“Menjadilah orang baik dan tetap dalam kebaikan. Maka kebaikan demi kebaikan akan datang padamu. Di saat tak terduga, dari orang tak terduga. Karena untuk mendapatkan kebaikan, maka engkau harus memberikan kebaikan. Pada siapa saja. Kapan saja.”

Episode demi episode hidup yang kau jalani, menjadi bukti bahwa Ada Yang Mengaturnya. Episode yang membuatmu punya cerita dalam menjalani hidup ini. Episode yang berwarna-warni, dengan kejadian demi kejadian tak terduga di dalamnya. Episode yang kadang menitikkan airmatamu hingga membanjiri pipi. Sampai engkau terisak, menangis, terluka, sedih, pedih di dalam hati. Engkau menangis… ishk, ishk, hiks! Namun ada pula episode hidup yang mencerahkan wajahmu. Sehingga engkau menjalaninya dengan senyuman, engkau bahagia, tertawa di dalam jiwa, dan gembira menjalani. Engkau senang, tenang, riang, ceria karena hatimu suka. Engkau pun tersenyum lebih lega, tersenyum lebih ringan, hingga mampu mensenyumkan siapa saja yang ada di dekatmu, tanpa engkau minta.

Episode demi episode hidup setiap orang tentu berbeda. Walau sekilas terlihat sama, namun sebenarnya tidak sama. Maka, jalanilah episode hidupmu teman, dengan anggun dan menawan. Melangkahlah di bumi dengan sungguh-sungguh, seraya menebar manfaat yang mampu engkau bagi. Karena engkau berarti. Yakinlah, ada yang dapat engkau beri untuk dunia ini. Mulai dari dunia di sekitarmu, yang lebih dekat denganmu. Sehingga duniamu hari ini lebih baik dari sebelumnya, karena ada engkau di dalamnya. Dan sesiapapun yang ada di dekatmu, merasakan kebaikan juga.

Episode hidup yang terkadang membuatmu tak percaya? Episode yang datang tiba-tiba dan engkau terkaget menjalaninya? Episode yang membuatmu takjub dan terpesona? Episode yang bagimu seperti misteri? Ya, demikianlah adanya. Hidup ini penuh misteri. Misteri yang di dalamnya ada orang-orang iseng. Terkadang mereka menyapamu, menggodamu, mencandaimu, membuatmu terpancing emosi, bahkan membuatmu tersenyum sendiri.

“Ini aneh,” bisikmu.

Namun begitulah kehidupan dengan episodenya tersendiri. Dengan demikian, semoga engkau semakin menyadari, bahwa hidup ini adalah perjalanan.

Dalam menempuh perjalanan hidupmu, tetaplah rendah hati, mudah berbagi, tidak mau menang sendiri. Namun menyediakan ruang khusus untuk menghargai orang lain, menghargai privasinya, dan semakin gemar mendoakan mereka, tentunya. Karena terkadang apa yang engkau ingini atas mereka, hanya akan terjawab dengan doamu. Maka, doakanlah mereka, orang-orang yang engkau sayangi dengan setulus hati dan sungguh-sungguh. Walau dari jauh, mesti tak tersentuh.

Dan terkadang, akan hadir dalam perjalanan hidupmu, orang-orang yang engkau tidak ingini. Namun mereka menjadi bagian dari harimu. Walau engkau tak mengingini kehadiran mereka sekalipun, sesungguhnya mereka ada untuk menitip cerita bagi episode hidupmu. Maka, jangan tinggalkan mereka, namun tetap bersamai. Walau engkau tak sudi, meski harus memaksai diri. Tetap jaga mereka, di dalam hati. Maka engkau akan merasakan kebahagiaan tersendiri, saat mereka sudah tidak ada lagi. Nanti, di hari nanti. Setelah usiamu beranjak, meninggi. Maka, mengenang tentang mereka, mampu membuatmu terharu. Keharuan yang mampu menitikkan airmata. Bahagialah, karena selama membersamai mereka, engkau berbaik-baik. Karena engkau menyadari, setiap orang membawa kebaikannya sendiri-sendiri. Untuk ia titipkan pada hati hati yang ia temui. Termasuk dirimu.

Kebaikan yang kita terima dari orang lain, sering mampu menyentuh hati. Sehingga sering ku bergumam begini, kapan pun aku menerima kebaikan dari orang lain, “Kapan yaa, aku bisa pula begini. Baik sama orang lain, dan aku senang menyaksikan kebahagiaan pada sorot matanya yang penuh kebahagiaan, karena ku baiki. Seperti yang ku alami setiap kali menerima kebaikan dari orang lain.”

Dan masih menerima kebaikan dari orang lain, adalah episode hidupku sampai hari ini. Tentu saja dengan gumam yang sama seperti dulu. Sejak dulu saat aku menerima kebaikan dari sesiapapun yang membaikiku. Aku bersyukur… ^^ Terima kasih semesta, atas episode penuh cinta yang engkau tebarkan, bebas. Cinta yang engkau titipkan pada sesiapa saja dan sampai pula padaku.

🙂🙂🙂

One thought on “Menemukan Makna di dalam Episode Hidup

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s