Dear Putriii…😀

Untuk beberapa hal tertentu, jangan cepat terpancing emosi. Namun pintarlah mengendalikan diri, menata suara hati. Tanya diri, maunya bagaimana. Dan seperti apa keadaan yang akan ia alami saat ternyata ia tidak dapat mengendalikan emosi. Karena ujung-ujungnya segala yang kita laksanai adalah akan menjelaskan siapa diri. Maka, berpikirlah lagi, sekali lagi. Lalu bertindaklah yang terbaik. Berbicaralah dengan penuh kebaikan, dan atau diam untuk menenangkan pikiran. Karena ternyata, tidak segala hal dapat kita ungkapkan. Tidak selalu yang kita rasakan dapat kita sampaikan melalui ucapan. Sebab ternyata perlu pemilahan antara yang pantas kita ucapkan dengan yang mesti kita pendam di dalam diam.

Untuk beberapa hal tertentu, ucapkanlah yang engkau rasakan, bila memang untuk kebaikan. Namun kalau untuk menunjukkan ketidakbaikan, lebih baik meredamnya sejenak, merenungkan, memikirkan. Karena semua adalah demi kebaikanmu. Dan sampaikanlah hanya yang akan membawa kebaikan bagimu, bagi sekitarmu, dan bagi lingkungan yang lebih luas lagi di bumi ini.

Untuk beberapa hal tertentu, tetaplah diam. Diam untuk mengenali siapa dirimu, untuk merenungi perbuatanmu. Diamlah, ya diam saja. Namun jangan diam berkepanjangan, bila tentang suara hatimu. Karena untuk beberapa orang tertentu, tidak dapat membaca perasaanmu. Maka, ungkapkanlah agar ia tahu, apa yang hatimu bicarakan. Namun untuk beberapa hal tertentu, yaa.

Untuk beberapa hal tertentu, kita perlu belajar lagi. Belajar untuk menemukan kebijaksanaan. Belajar untuk mengenali karakter insan di sekitar. Belajar membaca keadaan. Belajar mempedulikan alam. Belajar untuk menjadi insan yang mudah memaafkan. Belajar menjadi seorang yang gemar menenangkan. Ya, tenangkanlah mereka yang sedang emosian dengan sikap diammu, untuk beberapa waktu. Karena setelahnya, engkau dapat menyampaikan beberapa pesan untuknya. Ya, untuk kebaikan. Karena ternyata, tidak semua orang dapat mengendalikan diri, seperti yang engkau lakukan. Makanya, mereka emosian. Mengertilah, saat ternyata kalian sedang berhadapan.

Untuk beberapa hal tertentu, kita perlu cepat dan tanggap mengendalikan keadaan. Ubah kericuhan menjadi keamanan. Ubah kesemerawutan menjadi kenyamanan. Ubah kebiasaan membicarakan orang lain dengan kebiasaan mengenali diri. Ubah kebiasaan yang tidak baik menjadi lebih baik. Dan semua tidak mudah, memang. Karena membutuhkan proses dan waktu yang panjang. Mungkin sepanjang usia kita yang tersisa dalam kehidupan.

Untuk beberapa hal tertentu, kita perlu menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Bahkan sebelum berbicara. Bahkan sebelum berpikir. Karena pikiran adalah awal dari tindakan, bukan?

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang.” – (QS.49:12)

Untuk beberapa hal tertentu, kita perlu mengapresiasi. Kita perlu memberikan ucapan. Kita sampaikan dengan penuh perasaan. Kita abadikan semua dalam ingatan berkepanjangan. Termasuk dalam tulisan yang kita beraikan bersama senyuman. Dalam hal ini, karena kami saat ini berjauhan, maka ku kirim serangkai kembang senyuman mewujud tulisan, teruntuk seorang nun jauh di sana… “Wahai Putri Jelita”.

Ya, Putri Jelita, begini aku biasa memanggil namanya. Seorang perempuan muda yang energik, penuh keceriaan dalam hari-hari, masih belia, dan semangatnya terasa setiap waktu. Yah, begini kesan yang ku erami tentang engkau, wahai sahabatku. Engkau sahabat sekaligus my ex neighbor, ketika kita dikosan Bap Darsono, saat di Bandung dulu. Yuhuuuu, hari ini adalah ulangtahunmu. Hari yang menurut orang-orang tertentu, sangat berkesan. Termasuk bagimu, teman. Di hari bahagiamu ini, berkurang satu tahun usiamu. Dan selamat menjelang usia dengan angka baru, yaa. Angka yang lebih dan bertambah. Ah! Ku tahu engkau sangat bahagia saat ini. Hai, dari Banjarmasin, engkau sampaikan salam buat kami. Bahwa engkau sedang jalan-jalan?😀 Bahagiaaaaanyaaaaaa… termasuk saat dapat surprise dari kolega dan teman-teman di sana. Semoga bahagiamu sering meneman diri, kawan. Semangat menjadi bagian dari hari-hari ke depannya, tercapai segala cita, tertata sekeping asa, dan sukses selalu menyerta. Namun jangan lupa, untuk terus saling menyapa di dalam doa, yaa. Buat kebahagiaan kita semua. Buat hari-hari yang semakin bermakna, bersemi ceria dalam bahagia.

Dan catatan ini ku selipkan di dalam hari, teruntukmu kawan. Engkau yang baru ku kenali beberapa waktu saja. Engkau yang sering memberiku nasihat secara tidak langsung pun langsung. Engkau yang ku ingati dan rindui seperti ini, sungguh. Semoga kelak kita dapat bersitatap penuh cinta, yaaa. “Happy… Happy… di sana yaa.” Walau tidak di hari lahirmu, juga.

Untuk Putri Jelita, yang baik hatinya, ramah senyumannya, cerdas, pintar, dan bersahaja, selamat dan sukses selalu, yaa.

🙂🙂🙂

 

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s