Oleh : My surya

Tidak ada salahnya meminta, kalau permintaanmu yang terbaik. Tidak juga ada yang keberatan, kalau engkau meminta dengan cara baik-baik. Namun jangan meminta-minta, yang mengakibatkan engkau menjadi tercela. Akan tetapi, menjadilah peminta yang lebih elegan. Peminta yang tidak menghinakan diri, namun meminta untuk memenuhi kebutuhan. Walau tidak selalu permintaanmu terkabulkan, namun jangan henti meminta. Mintalah yang terbaik, bila memang itu yang kau mau.

Pagi ini, seorang teman berela hati meluang waktunya untuk memenuhi permintaanku. Teman sejati yang ku kenal baik, sahabat yang baik hatinya. Beliau sudah ku kenal cukup lama, pun ia terhadapku. Kami sudah berteman akrab, sejak pertengahan tahun 2006 lalu. Ini berarti bahwa kebersamaan kami sudah lebih dari sepuluh tahun. Angka yang tidak sedikit, teman, untuk ukuran pertemanan. Namun karena kami menjaga keakraban, maka sampai saat ini kami akrab. Karena kami menjaga ketulusan, maka saat tadi ia memenuhi permintaanku, dengan tulus. Keikhlasannya terlihat dari sorot mata penuh binar bahagia. Ah! Hampir semua orang yang berhasil memberiku, saat ku lihat sorot matanya, di sana terpancar rona bahagia. Aku suka membuat orang lain bahagia. Namun bukan berarti ku sering-sering meminta, yaa. Namun sesekali saja, jika ku sangat pengen. Dan tentu hanya pada orang yang tepat, yang sekiranya mampu memenuhi permintaanku. Walau permintaan sederhana, seperti tadi pagi.

Temanku baik sekali. Padaku ia mau berkorban dan melakukan yang terbaik. Oleh karena itu, aku suka mengabadi tentang beliau di dalam diari. Termasuk saat ini, sesaat setelah beliau membaikiku. Kebaikan yang membuatku terharu, aku senang berteman dengan beliau. Seorang yang baik hatinya, mudah memberi, senang berbagi. Ai! Ke mana lagi akan ku cari, teman sejati seperti ini? Engkau hanya satu di dunia ini, teman. Engkau unik dan tidak terganti. Walau masih banyak di luar sana teman-temanku yang baik hatinya, namun engkau unik dengan dirimu. Engkau ku hargai sebagai mentari di dalam hati. Terima kasih, Kaito, Iren, Tya, dan siapa lagi nama kerenmu, dear? I really, really, happy now. Thank you very much. Arigatou gozaimasu… Kamsahamnida…  

😀

Haii…selamat melanjut langkah yaa, hati-hati di jalan dan sampai berjumpa lagiii. I will miss you, dear sister.

Ceritanya, Tya meneleponku pagi-pagi hari ini. Beliau menanya tentang rencana yang sudah pernah ku sampaikan pada beliau, beberapa hari yang lalu. Yaitu salah satu keinginanku untuk berkunjung ke perpustakaan wilayah di kota ini. Kota yang baru bagiku. Sehingga aku sangat ingin tahu pelosok-pelosok kota ini. Dan bertepatan dengan informasi yang ku intip-intip di dunia maya, tentang adanya acara asyik pekan terakhir bulan ini. Yach, informasi tentang ‘Panggung Fiksi Selebrasi hati bersama Boy Chandra” yang akan diselenggarakan tanggal 25 September ini, bertepatan lokasinya di puswil. Mendengar informasi ini, aku pun berteriak kegirangan. Karena memang impianku mau berkunjung ke puswil, sekalian ikut acaranya aja. Hahaayy, sekalian nambah teman dan kunjungan pertama ke puswil pun bermakna.

Lalu, ku sampaikan pada Tya, keinginan ku sangatlah besar untuk datang ke lokasi, termasuk mengikuti acara yang akan diadakan di sana. Aku memelas, hikss hikss, aku menghiba, haa haa, haa haa, dengan ekspresi yang ku tak tahu seperti apa, semoga Tya mengerti. Hii hii, namun ternyata tidak sulit meluluhkan hatinya, karena ia adalah sahabatku sejati. Tya mau berela hati menunda kesibukannya pekan depan, demi menemaniku ke lokasi. Rencana kami, akan pergi berdua, sekalian menikmati pesona kota Pekanbaru nan ciamik ini.

Dan karena pagi ini Tya memiliki beberapa jenak waktu yang bisa terluangkan, beliau pun bersedia memesan tiket untuk hadir di acara, ke Elcis. Tya akhirnya membawa dua tiket cantik untuk kami berdua, lalu memberinya padaku. Aku sukaaaa. Aku senaaanng🙂  Karena saat ini tiket sudah di tangan. Dan rencana kunjungan ke puswil pun semakin dekat di mata. Semoga lancar hingga ke hari–H. Dan di sana nanti terpetiklah pengalaman dan ilmu pengetahuan baru, tentang hidup dan kehidupan ini. Supaya dapat mencharger energi kami lagi, untuk semakin tersemangat dalam menjalani hari. Supaya kami menjadi lebih berarti, bagi negeri.

Berdua, kami berteman. Sudah lama, kami berkawan. Dan dalam pertemanan serta perkawanan, tentu ada suka dan dukanya yang kami lawan. Semua ada untuk memperindah kisah pertemanan. Termasuk saat kami mesti berjarak raga, setelah sama-sama menghabiskan waktu bersama di perantauan, ketika di Bandung dulu. Tya memilih pulang kampung terlebih dahulu, sedangkan aku belakangan.  Namun akhirnya kini, kami kembali bersua bertatap mata, kawan. Karena kini di kotanya, aku berada. Yah, Pekanbaru adalah kota kelahiran Tya. Dia tumbuh dan besar di sini, lalu berkesempatan merantau sejenak ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan. Di sanalah, awal perkenalan kami. Di sanalah, kami sama-sama menemukan teman dan kawan. Di sanalah kami belajar mengerti arti persahabatan. Termasuk merangkai cita dan harapan. Menjaga nyala semangat agar tidak mudah padam. Namun kami nyalakan lagi, saat ia meredup perlahan. Karena kami mau terus berjalan, melangkah dalam kehidupan. Untuk mewujudkan cita dan impian, menjadi lebih baik di masa depan.

Sungguh tak mudah menemukan kawan. Apalagi kawan yang mengerti siapa kita dan siapa dia. Kawan yang tidak mudah meninggalkan, saat kita kesulitan. Kawan yang ada tidak hanya dalam kesenangan, namun di tengah penderitaan, ia pun rela berkorban. Sungguh, kini ku semakin menyadari, betapa hidup ini semakin menarik dan indah, bersama kawan. Kawan yang baik, yang senang menyenangkan kawan lainnya. Meski tidak diminta sekalipun. Namun dengan kerelaan, ia memberi dengan keikhlasan, karena ia tahu yang temannya butuhkan. Ini namanya empatian, pengertian.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s