“Allah tidak menciptakan kita sia-sia. Termasuk orang-orang yang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Mereka datang dengan izin Allah. Sedangkan kepergian mereka pun atas ketentuan-Nya. Maka, bagaimana sikap kita dalam menyikapi semua itu akan menentukan siapa kita dalam pandangan Allah.”

Mereka yang datang ke dalam kehidupan kita, terkadang bertahan lama. Namun beberapa di antaranya hanya sebentar saja. Untuk selanjutnya memilih pergi dan meneruskan perjalanannya. Karena mereka mempunyai alasan untuk meninggalkan kita. Apakah karena mereka terlalu sayang pada kita, sehingga untuk bersama akan menyakiti kita. Maka mereka memilih pergi dan meninggalkan kita, untuk menjaga kita dengan caranya tersebut. Namun sebaliknya ada yang meninggalkan kita karena mereka memang tidak menyukai kita, di awal pertemuan. Lalu, setelah mengenal kita, mereka pun berlalu. Huhuuu… syedhiih yaa, kalau keadaan seperti ini kita alami

Mereka yang berniat pergi setelah mampir dalam kehidupan kita, terkadang dapat kita cegah agar tetap bertahan. Namun ada juga yang walau sudah kita bujuk-bujuk agar senantiasa bersamai diri, namun tetap kukuh dengan prinsip. Akhirnya, mereka pun pergi.

“Pokoknya aku harus pergiiiiiii…. Karena aku ingin menjagamu dengan caraku, walau cara ini engkau tak sudi, biarlah, itu masalahmu,” teriaknya menyuarakan isi hati. Sedangkan kita hanya bisa tergugu, karena sayang kita padanya sudah mendalam. Ai! Perpisahan memang selalu menyakitkan. Karena ada sekeping hati kita yang mereka bawa pergi, oleh orang-orang yang pernah mampir di hati. Sungguh perih, hiks.

Di lain kesempatan, kita akan mengerti, bahwa adanya kedatangan dan kepergian siapapun dalam kehidupan kita, pasti ada hikmahnya. Tentu ada maknanya. Walau saat mereka datang atau pergi, kita belum mampu menyingkap tabir hikmah tersebut. Akan tetapi, yakin dan percayalah, semua bukan tanpa makna. Hanya kita perlu lebih bijak dalam menyikapi segala keadaan. Termasuk tentang penerimaan dengan senang hati dan kerelaan saat harus melepas mereka pergi.

Terimalah mereka yang datang dalam kehidupan kita dengan senang hati. Begitu pula sebaliknya. Saat mereka harus pergi, lepaslah dengan suka hati. Walaupun suasana hati kita akan sangat berbeda ketika mereka belum datang dengan saat mereka sudah pergi. Nikmatilah. Itulah yang disebut hidup. Kehidupan sesungguhnya.

Mereka yang singgah dalam hidup kita, tentu menyisakan kenangan bagi kita, bukan? Baik kenangan manis, kenangan pahit, kenangan indah, atau penuh kepedihan. Namun jangan pernah jadikan semua itu sebagai alasan bagi kita untuk tidak mau menerima kedatangan orang baru lagi. Jangan pula jadikan alasan untuk tidak rela dengan kepergian. Karena itulah hidup yang sesungguhnya. Akan ada yang datang dan kemudian ada pula yang pergi. Dengan begitu, dengan adanya mereka yang singgah, semoga mengingatkan kita pula akan keberadaan kita di dunia ini. Yaph! Kita hanya singgah di dunia ini. Kita datang, kemudian berada di dunia saat ini, dan selanjutnya kita pun akan pergi dan meninggalkan dunia, pula. Lalu, kita pun melanjutkan perjalanan menuju hidup berikutnya di akhirat.

***

Mereka yang datang dan menitipkan luka, jangan lupakan mereka. Karena mereka mengajari kita bagaimana cara memaafkan dan bersabar atas ujian Tuhan melaluinya. Bagaimana bersikap tegar, bagaimana cara menjadi lebih dewasa. Sedangkan mereka yang datang dan menitipkan suka, senantiasa ingat mereka. Karena mereka mengajari kita bagaimana cara untuk bersyukur dengan kebahagiaan yang kita rasakan atas kehadirannya. Karena dengan adanya mereka yang membuat kita suka dan bahagia, kita dapat merasakan dunia yang penuh dengan keindahan. Hari-hari menjadi berseri-seri, rona wajah kita pun penuh kesenangan. Ai! Sebab hati kita suka padanya, dan ia pun memancarkan pada sikap, gerak gerik dan perilaku kita sehari-hari. Sebab, keadaan hati kita akan mencerminkan sikap kita.

Beberapa tahun terakhir dalam perjalanan hidupku, aku seringkali merenungi. Aku suka memikirkan tentang kejadian yang aku alami dari waktu ke waktu. Termasuk siapa saja yang hadir dalam kehidupanku. Mereka yang datang tidak terduga, tanpa pernah ku sangka sama sekali. Namun ternyata, mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan hidupku berikutnya, setelah kami bertemu. Aku pun terharu. Aku sungguh bersyukur, saat yang datang dalam kehidupanku adalah mereka orang-orang yang baik. Mereka yang membaikiku, walau kami belum pernah bertemu sebelumnya. Dan dalam pertemuan pertama kami, mereka baik. Terkadang ia yang datang menyapa terlebih dahulu. Atau aku yang berinisiatif mengajukan sapa. Selanjutnya, kami pun menjalani kehidupan bersama. Walau kebersamaan kami tidak lama, karena mereka akhirnya pergi. Atau aku yang memilih pergi. Karena sesuatu alasan pribadi, atau memang sudah ketentuan Ilahi Rabbi? Aku percaya, semua terjadi dengan izin-Nya. Sehingga menjalani hidup ini dengan semakin tersemangati dari hari ke hari, adalah pilihan. Sebab, saat mereka ada yang pergi dari kehidupanku, ku yakin akan ada yang datang lagi. Begitulah alurnya. Sehingga ku belajar melepaskan kepergian, dengan menata lagi hati yang tersisa. Setelah beberapa keping mereka bawa pergi. Lalu ku persiapkan potongan hati yang tersisa, untuk menerima kedatangan lagi. Begitulah yang terjadi dan ku alami. Hingga hari ini, sampai detik ini.

Maka dalam kesempatan terbaik ini, ku ingin sekali menyampaikan suara hati, untuk beliau-beliau yang pernah ku kenali, atau mengenaliku. Agar senantiasa semangat lagi, yaa. Untuk melanjutkan langkah-langkah dalam perjalanan hidup di dunia ini. Bagi yang saat ini jauh di mata, semoga kita dapat bertemu lagi. Untuk yang akan berjumpa, selamat datang, di dunia kami. Ahlan wa sahlan.

Walau mereka datang dan pergi, jangan terlalu bersedih atas kepergiannya. Pun jangan juga terlalu bahagia atas kedatangannya. Namun biasa saja, dan tetap jalani hidup dengan ingatan berlebih kepada-Nya. Karena hanya DIA yang selalu ada bersama kita, innallaaha ma’ana. Semoga engkau kuat atas perpisahan, kawan. Dan semoga engkau sangat siap untuk pertemuan.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s