from wordpress.  Yess.  Thank you, dear.   😉

Namun saat ini, aku tidak akan membahas tentang salju tersebut.  Akan tetapi, ingin membahas semirip salju saja yang wujudnya kecil-kecil, gitu.  Tentang apakah gerangan?

***

Sedikit-sedikit, mari kita bercerita. Hingga tercipta kisah indah tentang kita. Kemudian mari melanjutkannya, sedikit demi sedikit, lagi.

Ya.

Mari kita bergerak, seperti salju yang turun ke bumi, setitik demi setitik.  Mari kita berusaha selangkah demi selangkah. Sebagaimana pasir-pasir kecil. Ia yang kemudian menumpuk, menjadi bukit. Laksana batu-batu yang bersusun, hingga membentuk gunung menjulang tinggi.

Ya.

Belajar dari yang ada, berkaca dari yang tampak nyata. Berjuang untuk menemukan makna dari sekitar. Seraya melanjutkan aktivitas dengan ikhlas. Karena semua harus kita biasakan, kita rutinkan. Supaya terbiasa, dan menjadi bisa.

Ya.

Semenjak beberapa waktu yang lalu. Aku mulai merasakan keanehan pada diriku. Saat melakukan aktivitas yang ku ‘rasabanyak cekaleee. Sehingga aku pun menjelang titik jenuh saat melakukannya. Namun belum sampai jenuh. Hanya mendekati. So, ku pastikan bahwa ku masih dapat menikmati aktivitas ku, dengan senang hati.  Lalu, bagaimana caranya?

Ya.

Dengan masih melakukan, sedikit demi sedikit. Ku jalani dengan perlahan, namun terus bergerak. Satu persatu, ku kerjakan dengan tenang. Seraya mengingat makna dari aktivitas yang ku lakukan. Sambil memetik hikmah dari cara ku melakukan.

Ya.

“Sedikit demi sedikit, lanjutkanlah,” begini ku mengingatkan diri. Supaya ia tak rebah karena lelah. Namun masih sumringah dan berwajah cerah. Lalu, kami pun melanjutkan, lagi, lagi dan lagi.

Ya.

Hingga tanpa terasa, seiring dengan bergulirnya waktu, akan selesai, yakinku. Dan yakinlah bahwa selagi kita mau melakukannya terus dan rutin, maka akan kelar juga.

Aha!

Lalu, ku ingin mengingatnya lagi, nanti. Saat ku mengalami kondisi serupa. Supaya ku terus melakukan aktivitas ku, walau perlahan. Agar ku masih mau bergerak untuk kemudian menyelesaikannya. Meski tak cepat, namun selamat.

Seperti seekor siput yang merambat. Begini aku melihat diriku dari atas sana. Saat ku mencoba keluar dari diri ku, sekejap. Untuk memperhatikan kondisi sekitarnya. Lalu memperhatikan aktivitasnya dari kejauhan. Ku lirik-lirik, lalu ku senyumi ia. Sesosok sahabat yang ku bersamai, dalam waktu-waktu kami.

Aku bahagia, saat ku masih bergerak meski pelan. Karena bersama keyakinan dan ketekunan yang terjaga, ku yakin bisa menjalani semua.  Sedikit demi sedikit, ku bergerak juga.  Sehingga ini menjadi lebih menyenangkan untuk menjadi motivasi. Dan beberapa waktu berikutnya, aku memang melakukan aktivitas yang sama, namun dengan perasaan berbeda.

Ya.

Perasaanku berbeda dari semula. Awalnya sempat mulai mendekati jenuh. Namun perlahan ia pun menjauh. Dan bergantilah aura yang ku rasa menjadi menikmati aktivitas yang ku laksana. Aura yang awalnya mulai membuat kepala hangat. Kemudian berganti.

Ya.

Ada sejuk perlahan-lahan mengalir di kepala ku.

Lama-lama semakin dingin, laksana salju.

Sambil ku terus dan masih bergerak.

Melanjutkan aktivitas dengan ringan.

Penuh keyakinan.

***

“Sedikit demi sedikit, ku yakin selesai juga. Sedikit demi sedikit, ku yakin sampai juga.”

🙂 🙂 🙂

Advertisements

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s