Pertama kali kami berpandangan, ia manyun. Memonyongkan bibir, bergaya masih ngantuk dan tanpa senyuman. AhA!, aku inginkan wajahnya berbeda kala itu. Karena hari masih pagi, saat jarum jam masih berada di sekitar angka-angka enam dan tujuh. Walau alam tidak berseri-seri.  Ya, suasana alam masih kelam, sedikit mencekam. Namun tidak sekelam ketika malam.

***

Engkau ingin melihat seseorang tersenyum saat ia bangun tidur?  Bilang aja ia cantik, seperti ini, “Haaaii, bangun tidur kakak cantik juga yaa, engga hanya setelah dandan ajhaa…”  Kemudian aku pun tersenyum. Seiring dengan wajahnya yang memancarkan senyuman juga. Meski senyuman itu masih terlihat tipis.  Namun sudah lumayan bukan, bisa mencairkan suasana pagi nan romantis berteman gerimis manis.  Because of we are a family. A happy Family.

Setelah semalam hujan mengguyur alam. Pagi ini masih tersisa gerimis menitik-nitik di atap. Gerimis berupa titik-titik air menetes. Tetesan yang terdengar halus dan sangat ramai.  Sehingga tampilannya yang seperti ini sering ku sebut salju turun ke bumi. Mengapa mirip salju?  Karena ia memutih, namun terlihat manis. Titik-titik gerimis yang membuat alam menjadi semakin dingin.  Sedangkan mentari belum juga kelihatan. Begitulah suasana alam akhir-akhir ini, di sini.

Memang, sepanjang bulan November air mata langit sering kali turun.  Terkadang siang, malam, atau sore hari. Bahkan pagi hari pun bisa saja hujan turun ke bumi, untuk menyegarkan alam. Wahai, betapa sejuknya. Kesejukkan yang mengalir hingga ke ruang hati. Menenangkan, mendamaikannya, saat hujan kembali turun. Kesejukkan yang lama-lama membuatku terbawa suasana. Ya.

Entah mengapa? Kalau hujan turun ke bumi. Terlebih lagi kalau munculnya beserta petir dan gemuruh bersahutan, maka aku pun menangis. Tiba-tiba saja, airmata menetes, berderai di pipi, mengalir dan membanjir.

Mengapa menangis kalau hujan? Ya, sedih aja, karena ku ingat senyuman mentari yang tetiba menghilang dari pandangan. Sedangkan cuaca alam berubah menjadi sejuk. Bahkan hingga ku kedinginan. Bukankah ku mudah sekali terbawa keadaan? Ah, ini bukan alasan. Namun bawaannya memang ingin nangis aja. Sudah sering ku mengafirmasi diri supaya jangan nangis kalau hujan turun lagi. Akan tetapi lagi-lagi ku gagal menguatkan diri. Ku gagal menghadang bendungan di pelupuk mata agar tak tumpah. Yah, entahlah… Aku pun tak mengerti dengan keadaan yang ku alami. Namun ku masih berusaha untuk mencari tahu, mengapa jadi begini?

Sambil bertanya, aku belajar. Ya, masih dan selalu belajar. Belajar berkomunikasi. Berkomunikasi dengan diri sendiri. Belajar berkomunikasi dengan sekitar. Belajar berkomunikasi dalam berbagai keadaan. Belajar berkomunikasi di dalam beraneka cuaca. Baik saat tenang, ketika terang atau juga saat mencekam dan kondisi alam berkabut. Aku belajar berkomunikasi lagi. Supaya ku dapat memahami, mengerti dan mengetahui segala perubahan yang terjadi. Agar hari-hari ku jalani dengan meninggalkan kesan yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Aku masih belajar berkomunikasi. Termasuk belajar berkomunikasi dengan kondisi yang barangkali tidak memungkinkan untuk berekspresi. Namun, tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Karena apapun mungkin terjadi kalau kita yakin dan percaya bahwa sesuatu terjadi. Buktikanlah.

Nah, pagi tadi, aku melanjutkan belajar berkomunikasi lagi, lalu menemukan bukti. Membuktikan kemungkinan. Heheee.

Special thanks to Kak Oyin yang menjadi inspirasi pagi tadi. Kakak memang-memang aslinya cantik, selalu cantik. Dan menjadi sangat cantik kalau udah selesai berdandan.

Ai, gaya dan karakter beliau mengingatkan ku pada seseorang nun jauh di sana. Beliau yang berbudi, baik hati dan senang ceria serta bahagia di hadapan orang lain. Termasuk terhadap ku. Dalam berbagai kesempatan kami bertemu, bertukar pandang, berbagi suara, beliau menampilkan wajah yang menyenangkan. Ya, ekspresi yang beliau bawa membuatku segera terbawa suasana saat itu juga. Maka, kapanpun ku teringat beliau, maka yang terkenang oleh ku adalah wajah berseri-seri serta tutur kata yang menawan. Sungguh menenangkan. Aku terkagum dengan beliau sejak lama. Dan hingga saat ini pun sama.

Berikut, di sini dekat denganku. Aku bersama lagi dengan sosok yang serupa. Nah, aku pernah bilang, bahwa beliau mirip dengan Kak Oyin. Namun Kak Oyin bilang, “Gaaaaaaaaaaaaa, engga ada yang mirip dengan akuu….”, ceriwis beliau dengan ciri khas bicara yang unik nan lucu. Dan kemudian kami, aku bersama teman-teman yang lain menyerbu untuk menguatkan, bahwa memang semua kita mempunyai teman yang mirip.

“Iya, yang mirip dengan Kak Oyin ada tujuh orang di dunia ini,” tambah Dek Nisha yang imut dengan ekspresi lucunya. Entah dari mana Dedek yang satu ini tahu, kalau 7 (tujuh) orang mirip dengan Kak Oyin.

“Enggaaaa mauuu, aku ada satu adjhah,” jawab Kak Oyin engga mau kalah.

Hahaaa, ujung-ujungnya kami pun tertawa bersama. Tertawa yang akhirnya memeriahkan suasana di sore hari yang cerah.

***

Aku suka gaya Kak Oyin dalam berbagai kesempatan beliau berekspresi. Karena beliau membuatku turut berekspresi cantik meski malam sudah menanjak gulita. Ai! Sungguh ini bukan bercanda, Kakak Oyin. Karena kakak memang cantik.  Asli aku terpesona dengan karakter Kak Oyin yang unik. Be your self and keep beauty, yaa.  Semoga kakak cantik selalu. Cantik hatinya, cantik pribadinya, cantik tingkah lakunya, pokoknya cantik segalanya yaaa.

Walau sangat jarang kami bersua. Namun kehadiran Kak Oyin dalam hari-hari ku begitu bermakna. Karena dalam pertemuan yang jarang-jarang tersebut, kami dapat bertukar suara. Walau dari balik dinding. Meski saat beliau baru datang setelah malam, aku suka bilang, “Udah tiduuurrr, hahaaaa… 😀 .”

“Haaalaaah, udah tidur, ko’ ngomong,” tanggap beliau dengan logat khas yang kental. Mungkin beliau sedang manyun. Karena terdengar dari ekspresi suara beliau, begitu. Ya, pada saat yang sama, beliau baru datang dari beraktivitas mengumpul dolar sebanyak-banyaknya.

“Benar kan ya, Kak Oyiiin?,”  Hiihhii. Ketawa malam.

Wahai Kak Oyin yang cantik, maafin yaaa, jika selama ini kita kurang sering berinteraksi. Because this is me. Beginilah adanya aku.  Just your secret admirer.  Aku mengagumimu dari balik dinding, dari kejauhan. Sedangkan saat kita berdekatan, hanya ku senyumi engkau dengan kerling mata penuh makna. Tanpa banyak bicara, berkata-kata. Because this is me. Beginilah adanya aku. Seorang pengagum rahasiamu. Aku mengagumimu dari balik suara yang engkau alirkan, dari ekspresi yang engkau tampilkan. Sedangkan saat kita berjauhan, hanya untaian kata yang ku rangkai menjadi tulisan. Tanpa banyak bicara, bersuara. Because this is me. Beginilah adanya aku. Seorang pengagum rahasiamu. Aku mengagumimu.

🙂🙂🙂

2 thoughts on “Kak Oyin, Kakak Memang Cantik!

  1. wah cerita yang sangat menarik, berawal dari kisah nyata yang membawa kekaguman, keluarga yang bahagia semoga di setiap harinya dilimpahkan kebahagiaan, tapi memang sesuatu ang indah itu berawal dari sebuah keluarga.

    Like

    1. wah cerita yang sangat menarik, berawal dari kisah nyata yang membawa kekaguman, keluarga yang bahagia semoga di setiap harinya dilimpahkan kebahagiaan, tapi memang sesuatu yang indah itu berawal dari sebuah keluarga.

      Liked by 1 person

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s