“Bila rindu menyapa, hanya ada biru… haru… sendu… syahdu…pilu… huhuhuhuuu…”

***

Di ruang rindu, aku berada kini. Menata rasa, mendata suara jiwa. Di ruang yang sudah lama ku kunjungi. Ruang yang tidak jauh, namun sangat dekat. Ruang hati, namanya.

Di ruang hati, rinduku sedang berkumpul penuh. Ia menyemut, menyelimuti hatiku. Sehingga saat rindu sedang berkumpul semuanya, maka ada sesak di dada, ku rasakan. Sesak yang membuatku ingin segera meneteskan airmata. Haru. Ya, karena ada haru yang ku rasakan, setiap kali rindu menyapaku. Maka untuk meluahkan semua, aku hanya bisa menangis… menangis…

Saat rindu menyelimuti hati, menangisku lagi. Menangis lagi aku, dengan isak yang tidak dapat ku bendung. Menangis tanpa suara, hanya terisak. Karena rindu memberatkan hatiku, membebaninya. Ya, begitu. Dan untuk meluruhkan semua, agar ringan kembali ku rasa di ruang hati, maka ku lepas ia dengan bebas, mewujud tetes-tetes bening permata kehidupan. Maka airmataku tumpah, meruah, membasahi segenap waktuku.

Hai, aku rindu siapa? Bertanyaku lagi, lagi, lagi dan lagi, saat kesadaranku kembali menyapa.

Aku menangisi kerinduanku, terkadang saat aku tidak menyadari, siapakah yang ku rindu? Apakah layak aku menangis, hanya karena rindu? Rindu berupa sebuah rasa, tanpa wujud. Rindu yang menyiksaku. Rindu yang membuatku kelu. Bahkan saat rindu memenuhi ruang hati, aku bisa terdiam dan membisu, sambil menitikkan airmata sangat lama. Hanya itu yang ku mampu, tanpa berkata, tanpa suara. Kecuali bila ku sedang berada di depan selembar kertas, bersama pena bertinta. Maka ku luahkan rindu di atasnya, dengan segera. Seiring menitiknya airmata, berangsur-angsur rinduku melumer. Biarlah basah lembaran kertas itu! Biarlah habis semua tinta penaku. Aku suka begitu, kalau ia mampu mewakili kumpulan rindu yang ingin ku luahkan.

Maka, sebanyak apakah rinduku yang ada? Semua dapat terbaca melalui rerangkai kata yang ku tata. Semua terkumpul di dalam hatiku yang perlahan mulai membentuk ruang.

Ruang-ruang rindu. Aku sering berkunjung ke sana, bahkan selalu. Kapan? Bila ku ingat semua yang ku rindu. Bila ku rindu dengan mereka yang berarti bagiku. Bila aku sedang mengunjunginya, maka di sanalah ku rasakan kumpulan rindu yang membanjir.

Aku. Aku tidak selalu gadis manis yang mudah tersenyum. Seperti yang sering engkau lihat, saat ia menepi di wajahku. Bukan, bukan selalu begitu. Karena aku juga manusia biasa yang mempunyai rasa rindu, berpikir, dan menyikapi jalur hidup dengan caraku. Dan terkadang, bahkan sering, keadaan yang ku temui berbeda dengan harapanku. Di saat itulah, aku berjibaku dengan diriku, berjuang dengan segenap kemampuanku, untuk mengalahkan keinginanku. Supaya ia mengerti, bahwa tidak selalu keinginannya bersesuaian dengan ketentuan-Nya. Maka, ku ajak ia berdamai, bersikap tenang, dan kemudian kami pun bersenyuman. Begini, caraku mendata keadaanku. Diri yang mempunyai harapan, asa dan cita. Diri yang mau hidup lebih baik, dengan melakukan yang terbaik. Walau terkadang, lingkungan tidak mendukung. Namun kami tetap menjaga impian terbaik, yang kami mau tuju.

Yuhuuu…! Dengan begitu, bertumbuh dan bertambah lagi semangat kami, untuk meneruskan langkah-langkah. Bertebaran lagi senyuman pada wajah kami yang mencerah. Dan kami pun tersenyum bersama, menyadari dan memahami jalan hidup yang terkadang berliku. Termasuk saat rindu menyapa. Maka di ruang-ruang rindulah kami menyusun lagi rencana baru. Untuk memberi jeda pada waktu. Agar ia mau membersamai kami selalu dalam menata rindu. Supaya waktu tak cepat pergi tanpa mengajak kami serta. Namun berela hati mengingatkan kami, saat terlupa. Mengajak kami bangkit saat kami terjatuh. Dan memberi kami semangat, untuk terus melangkah. Memberi kami jeda, untuk terus memperbaiki diri, demi melakukan yang terbaik.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s