Dari bumi tempatmu berpijak,
di malam yang dingin, sunyi, menepilah sejenak,
menyapa-Nya dengan sepenuh cinta,
mengharap kepada-Nya dengan seutuh jiwa,
mengingat-Nya dengan seluruh diri,
supaya tenang kembali menemani hati,

Pada waktu itu,
tersedulah bila engkau mau,
terisaklah jika memang engkau terharu,
merindulah, hanya kepada-Nya Yang Maha Tahu,
hanya kepada-Nya, bersama-Nya,
keteduhan mendekapimu selalu.

***

Waktu. Ingatlah waktu. Waktu yang tidak pernah menunggu, namun ia terus melaju. Waktu yang sering mengingatkan kita untuk menyadari. Bahwa sesungguhnya waktu akan berlalu. Saat ini akan kita tinggalkan, maka hiasi ia dengan hal bermakna. Detik ini, saat ini. Pastikan ia bermutu, dan bermanfaat. Supaya saat ia berlalu meninggalkan, tiada sesal itu. Namun ada yang dapat kita banggakan dengan waktu.

Esok? Ia belum tentu. Engkau hanya perlu mempersiapkan diri untuknya. Namun tetap menjalani hari ini dan hidup saat ini dengan sebaik-baiknya.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s