Hujan semalam telah reda…
namun tidak dengan rinduku,
RINDU
yang masih mengguyuri, membanjir
di sini, di ruang
HATIKU

***

KITA…

Pertama kita berkenalan, ku tertarik denganmu. Karena engkau menyambutku dengan senyumanmu dan menyahut sapaku dengan wajah cerah. Aha! I like your style. Selanjutnya, kita pun berteman. Kita saling menguatkan saat yang lain dalam kondisi lemah. Kita saling menyemangati ketika ada diantara kita yang down dan kehilangan harapan. Kita saling melengkapi di tengah keterbatasan dan mengisi di tengah kekurangan. Sehingga hari-hari sepanjang kebersamaan kita semakin menyenangkan. Begitupun dengan waktu ke waktu yang kita habiskan, menyisakan kenangan yang tidak akan terlupakan.

AKU…

Aku tersenyum, engkau pun sama. Kita tersenyum bersama-sama. Senyuman yang saling kita pertukarkan, kita berikan, kita sampaikan, dengan lebih ceria. Senyuman yang mengingatkan kita lagi tentang hari-hari bahagia penuh canda dan cerita indah.

Aku sungguh bahagia dengan kehadiranmu dalam duniaku. Lalu, bagaimana denganmu teman? Apakah engkau pun mengalami hal yang sama, seperti yang ku alami? Tentang kebahagiaan sepanjang kebersamaan. Tentang ketenangan dalam pertemanan. Tentang kelegaan, karena dapat mengungkapkan perasaan yang akan selamanya tersimpan, kalau kita tidak bersama seperti saat ini.

ENGKAU…

Ketika engkau bercita dan mempunyai impian, maka lanjutkanlah. Jaga cita dan impianmu selalu ada dalam ingatan. Pelihara ia selalu ada di hadapan. Tatap dengan mata hati terbuka, dan pikiran lapang penuh keyakinan. Pupuk subur harapan agar ia menjadi kenyataan dengan meneruskan ikhtiar terbaik dalam menjemputnya. Dan jangan lupa berdoa memohon kebaikan dari cita dan impianmu, “Jika memang yang terbaik, maka mudahkanlah ya Allah, dan kalau impian dan citaku ternyata bukan yang terbaik menurutMu, tolong relakan hatiku untuk melepasnya dari ingatan. Namun kalau impian dan citaku adalah yang terbaik, mohon sabarkan hatiku dalam menempuh segala proses dalam mewujudkannya. Jadikan semangatku semakin menggebu, saat uji dan coba menghampiriku. Dengan demikian bertambah keimananku dan semakin percaya aku, bahwa rencana-Mu adalah paling baik dan selalu yang terbaik, untukku.  Maka walau berat, tetap ku pikul, meski penat tetap ku jalani. Walau lelah, ku tidak akan menyerah. Walau letih, ku bangkit lagi dengan penuh harapan. Lalu ku berjalan lagi, melangkah lagi, dan tidak akan menghiraukan uji dan coba itu. Akan ku jadikan ia sebagai penghias dalam perjuangan. Untuk menjadi kenangan terindah di ujung perjalanan. Saat ku bersama cita dan impian di kenyataan, kami pun bersenyuman. Senyuman terindah yang kami persiapkan sejak mula.”

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s