“Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak tertidur.” (Richard Wheeler)

***

1470270_10201863967992252_356068736_n
Akademi Bekerja Di Rumah

Sebaris kalimat bijak tentang impian. Kalimat yang menarikku untuk menyukainya dan kemudian menitipkannya di sini. Supaya apa? Agar aku kembali ingat, bahwa ternyata mencapai impian agar menjadi kenyataan tidak mudah. Namun membutuhkan pengorbanan dan perjuangan. Mengorbankan waktu tidur agar tidak berlama-lama. Dan menyisihkan waktu tidak tidur untuk mewujudkan impian.

Orang yang memiliki impian, maka ia selangkah lebih maju dari mereka yang tidak memiliki impian dalam hidupnya. Karena berbeda keseharian yang mereka jalani dengan yang lainnya. Ada yang memiliki impian untuk ia wujudkan, lalu ia bergerak untuk mewujudkannya. Sedangkan yang tidak memiliki impian, masih tertidur. Karena kalau ia bangun pun tidak ada yang dapat ia kerjakan. Maka, ia memilih tidur lagi, setelah bangun tidur. Sedangkan mereka yang mempunyai impian, bergerak mewujudkan impian menjadi kenyataan. Walau saat melangkah ia alami lelah… Walau dalam mewujudkan impian, ia sering lemah… namun impian menguatkannya lagi untuk bergerak.

Oke, sepertinya ini tidak mudah meraih impian. Namun, kalau tidak mempermudahnya, maka selamanya ia akan tidak mudah. Karena segala sesuatu menjadi mungkin, kalau kita percaya bahwa kita dapat melakukannya.

Lalu tentang impian. Apakah impianmu, teman? Impian yang mengharuskan engkau untuk tidak tertidur. Agar engkau dapat menjadinyatakan impianmu. Impian yang memang meminta pengorbanan darimu. Impian untuk menjadi apakah?

Ada impian-impian yang kita jaga. Lalu kita berusaha menjadinyatakannya. Impian-impian yang teringat selalu, karena ia belum nyata. Sehingga dengan ringan kita mau melangkah menujunya. Karena impian masih jauh di sana. Impian yang mengajak kita untuk mendekatinya, mendekat lagi dan kemudian kita berjumpa dengannya di kenyataan. Kenyataan yang akhirnya kita jalani, bersama impian yang menjadi nyata.

Berkisah tentang impian, engkau pun memilikinya bukan? Ya, impian yang saat ini engkau ingat. Impian untuk lulus sekolah dengan nilai terbaikkah, teman? Impian untuk berlibur ke negara impiankah, kawan? Atau impian untuk bertemu dengan seorang yang rupawan #inimimpi? Untuk menjadi sahabat sepanjang sisa kehidupan hingga akhir zaman? Atau impian untuk mempunyai rumah idaman di bukit kecil di pedesaan. Agar dapat menyaksikan senyuman mentari pagi dan sore hari dengan lepas. Memiliki impian tinggal di sebuah rumah dengan air mancur di halaman samping dan bebungaan di sekitarnya? Impian untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kampung halaman? Atau impian supaya bisa menjumpa teman lama yang lama tidak kontakan? Atau leyeh-leyeh di pantai seharian bermandikan sinar mentari sampai kepanasan? Ah! Bisa banyak  lagi impian yang kita punya, bukan?

Sejauh ini, impian tersebut hanya akan menjadi impian. Kalau kita keseringan tidur dan tidak melakukan pergerakan, perencanaan untuk mewujudkannya, atau mencari bantuan agar ia tercapai. So, bergegaslah kawan, berjuanglah untuk menjadi nyatakan impianmu. Supaya tepat sebelum akhir usia menjelang, segenap impianmu sudah menjadi kenyataan. Dan engkau menjalani waktu-waktumu bersamanya. Tanpa engkau menyadari, bahwa kenyataan yang engkau alami hari ini (di masa depanmu) adalah impian-impianmu, dulu.

Mengenai impian, memang sering berkelebat dalam ingatan, kalau kita masih berproses untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Maka kewajiban kita pula agar ia segera menjadi nyata dengan usaha dan perjuangan yang kita lakukan. Karena impian itu ada untuk memberi kita semangat supaya mau bangkit lagi, bergerak, berjalan dan berlari untuk merengkuhnya. Hayo, impianmu sedang tersenyum di sana, kawan. Jemputlah ia dengan langkah-langkah terbaikmu.

😀 Bangunlah dari tidurmu, ingat impianmu, lalu melangkahlah.  :D

Note :   Impian bukan mimpi. Karena mereka berbeda.

Kalau tidur = bersamai mimpi => tidur terus => mimpi lagi

Kalau bangun tidur = bersamai impian => melangkah, berjuang dan kemudian mengalami impian menjadi kenyataan

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s