Who are you?

Smart Thinker?

Berbicara tentang berpikir cerdas? Why not? Ya. Pada zaman yang sudah modern. Pada era teknologi semakin canggih. Pada saat, terkadang sesuatu menjadi mudah dan dekat. Pada masa kita beraktivitas dengan sarana yang membuat kinerja meningkat. Pada kondisi tertentu, kita bisa melakukan pekerjaan dengan biaya yang hemat. Pada saat kita dapat memperoleh informasi dengan lebih cepat.

Saat kita memiliki keterbatasan sumber daya manusia. Ketika kita memerlukan informasi dengan cepat, namun hasil yang tepat. Maka, berpikirlah cerdas. Karena memang untuk tujuan demikian, kita berhadapan dengan situasi yang ketat. Untuk berpikir cerdas. Untuk bertindak cepat dan tepat. Berpikirlah cerdas, di saat genting. Ini penting. Sehingga situasi rumit menjadi tidak lagi sulit.

-> Think smart, I try it sometime. 

Betah di rumah, yaa…?

Iya dong, betah sekali. Karena berada di rumah, bagiku adalah seperti di surga. Karena rumah ku adalah surga ku. Karena banyak aktivitas yang ku lakukan di rumah. Tanpa mesti harus merasa terpaksa melakukannya. Namun melakukan segala rutinitas yang ada dengan lega. Sebagai cara untuk menghayati waktu ke waktu. Sebagai jalan menemukan bahagia yang sesungguhnya. Maka, berada di rumah, adalah kegemaran ku. Tentu saja kalau tidak ada kepentingan ke luar rumah untuk memenuhi keperluan.

Mengapa saja di rumah, kalau begitu? Aktivitas penting yang ku lakukan saat berada di rumah adalah beres-beres apa saja, berbenah sekeliling, bersih-bersih perabotan, dan sejenisnya. Sebab, lingkungan yang bersih adalah bukti kepedulian pemilik pada rumahnya. Maka, pemilik rela melakukan aktivitas yang berhubungan dengan kebersihan rumah. Seperti; menyapu, mengepel, mengelap-lap, menanam bebungaan untuk mempercantik tampilan halaman dan taman, dan sebagainya. Beginilah rutinitas yang ku lakukan saat berada di rumah.

-> At home, i feel homey.

Belajar istiqamah

Ya, kalau mau mengakui yaa, rajin, aku engga rajin-rajin amat, koq 😉  Hanya sedapat mungkin aku berusaha dan berjuang untuk istiqamah di jalan yang ku pilih. Aku berusaha menyelesaikan sesuatu yang ku mulai. Supaya apa? Agar ku tahu, sejauh mana kemampuanku untuk melatih diri menjadi seperti yang ku mau. Sehingga tak ada lagi waktu untuk mencari-cari alasan tidak melakukan atau tidak menyelesaikan.

Sesuai dengan harapan ku, maka begitu aku berjuang. Sebab hanya memiliki harapan tanpa usaha, sama saja dengan sia-sia. Namun memperjuangkan proses yang ku tempuh untuk tercapainya harapan, ini baru luar biasa, bukan? 😀  Engkau bercanda, kawan. Saat bilang kalau aku tidak biasa. Karena sama seperti sesiapapun yang mempunyai harapan di mana-mana, maka aku juga. Karena berkaca dari pengalaman, belajar dari keadaan. Sehingga aku pun menarik benang merahnya. Bahwa untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, maka kita perlu mengusahakannya. Untuk mengubah takdir kita yang telah ditetapkan-Nya, maka kita dapat mengubahnya. Dengan cara apa? Ya, berdoa.

Berdoalah dengan istiqamah, di waktu-waktu terbaik yang engkau tahu. Berdoalah dengan istiqamah di sela-sela waktu berjuangmu. Berdoalah dengan istiqamah, di tengah kesibukkan rutinitasmu. Berdoalah agar engkau diberi kemampuan untuk istiqamah, dan mau melanjutkan usahamu. Sampai akhirnya engkau tidak lagi  merasa terbebani saat melanjutkan usahamu, namun menikmati sepenuh hati.

-> “Semaksimal kemampuan, ku memulai segala yang telah ku rencana dan melanjutkan segala yang telah ku mulai. Untuk selanjutnya menjadi istiqamah dengan yang ku laksana. Begini caranya.

Belajar konsisten

Dalam beberapa hal tertentu, aku sangat dinamis. Namun untuk hal-hal tertentu, aku masih dan sedang belajar untuk konsisten. Ya, karena tidak semua hal aku dapat konsisten. Sepertinya sudah bawaan lahir, kali yaaak. Tapi, tapi, tapi, ,…. ga ada tapi-tapi nya. Ya, untuk tidak memberi alasan, sedapat mungkin dengan sungguh-sungguh, aku masih dan sedang belajar untuk konsisten. Hehee. Apapun lah yaa. Intinya, kalau memang konsisten sangat diperlukan, maka aku mau berjuang untuk konsisten.

Karena konon, konsisten dapat menjadi jalan bagi kita untuk menjadi lebih semangat. Karena konsisten mengajarkan kita untuk melakukan sesuatu dengan rajin. Menata sesuatu dengan rapi. Menjalan sesuatu sesuai dengan sebagaimana mestinya. Sehingga menjadi kebiasaan, dan lama-lama konsisten dech.

-> Mengepalkan tangan, membangun tekad, membulatkan niat. Yes, kita pasti bisa konsisten! 😀

Punya prinsip

Mempunyai prinsip? Ya, tentu dong. Karena dengan adanya prinsip yang kita punya, membuat kita menjadi seperti adanya kita. Dengan prinsip pula, kita dapat mencapai apa yang kita cita. Serta prinsip membuat kita tidak mudah menyerah. Namun berjuang dengan sekuat tenaga untuk mempertahankan prinsip. Sehingga prinsip tersebut menjadi alasan kita untuk tetap melanjutkan perjuangan. Walau ada halangan, meski rintangan mendekati jalan yang kita tempuh.

Prinsip yang kita punya, tentu yang positif ya. Prinsip yang membawa kebaikan bagi kita, bagi orang lain, dan juga sesiapa saja yang berinteraksi dengan kita. Walau tidak semua kita mempunyai prinsip yang sama. Namun ada waktunya kita bersama dengan orang-orang yang berprinsip sama dengan kita. Maka, apakah prinsip hidup yang engkau pegang, teman? Sehingga ia menjadi salah satu alasanmu untuk masih mau berjuang saat ini?

-> Say thank you for every kindness  🙂

Do the best

Aku percaya, bahwa tidak ada yang sempurna segalanya. Termasuk apapun yang kita lakukan, bukan? Namun melakukan dengan sebaik-baiknya yang kita kerjakan, maka ia dapat menjadi sempurna. Bahkan dapat menjadi yang terbaik dari semua, kalau  kita melakukan yang terbaik semampu kita. Melakukan yang terbaik, aku suka.

Meski tidak semuanya menyukai yang kita suka. Namun kalau kita menyukai, tetaplah suka. Walau orang lain tidak menyukai. Begitu pula dengan ketidaksukaan kita terhadap suatu hal. Tidak semua orang tidak menyukainya pula. Seperti suka belajar, misalnya. Belajarlah jika engkau suka . Tetaplah suka belajar. Belajarlah untuk melakukan yang terbaik. Dan menjadilah yang terbaik di bidang yang engkau suka.

> Lakukan lebih baik, dan menjadilah yang terbaik.

Horeeee..!

Pada akhirnya, semua adalah rangkaian proses yang kita tempuh. Proses demi proses yang menjadikan kita tangguh. Proses demi proses yang apabila kita tidak mudah mengeluh, maka membuat kita semakin teguh. Yups! Ciptakan bahagiamu dalam menempuh proses dengan menikmatinya. Walau membuatmu terluka. Meski menitikkan airmata. Namun percayalah, pada akhirnya membuatmu bersyukur juga. Alhamdulillah, aku pernah menjadi bagian dari proses tersebut. Lalu segera engkau mengembalikan kenangan pada proses. Proses yang telah berlalu.

Engkau akan merindukan proses demi proses yang terlewat, bila engkau tidak menikmati kebersamaan dengannya. Engkau akan tersenyum seketika, bila engkau sangat menghayati proses demi proses yang engkau tempuh. Walau jauh ia tertinggal, sekalipun tidak pernah engkau rengkuh lagi. Namun senyuman itu ada untuk mengajakmu bersyukur lagi hari ini.

->Yuuk, enjoy our time. Because it will pass, menjadi kenangan

***

Siapapun engkau, bagaimanapun keadaanmu, you are great people in this world. Karena kehadiranmu bukan tanpa makna, kawan. Meski secara tidak langsung, engkau memberi arti. Walaupun tanpa bicara, sesungguhnya engkau menginspirasi. Engkau yang ku temui, walau sejenak. Engkau yang ku bersamai, walau tak lama. Engkau yang akhirnya ku jadikan sebagai bagian dari perjalanan. Engkau yang mungkin tidak mengetahui, bahwa engkau sangat berarti, bagiku. Semoga kebaikan selalu menyertaimu. Di manapun engkau berada. Semoga kita dapat saling mengingat, walau ‘mungkin’ tidak akan pernah berjumpa lagi. Terima kasihku, pada orang-orang hebat di sekitarku. Beliau yang sempat bercakap, menyapa, dan menjawab tanyaku. Termasuk juga yang hanya ku pandangi dari kejauhan, karena terbatas jarak antara kami. Aku bahagia, kita pernah berjumpa di dunia.

Engkau yang seketika membuatku tersenyum penuh makna, tersedu, berpikir lagi, dan menggoreskan tentang engkau dalam kisah perjalanan. Perjalanan ini, tentang kita :

  • Seorang ibu muda dengan gadis belia dalam pelukan. “Usia anak ibu baru lima tahun. Hari ini ulang tahunnya. Tadi minta jalan-jalan, ya udah ibu bawa keliling,” cerita beliau dengan wajah sendu. Terlihat ada kasih sayang tidak terucap dari sorot mata beliau, seorang ibu. Ibu muda yang ku temui di dalam busway. Saat ku dalam perjalanan ‘bukan’ untuk jalan-jalan biasa. Namun menemukan secercah makna dari perjalanan. Beliau juga bercerita tentang keluarga kecil beliau yang tidak lagi sempurna, karena kepala keluarga yang sudah ‘tiada’ lagi bersama beliau. Aih! Menerawang ku mencari jawaban, atas segala yang beliau alami. Apakah ini terjadi begitu saja, tanpa alasan? Alih-alih menemukan penyalahan pada orang lain, mari kita introspeksi diri, lebih awal untuk keadaan yang kita alami. Ibu yang tabah yaa, atas coba yang ibu alami.
  • Perempuan ceria penuh senyuman, menemuiku. Kami berjumpa di lokasi sama, karena keperluan serupa. Lalu kami berkenalan, bertukar sapa, bercerita, dan akhirnya berpisah lagi. Haii! Ada pertemuan, kebersamaan dan perpisahan dalam waktu singkat. Hebat!
  • Laki-laki muda ‘gokil’, membuatku tersenyum mengingat suara beliau saat memberikan jawaban begini, “Simpang pelajarnya masih ada, Kak. Belum pindah.”  Maksudnya apa coba? Ketika ku minta untuk diturunkan di simpang pelajar, sebagai lokasi tujuanku. Aku masih mikir, ini maksudnya apa, yaa? Haha. “Oiyaa, yaa…,” jawabku datar, ga mau mikirin pada saat itu. Namun kemudian kepikiran, setelah kami berpisah. Ketika ku melanjutkan perjalanan di sepanjang jalan dekat simpang pelajar.
  • Cewek cantik bernama Rena. Tersenyum padaku di awal perkenalan kami. Rena’ ini nama yang ku ingat saat ini. Waktu kenalan, kami saling bertukar nama. Dan saat itu ku sempat mengulang tanya, untuk memastikan nama beliau dengan Rena. “Namanya nya Ratna, kakak cantiiiik, bukan Rena,” jawab Dik Nisha memastikan, agar ku tidak salah eja lagi. Namun, nama yang ku ingat di awal, saat merangkai catatan ini adalah masih ‘Rena’.  “Rena… menjadi namanya,” gumamku.
  • Kak Esty yang akhir-akhir ini suka senyum-senyum bahagia, gitu. Terus, menemuiku dengan ekspresi lucunya. Ekspresi yang membuat Kak Esty semakin menarik dan cantik, di mataku. Ah, ada-ada saja, mungkinkah beliau sedang berbunga-bunga bahagia karena sangat senang? Atau… “Seperti ada yang nyangkut di pikiranku, tapi aku ga tau apaaaa,” ungkap beliau saat ku bertanya tentang ekspresi unik beliau, lately.

***

Mereka adalah great people yang ku temui. Mereka yang mempunyai masalah-masalah sendiri. Namun menyikapi dengan cara mereka. Yang pastinya, sepanjang kehidupan masih berlangsung, maka akan ada masalah-masalah menemui. Maukah kita terus berproses untuk menyikapinya dengan seluruh kemampuan terbaik?

Usaha kita saja, mungkin belum apa-apa. Namun yakinlah dengan percaya, bahwa ada tangan-tangan tidak terlihat di sekeliling kita yang selalu siap membantu. Walau kita tidak pernah tahu. Sekalipun kita tidak ngeh. Maka tetap tersenyum, kawan. Karena banyak yang mencintai dan menyayangimu, lebih dari yang engkau tahu. Kalau engkau pun mempunyai cinta dan kasih sayang berlebih untuk engkau bagikan pada semua. Dengan caramu, tetaplah melanjutkan hidupmu.

Mereka hebat dengan cara mereka, sehingga menginspirasiku.

 Ah (koq ga boleh pakai -ah, lagi ssssiiichhh…???) *tiba-tiba hening, karena ada yang makin sayang, kalau aku pakai -ah, lagi.

😀

Ah, engkau ada -ada saja.  Namun terima kasih, sudah membuatku tersenyum.

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close