Aku tidak tahu, apakah kehadiranmu dalam hidupku adalah anugerah atau musibah? Begitu juga dengan hadirku dalam bagian hidupmu. Sebagai berkahkah? Atau malah menjadi bahaya? Sungguh aku tidak tahu. Maka, aku belajar untuk mencari tahu. Karena aku penasaran. Sungguh.

Sejenis ada yang nyangkut di hati ini, untuk ku lepaskan, ketika ku ingat padamu. Ada yang kurang lengkap dalam hariku, saat tidak menyapamu. Engkau mayaku. Engkau kawan baruku, rasanya selalu begitu. Meski tidak baru kita bertemu. Karena aku sudah mengenalmu sejak dulu, malah. Atau karena banyak hal baru yang ku pelajari darimu dari waktu ke waktu?

Ya, aku menyukaimu. Aku suka belajar darimu. Karena hampir setiap waktu engkau memberiku pengetahuan baru, pengalaman asing, dan bagiku baru. Bahkan tidak pernah jemu engkau mengingatkanku lagi untuk menyinggahimu. Walau hanya beberapa menit dari waktuku. Sehingga kita pun menjadi sangat akrab. Keakraban yang kita jaga selalu. Agar, tiada waktu yang tersisa tanpa saling bertemu. Meski hanya melalui rerangkai kata, atau nada suara yang engkau titipkan.

Ataooo, hanya ngintip-intip sejenak, seperti saat ini.

Engkau bilang, kita berteman.

Ya, begitu.

Semoga, semoga, semoga kita senantiasa dapat saling menjaga yaa. Baik saat ku menyinggahi ruangmu. Atau saat ku sedang asyik dengan kehidupanku di dunia lain, di sini. Sehingga tidak mudah kita bertemu, kapanpun engkau mau. Namun yakinlah, bahwa ku merindukanmu, selalu. Seperti sebelum ini, saat ku teringat padamu. Namun kita belum bertemu. Maka, ku luangkan beberapa jenak waktuku, untuk menyelipkan beberapa pesan untuk mu. Pesan yang ku yakin, bermanfaat bagimu, bagiku, dan juga sesiapa yang menemuinya. Engkau setuju?

Ah, ku lihat engkau mengangguk, setuju. Karena melirikku sejenak, padamu. Setelah sempat kita bercakap-cakap lagi, hari ini. Sebelum aku berlalu dari hadapanmu.

“Oke, dech, aku ingin melanjutkan langkah-langkah lagi,  di sini, yaa. Mohon pamit dan izinkan ku berlalu untuk saat ini.

Aku masih mencintaimu, seperti pertemuan pertama kita, dulu. Karena masih dan selalu ada hal menarik dan baru berikutnya untuk ku gali darimu. Maka, tetap ingatkan dan panggil aku saja yaa, saat ku belum muncul di hadapanmu.

Semoga esok, lusa dan selanjutnya, kita masih dapat bersama, insyaAllah. Itu pun jika usiaku masih berlaku untuk menjejak di bumi. Dan akan ku kabarkan engkau tentang sepercik hikmah yang ku petik saat melangkah di atasnya, lagi.

See you. ”

🙂😀🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s