berpeganglah-pada-tali-agama-yang-kuat-dan-tetap-semangat-kawan“Keep going… Everything you need will come at the perfect time.”

Sesekali, di sela waktu terluang, ku sibukkan diri dengan baca-baca. Yaa, seperti biasa. Biasa ku melakukannya. Hingga menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang ku suka.

Suka. Aku sangat suka membaca. Membaca apa saja, di mana saja. Terlebih lagi membaca alam yang membentang indah. Ini menjadi bahan bacaan yang tidak akan habis untuk ku baca. Maka, sesekali juga, ketika tidak ada buku yang dapat ku baca, maka ku melirik-lirik lembaran maya. Hingga mengulik-ngulik pelosoknya. Dan tralalaaaa…. tersua aku dengan sebaris kalimat di awal catatan ini. Yang menurutku, maknanya lebih kurang begini, “Tetaplah melangkah, segala sesuatu yang engkau butuhkan akan datang di saat yang paling tepat.” Yes or no?? Hohoo.

Sesekali juga, di saat ku kalut, gamang, lelah, dan bosan dengan segala rutinitas, maka aku pun membaca. Ku baca ekspresi di depanku. Ku temui orang-orang di sepanjang perjalanan. Ku perhatikan tingkah dan sikap mereka dalam menempuh waktu. Hingga ku pernah melangkah di lokasi yang asing bagiku. Hanya melangkah. Karena aku mau menemukan sepercik dua percik inspirasi yang mampu menggugah. Yah. Menggugahku agar bangun dan bangkit dari lelapku yang lama. Supaya aku tersadar dari mimpi-mimpiku yang panjang. Agar aku segera kembali ke kenyataan. Bahwa hari ini nyata dan aku sedang berada di dalamnya. Hari ini yang seperti mimpi, merupakan kenyataan yang ku jalani. Maka, segera ku tersenyum, lagi. Untuk meyakinkan diri, bahwa ini bukan mimpi.

Sesekali pula dalam waktu-waktuku, aku mengenang. Mengenang mereka yang baik padaku, yang membaikiku, maupun yang ku lihat baik. Karena mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupku. Tepatnya, semenjak kami bertemu. Walau hanya pertemuan suara, terlebih lagi pertemuan mata. Ini serius. Karena saat berjumpa sesiapa, terlebih orang yang baru ku jumpa. Maka ku selami bola matanya, ku baca dengan hati-hati, untuk ku temukan sinar kebaikan di sana. Karena mata adalah jendelanya hati. Dan dari sinar mata yang ku lihat, ada pesan yang ku petik. So, untuk pertemuan mata tak sengaja kita, kawan… di sana lah persahabatan bermula. Engkau yang akhirnya menjadi sahabatku, sahabat jiwa. Sahabat yang jiwa rindukan ketika kita pun berjauhan raga. Yaa… Seperti saat ini, ketika engkau jauh dariku.

Sesekali di antara waktuku, ku luangkan waktu untuk menyapa. Menyapamu dengan suara, rangkaian kata, atau mungkin hanya di dalam doa. Karena apa? Karena dengan cara begitulah kita kembali dapat berjumpa. Berjumpa kapan saja, di mana saja, dengan leluasa. Karena di zaman ini, memang tak ada lagi batasan untuk kita dapat bersua. Karena dunia yang kita jalani saat ini, sungguh berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Bahkan di dunia maya sekalipun, kita masih dapat bercakap mesra. Yha, semudah itu dunia menawarkan kita cara untuk bersua. Maka dengan berada di sini hingga detik ini pula, aku menjaga kebiasaan. Kebiasaan membaca yang ada semenjak mula. Kebiasaan yang menjadi asing jika ku tidak melakukannya. Karena dengan membaca, terbuka lagi cakrawala pandangku dalam melangkah. Melangkah untuk meneruskan perjalanan di dunia ini.

Sesekali juga, di antara jeda waktu membaca, melangkah atau menyapa, ku sediakan waktu untuk menulis. Karena dengan menulis, ku dapat mengabadikan jejak-jejak langkah. Supaya saat engkau kehilangan jejakku teman, engkau masih dapat menemukanku. Karena di antara rerangkai tulisan yang tertinggalkan, aku pernah melangkah di sana. Begitu pun aku terhadapmu. Setelah lama kita tak bersua, maka dengan membaca, menjadi jalan bagi kita untuk kembali bertegur sapa. Ah… alangkah indahnya. Aku bahagia, karena masih dapat menyaksikan ramah senyumanmu saat menyambutku dalam pertemuan kita di dunia maya. Sama seperti dulu, saat awal kita bersua, berkenalan, dan bersama-sama di dunia nyata. #dedicatetoallofyou.thankyou!

🙂🙂🙂

 

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s