Ketika ku sendiri, di sini, menanti, sesuatu yang tak pasti. Maka ku sibukkan diri dengan aktivitas yang berarti. Agar tak sia waktuku ini. Semoga ada arti. Apakah yang ku lakukan saat sendiri?

Sendiri dan menanti, adalah keadaan yang sangat sering menghiasi waktuku akhir-akhir ini. Baik saat aku menginginkan sendiri, maupun ketika aku tidak ingin menanti. Keduanya tetap menghampiriku, entah mengapa. Namun dengan adanya mereka di antara waktuku, membuatku mengerti. Bahwa kehadirannya tentu punya arti. Maka, ku hiasi waktu sendiriku dan atau menanti dengan merangkai senyuman, seperti ini. Yes! Menulis bagiku adalah jalan untuk merangkai senyuman. Karena dengan menulis, aku dapat menelurkan uneg-uneg yang terkadang bikin eneg. Tulisan yang lama-lama mampu menetaskan senyuman pada wajahku. Tentu saja setelah ku erami setelah beberapa waktu lamanya.

"Hahay, emang aku pernah ngalamin kayak beginian, yaa…," tanyaku karena tidak percaya dengan kenyataan demi kenyataan yang pernah ku alami. Kenyataan yang menghiasi waktu demi waktu dalam hidupku ini. Lalu, aku pun tergeli, sendiri. Terkenang kecengenganku menyikapi hari. Tersenyumku sendiri, teringat diri yang moody. Bahkan aku juga malu dengan semua emosi-emosi tak terkendali. Semua, mereka, menampakkan padaku tentang potret diriku sendiri. Potret yang mungkin tidak akan pernah ku ketahui, kalau aku tidak pernah menulis seperti ini. Maka bagiku, menulis menjadi aktivitas yang berarti. Selain menemukan potret diri, dengan menulis pun kita dapat berjumpa di sini. Engkau pun mengenaliku, seperti adanya aku. Lalu, bagaimana denganmu, kawan? May I know you deeply, my friend?

Sendiri dan menanti, dapat menjadi aktivitas bila kita mau menyikapi dengan positif. Karena terkadang saat-saat sendiri dan menanti muncul ide kreatif untuk memunculkan bahan tulisan. Seperti curahan perasaan, atau sekadar meluahkan isi pikiran. Lumayan, untuk meringankan beban. Agar kita dapat melanjutkan langkah dalam kehidupan ini dengan lebih ringan. Benar, khan… khan… khan… kawan?😀 Benar lah yaa… Iya, yaa? Iya kan lah yaa. Supaya ku bahagia. Dan dapat tersenyum ceria lagi. Walau saat ini ku sedang sendiri dan menanti. But, I am happy.

Lovely Smile,
By : Me, who is waiting alone
🙂🙂😉

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s