Bahagiakan orang yang terdekat, maka orang yang jauh akan datang mendekat. Buat orang yang ada di dekatmu betah dan nyaman saat bersamamu, maka orang yang jauh pun akan betah dan nyaman bersamamu saat mereka telah dekat. Dengan demikian, saat kalian berjauhan , maka kalian akan selalu bersama, walau raga tidak selalu dekat. Karena hati kalian telah melekat erat, dan tidak akan pernah lagi dapat dipisahkan oleh sekat. Bahkan walau kalian belum pernah bertemu sekalipun. Namun kalian akan saling mengingat. Dan kalian pun tersenyum, bersamaan. Pada saat itu, rasakanlah bahagia yang sesungguhnya.

Bahagia, berbincang tentang bahagia, aku sangat dan masih penasaran. Sehingga sering ku ungkap bahwa ku ingin bahagia. Dan bahagia adalah tujuan hidupku yang tertinggi. Maka, akhir-akhir ini aku suka menanya tentang bahagia. Bagaimana cara bahagia? Apakah wujud bahagia itu ada?  Tujuannya adalah untuk mendeteksi tingkat kebahagiaanku sejauh ini, itu saja.

Sehingga ku bertanya tentang bahagia pada sesiapa yang ku jumpa. Terkadang hanya iseng saja. Namun pada suatu sore sekembali dari aktivitas, aku menanya pada beberapa orang teman terdekatku, tentang hal ini dengan serius. Menurut mereka, bahagia itu seperti apa?

“Serius, ini serius, kawan,” sapaku sebelum mengajukan pertanyaan pada beliau kawan-kawanku. Lalu dengan ringan, mereka mengungkapkan arti bahagia versi mereka. Adik manis Nisa bilang, bahwa bahagia itu adalah saat hati kita tenang dan tidak ada beban yang memberatkan pikiran. Intinya adalah kondisi hati kita yang lapang. Saat nyaman terasa, hati senang, itulah bahagia, tambah Nisa pula. Sedangkan saat ku bertanya pada Kak Est yang sedang asyik nonton TV, maka beliau bilang bahwa bahagia itu adalah saat ku dapatkan apa yang ku inginkan. Aku pun senang karenanya, dan ah… susah mengungkapkan dengan kata-kata, tambah kak Est.

“Karena bahagia hanya dapat dirasakan, yaa, Kak    :D  ,”  seraya mensenyuminya aku lebih mendekat ke arah Kak Est.

“Nah! Betul, begitu,😀 ” jawab kak Est semangat.

“Oke deech, siip,😉 ”  jawabku. Lalu, ku duduk manis di samping Kak Est yang masih asyik nonton TV. Hingga beberapa menit kemudian, aku pun ikut nonton TV pula. Yhaaa, sesekali boleh lah yaa. Menatap layar kaca, ketika sore menyapa. Sembari melepas lelah dan pendinginan raga sebelum jadual mandi sore.  Hehee.

Kembali pada satu kata, bahagia.

Menurutmu, bahagia itu seperti apa, kawan? Apakah bahagia itu berwujud? Atau hanya rasa, seperti Kak Est bilang padaku?

Apakah bahagia itu dari dalam diri kita, atau dari luar diri kita? Apakah bahagia itu jauh, atau dekat dengan diri kita? Apakah bahagia itu sedikit atau banyak adanya?

***

Suatu malam ku bertanya pada bintang-bintang di langit nan terang, “Wahai bintang, di manakah bahagia?”

Bintang menjawab dengan kedipan tulus, “Bahagia itu ada di sana, di dalam hatimu.”

Suatu siang ku bertanya pada mentari yang bersinar cemerlang, “Wahai mentari, di manakah bahagia?”

Mentari menjawab dengan senyuman cerianya, “Bahagia itu ada di sana, di dasar hatimu.”

Di malam lainnya ku bertanya pada rembulan purnama, “Wahai rembulan, di manakah bahagia?”

Rembulan menjawab dengan wajah teduhnya, “Bahagia itu ada di sana, dekat denganmu, di dalam hatimu.”

Sejenak ku tertegun dengan jawaban-jawaban dari mereka. Lalu pada suatu senja, ku pandangi wajahku di cermin. Di sana ku temukan sorot mataku yang berkaca-kaca. Ku lihat tetesan airmata di pelupuknya. Airmata yang mengalir semakin deras dan menderas membanjiri pipiku, akhirnya. Dua bola mata yang tak lagi dapat ku lihat dengan jelas di cermin. Karena pandanganku mulai kabur oleh airmata yang menyelimuti hampir seluruh wajahku. Mengapa ada airmata di sana? Di dua bola mataku? Mata yang menjadi jendela hatiku. Lalu ku bertanya pada airmata, “Wahai airmata, di manakah bahagia?”

Air mata menjawab dengan segera, sebelum ku menghapusnya.

“Wahai diriku tersayang, tak perlu engkau mencari bahagia ke mana-mana. Karena ia ada di dalam hatimu.”

“Dan bagaimana ku mengetahui kondisiku sedang berbahagia atau tidak?” ceriwisku pada airmata yang semakin menderas.

“Cukup dengan mendeteksi kondisi hatimu. Apakah yang ia rasakan? Maka dari sanalah engkau tahu kebahagiaan atau ketidakbahagiaanmu,” bisik airmata yang mulai menyusut.

“Hmmm… dan apakah engkau muncul saat ini untuk menunjukkan kebahagiaan atau ketidakbahagiaanku?” tanyaku pula.

“Aku bisa datang di saat kau bahagia. Bisa juga muncul ketika engkau tidak bahagia,” jawab airmataku yang kemudian jatuh berderai lagi. Derai yang semakin banyak, sehingga aku tak sanggup menatap jelas. Aku tak mampu melihat dua bola mataku lagi. Hanya suram, dan bayangan-bayangan saja yang ada di hadapanku. Bahkan cermin pun tak menampilkan wajah ku dengan sempurna. Aku pun menunduk. Merenungi . Menanya diri.  Masih menanya, “Am I Happy?”

***

Pertanyaan kemarin belum berakhir. Pertanyaan tentang bahagia. Karena hari ini, ia datang lagi. Ia menemuiku. Pertanyaan yang muncul begitu saja dalam ingatanku. Pertanyaan yang mengajakku ke sini, lalu mengurainya dalam diari. Pertanyaan yang ku susun lagi, dengan rapi. Pertanyaan yang ku tata dengan lebih baik lagi.

Am I Happy?” sebuah pertanyaan yang ku ajukan sekali lagi, dua kali, tiga kali, bahkan berkali-kali dalam seharian ini. Pertanyaan yang ku selami, ku teliti, ku hayati, ku timbang-timbang, dan saat ia sudah berbaris rapi pun, masih ku baca lagi.

Am I Happy?

Untuk saat ini, jujur ku akui. Bahwa aku tidak dapat menjawab pertanyaan ini. Bahkan untuk memberi jawaban pada diriku sendiri. Tentang bahagianya. Apakah ia bahagia saat ini?

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s