Semua bermula dari adanya sebuah pertanyaan. Ya, sebuah pertanyaan yang sangat menentukan. Pertanyaan yang memberi jeda pada waktu untuk mewujudkannya menjadi jawaban. Pertanyaan yang akan hadir lagi dan lagi, sampai semua berakhir. Pertanyaan yang akan senantiasa mengusik ruang ingat karena ia kembali bermunculan. Pertanyaan yang bukan pertanyaan biasa. Bukan pula pertanyaan sembarangan yang tanpa makna. Namun pertanyaan ini hadir karena ia akan memberikan sebuah kepastian. Karena dalam kepastian yang ia berikan, terdapat jawaban-jawaban. Pertanyaan yang akan terjawab seiring dengan waktu yang terus berjalan. Pertanyaan yang tidak akan pernah berakhir, sekalipun jawabannya mulai bermunculan. Karena pertanyaan ini abadi. Pertanyaan yang memberikan kesempatan bagi sesiapapun yang mengajukannya untuk mengambil langkah-langkah.

Pertanyaan ini ada untuk memberikan ketenangan di tengah keriuhan. Mendamaikan di tengah kesemerawutan. Memberikan pencerahan di tengah kelam. Membuat semangat bermunculan lagi setelah keputus-asaan mendera di sepanjang perjalanan kehidupan. Pertanyaan ini memberikan keluasan di tengah kesempitan. Pertanyaan yang memberikan kebaikan-kebaikan di tengah suasana yang mencekam, menakutkan! Pertanyaan yang memberikan keringanan di tengah keberatan. Pertanyaan yang menghadirkan senyuman dalam kesedihan. Sehingga pertanyaan ini ada dengan makna yang dalam.

Ya, pertanyaan ini hadir di awal.

Pertanyaan yang selanjutnya membuatku bertanya pula pertanyaan yang sama, “Apakah manfaatku ada di dunia ini?” Manfaat yang bagi sebagian besar orang sangat penting. Karena menjadi bermanfaat adalah sebuah kebaikan. Kebaikan karena di dalamnya ada keberuntungan, bukan malah merugi. Makanya, pertanyaan ini sering mengusik-usikku di tengah malam. Mencoleki ku saat siang. Bahkan di pagi hari, sebelum mentari menyinari bumi, ia hadir padaku. Ia meriuhkan hari-hariku dengan hadirnya.

Pertanyaan yang segera ku rangkai dalam tulisan, setelah ia hadir.

Dulu, sejak lama. Setelah ia menyapa, aku pun membawanya serta dalam waktu yang ku punya. Baik siang, malam, pagi ataupun hingga dini hari menjelang subuh. Pertanyaan yang utuh. Pertanyaan yang menyentuh.

Pertanyaan ini masih ku bawa. Ku bawa saat ku melangkah ataupun dalam diamku. Ku bawa saat ku bersama dengan sesiapa saja atau di tengah kesendirianku. Ku bawa ia dalam mimpi, pun saat ku terjaga. Ku bawa ia dalam berbagai aktivitas ku. Juga, ku ajak ia serta saat ku pergi jauh.

Pertanyaan yang membuatku sering bertanya pada diri sendiri. Apakah manfaat yang dapat ku beri? Tepat setelah ku membaca rangkaian kalimat indah berikut,  “Diriwayatkan dari Jabir berkata, ”Rasulullah saw bersabda, ’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).

Pertanyaan ini hadir lebih awal. Awal sekali. Dulu, sudah sejak lama. Ketika ku masih kecil, anak-anak.  Saat ku mulai bisa belajar membaca dan bacaanku sampai pada rangkaian kalimat tadi. Pada kalimat yang membuatku sering bertanya. Kalimat yang mengantarkanku pada rangkaian jawaban yang mulai ku ciptakan sendiri. Dengan harapan, jawaban tersebut memberi jalan bagiku untuk menjadi bermanfaat bagi manusia. Karena dengan demikian menjadi cara bagi ku untuk menjadi sebaik-baik manusia. Wallahu a’lam bish shawab.

Nah, dalam rangka menjadi manfaat, saat ini aku ingin berbagi. Berbagi sepercik ilmu yang ku simak sayup-sayup. Sepercik ilmu yang ku dengarkan lamat-lamat, karena ia berasal dari kejauhan. Ya, dari masjid terdekat yang lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggalku. Aku mendengar suara yang berisi hikmah. Suara yang ku rekam dalam ingatan hingga berbentuk catatan. Dan aku ingin mengingatnya lagi, nanti, esok dan lusa. Semoga bermanfaat.

***

“Kiat Mendapatkan Rahmat Allah – Dari suara penceramah Selepas Shubuh dari Masjid Rahmat”

Terlebih dahulu, mari kita memulai segala aktivitas kita dengan membaca kalimat Basmalah.  Selanjutnya, kita selalu memohon rahmat Allah di dalam doa. Sehingga kalau kita mendapatkan rahmat Allah, tandanya kita mendapatkan keberuntungan yang luar biasa. Berikut beberapa cara untuk mendapatkan rahmat Allah :

  1. Mencintai Al Quran

Cara mencintai Al Quran dapat kita wujudkan dengan rajin membaca, mendengar, merenungkan bacaan Al Quran dan berusaha menjalankan perintah-perintah yang ada di dalamnya, serta meninggalkan larangan-larangan yang ada di dalam Al Quran. Karena Al Quran adalah petunjuk hidup manusia yang mempunyai akal, yang mempunyai nafsu.

  1. Tingkatkan keyakinan dengan meningkatkan keimanan

Meningkatkan keimanan kepada Allah, dengan senantiasa mempercayai rukun iman. Iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat-Nya, iman kepada Nabi dan Rasul-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada hari kiamat dan iman kepada qada/qadar.

  1. Menjadi orang mukmin yang senantiasa tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa

Tolong menolong dalam kebaikan adalah dalam rangka menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Senantiasa berbuat baik bermula dari keluarga sebagai lingkungan terkecil. Orangtua terhadap anak, anak terhadap orangtua. Istri terhadap suami, suami terhadap istri. Kakak terhadap adik, adik terhadap kakak, senantiasa berbuat baik. Dan kemudian berlanjut ke lingkungan yang lebih luas. Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. al-A’raf: 56).

 ***

Maka, marii kita belajar berbuat baik, dari hal-hal kecil, dengan lingkungan terdekat, agar rahmat Allah Yang Maha Dekat, menaungi kita selalu… Aamiin ya Rabbal’alamiin.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s