“Demi masa depan yang lebih baik, begini ku sering mengafirmasi diri. Supaya ia semangat lagi dalam menjalani kenyataan. Walau bagaimana adanya ia.”

***

Ahaa! Sungguh-sungguh ku tidak menyangka. Akhirnya begini nyatanya. Kenyataan yang membuatku sering terpesona. Hingga sampai pada tahap tak percaya. Ternyata begini, yaa. Kenyataan yang mengajakku untuk serta dengannya lebih sering. Kenyataan yang membuatku terjaga lagi, bangun dan bangkit. Kenyataan yang menarik lenganku, saat ku tertegun dengan kekaguman mendalam. Kenyataan yang membisikiku sebaris kalimat singkat, ringan dan indah terdengar. Lembut suaranya, membuatku berpaling sejenak, untuk menatapnya. Menatap kenyataan yang sangat dekat di sini. Kenyataan dengan wajah sumringahnya. Ia mensenyumi ku lagi, dan berulang kali. Kemudian wajah ku pun tersenyum. Kami bersenyuman penuh makna.

Hari ini di sini. Aku masih belajar mempercayai kenyataan. Ya, kenyataan yang membawaku serta dengannya. Kenyataan yang terkadang membuatku bertanya, padanya. Kenyataan yang kemudian menjawab Tanya ku dengan senyuman manisnya. Senyuman yang mengingatkan ku pada sesosok wajah yang pernah ku impikan dulu. Wajah penuh senyuman. Dan kenyataan demi kenyataan yang ku temui akhir-akhir ini, sering menampilkan wajah serupa, di depan ku.

Iya, kenyataan yang sangat bening, terbuka, terang, dan cerah. Kenyataan yang menampakkan tampilan apa adanya di depan ku. Kenyataan yang tidak pernah menyembunyikan satu pun dari ku. Kenyataan yang memang begitu adanya ia. Kenyataan yang terkadang membuat ku geleng-geleng kepala. Karena aku masih belum mempercayainya.

Kenyataan demi kenyataan yang menemui ku, ku belajar memahaminya. Kenyataan demi kenyataan yang ku temui, ku pahami juga kehadirannya. Kenyataan demi kenyataan yang silih berganti datangnya. Bergantian, namun teratur. Serta memberi ku kesempatan untuk memperhatikannya lebih dalam, membersamainya, sebelum ia berlalu. Begitulah kenyataan ada dalam hari ku.

Kenyataan, memang begitulah adanya ia. Kenyataan yang super istimewa. Memberi ku pengalaman berlebih, saat ku meminta atau pun tidak. Kenyataan yang sangat mengerti. Kenyataan yang sempurna, dan kemudian menyempurnakan hari ku bersamanya.

Melangkah bersama kenyataan, membuatku tersibukkan dengannya. Karena dalam yakin ku, ia hanya datang sekali saja. Selanjutnya, berikutnya, akan berubah nama menjadi kenangan. Yah, kenyataan hari ini adalah kenangan setelah ia berlalu. Sedangkan kenyataan yang akan ku temui esok hari, masih belum tentu. Sehingga, apapun kenyataan yang ku temui hari ini, ku syukuri dengan kelembutan, ku sabari bersama senyuman. Karena bersama kenyataan, ku masih bisa belajar banyak hal. Belajar apapun itu.

Belajar bersama kenyataan seperti ini, sangat ku sukai. Seperti suka ku pada mentari yang menyinari alam. Selayak ku menyukai semilir angin menerpa pipi ketika ku ada di alam terbuka. Sama seperti ku menyukai setiap tetes gerimis yang hinggap ke kulitku saat ku hujan-hujanan. Mirip dengan kesukaan ku pada wajah-wajah penuh senyuman yang menyambut ku dalam pertemuan kami. Ya, serupa dengan bahagianya aku menemukan sebuah benda berharga yang sebelumnya hilang. Begitulah kesukaan ku pada kenyataan yang ku jalani saat ini.

Kenyataan yang sangat ku sukai. Sehingga ku jalani ia dengan sepenuh hati. Aku merasakan benar-benar setiap kesan yang ia sampaikan. Menghayati betul-betul seluruh pesan yang ia titipkan.

Belajar lagi dan lagi, dalam kenyataan. Aktivitas seperti ini membuat hari-hari semakin menyenangkan. Sehingga walau bagaimana pun tampilan kenyataan, ku siap menyambutnya dengan senyuman. Karena ia membawa bahan pelajaran untuk ku telaah. Ku jadikan sebagai lembaran untuk ku pahami. Walau sulit memahami, meski tidak mudah memengertinya. Namun ku masih mau mempelajarinya. Karena aku suka belajar, sangat cinta. Maka saat ada kesempatan yang kenyataan hari ini bawa untuk ku jadikan pelajaran, maka bagaimanapun caranya, ku mengusaha untuk mempelajari.

🙂🙂🙂

2 thoughts on “Welcome to Reality

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s