In my opinion, a family is a group of people who live together, do activities together, and keep in touch each other. Because they are in one heart.

Keluarga adalah kumpulan orang-orang yang hidup bersama dan melakukan aktivitas bersama, dan saling menjaga komunikasi satu dengan lainnya. Karena apa? Karena hati mereka sudah tertaut erat, meski raga mereka tidak selalu dekat. Sehingga saat ada satu dari anggota keluarga yang berjarak raga dengan yang lainnya, maka timbullah rindu di dalam hati mereka. Dan mereka pun sangat ingin berjumpa, untuk bersitatap mesra, bersalaman penuh takzim, dan menghabiskan waktu bersama canda dan tawa bahagia.

Apakah tujuan mereka mereka berkeluarga? Mereka yang berasal dari latar belakang berbeda, dengan karakter tak sama, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Tentu mengharapkan keluarga bahagia.

Namun dalam kenyataannya, di dalam keluarga, tidak selalu ada kebahagiaan. Karena apa? Karena pasti saja ada  masalah yang muncul tanpa disangka. Dan intinya adalah harus ada pemecahan atas masalah yang ada. Masalah yang membuat kondisi keluarga menjadi tidak harmonis. Padahal tujuan kita berkeluarga adalah agar kebahagiaan kita bertambah, keimanan kita bertumbuh, dan kedermawanan kita meningkat. Ada manfaat yang dapat kita bagikan pada sekitar. Dengan demikian, keberadaan kita di dunia ini menjadi lebih bermakna. Karena ada sinergi yang kita perjuangkan bersama dalam keluarga.

Keluarga adalah segala-galanya di dunia ini. Karena dari keluarga segalanya bermula. Kita, yang saat ini mengaku-ngaku sudah dewasa, dan siap menjalani kehidupan dengan segala konsekuensinya, pun berasal dari keluarga, bukan?

Kita semua berasal dari seorang ibu dan ayah yang menyayangi dan mengasihi kita dengan segala kemampuan mereka. Sampai akhirnya kita pun bertumbuh menjadi anak-anak yang normal dengan pola asuh dan pendidikan yang beliau selipkan dari waktu ke waktu. Semenjak kita hadir di dunia, bertumbuh dan beranjak remaja, menjadi gadis manis yang dibanggakan oleh keluarga, atau pria tampan yang diharapkan oleh ibu dan ayah. Agar saat kita sudah dewasa dan menyadari adanya tanggung jawab yang kita bawa dalam menjalani hidup di dunia, maka orang tua menjadi tanggung jawab anak-anaknya. Ya, merupakan tanggung jawab kita untuk membahagiakan beliau, karena beliau orang tua kita.

Sampai akhirnya kita memasuki usia siap berkeluarga pula, maka tanggung jawab kita terhadap orang tua untuk membahagiakan beliau masih ada, selalu ada, dan selamanya ada. Karena sepanjang usia kita di dunia ini, semenjak kita belum ada hingga kita tiada, orang tua merupakan orang yang paling berjasa terhadap kita. Baik kita menyadari atau tidak.

Beliau orang tua kita, dengan segenap kemampuan yang beliau miliki, rela berkorban untuk kita, agar buah hatinya bahagia. Dan melihat kita tersenyum, sudah cukup membuat beliau bahagia. Melihat kita sejajar dan setara dengan teman-teman kita dalam pergaulan, beliau pun bahagia. Menyaksikan rona ceria di wajah kita saat hari pertama berangkat sekolah, beliau pun bahagia. Padahal, agar dapat menempuh pendidikan, beliau rela hutang sana sini dan melobi tetangga untuk meminjami dana, karena keterbatasan ekonomi yang beliau miliki. Walau beliau tetap berusaha membanting tulang, bermandi peluh setiap hari, namun belum juga mencukupi untuk memenuhi segala keperluan sehari-hari. Akan tetapi, beliau tetap optimis, beliau yakin mampu mengantarkan kita pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan harapan, supaya kehidupan yang kita jalani di hari esok, lebih mudah. Agar saat menjemput rezeki di masa depan kita, lebih indah. Supaya tidak ada lagi cerita berpanas-panas menjemput rezeki di bawah terik sinar mentari, seperti yang beliau alami ketika menyekolahkan kita. Ya, harapan beliau adalah demi kebaikan kita di hari nanti. Lalu, apa yang kita lakukan untuk menghargai jerih payah beliau? Beliau ayah dan bunda, keluarga kita.

Hingga hari ini kita jalani, di masa-masa kita masih bisa mengukir senyuman di wajah ini. Ketika hari-hari yang kita jalani penuh dengan cerita. Saat waktu ke waktu yang kita alami penuh warna. Adakah kita masih ingat dengan our family? Keluarga yang merupakan tempat kita memulai langkah di dunia. Keluarga yang menjadi awal kita menjejakkan kaki di bumi. Keluarga yang rela menjadi tersedih hatinya, saat kita kemudian pergi, untuk meneruskan perjalanan di bumi. Keluarga yang separuh hatinya kita bawa melangkah, agar hari-hari kita semakin indah. Sebab tersemangatkan lagi dengan ingatan terhadap keluarga.

Ya, kita berjuang untuk keluarga. Kita berusaha demi membahagiakan keluarga. Kita menempuh segala coba, uji dan derita, untuk melihat senyuman sumringah keluarga di rumah. Maka, kita pun rela mengorbankan segala kepentingan diri, demi mereka yang tersayang.

Biarlah, aku tidak beli ini dan itu, seperti keinginanku, demi mengirimi ayah dan ibu sekeping rezeki. Biarlah, aku tidak pergi ke sana, ke mana pun ku ingin pergi, supaya ku dapat pulang kampung sejenak, untuk menjenguk ibu dan ayah yang ku cintai.  Biarlah, ku jauh pergi menjemput rezeki, demi menambah pengalaman dan ilmu pengetahuan di negeri orang. Supaya ketegaran hatiku bertumbuh lagi. Agar keteduhan jiwaku senantiasa menaungi di tengah panasnya cuaca alam ini. Agar ku mengerti arti hidup yang sesungguhnya. Demi memahami makna kehadiran diri. Supaya ku mengenal diri, mengenal siapa dia.

Supaya, orang-orang yang ku ingin bahagiakan, menjadi bahagia melalui aku. Meski harus di sini, meski harus begini. Biarlah… ku jalani dengan senang hati.😉 Karena ku yakin bahwa aku tidak pernah sendiri. Biarlah, ku mesti melangkahkan kaki-kaki ini lagi semenjak pagi dan lebih awal lagi. Supaya di sepanjang perjalanan ku dapat menyaksikan keindahan alam ciptaan Ilahi. Agar bertambah syukurku ini, bertambah sabar di dalam hati. Karena ku yakin, tidak selamanya begini. Ku yakin, dunia terus berputar, begitu pula roda kehidupan setiap insan di dunia. Selagi kita mau bergerak, melangkah, maka kita sampai di tujuan. Bahagia. Bahagia itu ada di mana? Kapan? Tentu saja saat ini, di sini.

My destination is my happy. I am happy when my family happy. Because  of my family is my everything in this world.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s