Melirikmu
Tersenyum, melirikmu ;)

Hari yang indah untuk hati yang cerah. Yah, ini berlaku untuk semua insan di bumi ini.

Semua yang pernah merasa lemah, namun kini tidak lagi begitu. Karena ia mempunyai penyemangat diri agar kembali bangkit dengan gagah. Untuk menaklukkan dunia. Oiyaah? Bukan, bukan menaklukkan dunia, namun mengalahkan dirinya sendiri. Ia yang mau bergerak lagi, untuk menunjukkan pada dirinya yang dulu, bahwa hari ini ia tidak sama dengan kondisi dulu. Dirinya yang pernah lemah. Dan sekarang ia adalah seorang yang gagah. Dulu ia pernah merasa lelah, namun kini penuh percaya diri. Dan kini ia senang berbagi semangat dan menjadi bagian dari orang-orang yang berarti. Kini, ia menerima ucapan cinta dari sekelilingnya. Karena mereka menyukainya. Ia sekarang mulai dihormati.

“Alhamdulillah…,” bisik sang pemuda pada dirinya. Dari wajahnya menebar senyuman yang ia terbitkan dari hatinya terdalam. Bergumam ia dengan pelan, seraya mensyukuri keajaiban demi keajaiban yang ia alami. Termasuk keadaan pagi ini yang berlimpah berkah, insyaAllah. Sang pemuda yang bertubuh kekar, berkulit hitam manis. (Hei, tahukah engkau, hitamya kulitku ini bukan karena keturunan, lho. Namun karena berpanas-panasan mencari rezeki. Berpedih-pedih menata hidup). Uh, hebat!

Berlanjut syukur ia lazimkan melalui ucap, sikap, dan fikirnya. Berlanjut pula langkah demi langkah yang ia ayunkan. Untuk terus menapak, untuk bangkit lagi. Karena baginya, hidup ini tidak hanya cukup dengan berdiri saja. Namun ia harus melangkah, bergerak dan berlari. Seraya memberi, berbagi, berbahagia dengan keadaannya saat ini. Karena bagaimana kondisi yang ia alami saat ini, dapat tercermin pada sekelilingnya. Dan kondisi hatinya yang cerah, melimpah pada sekitarnya. Hatinya yang juga mencerahi hatiku ini. Aku yang menikmati segala pesona inner nya. Ya, aku melihat ia sebagai seorang yang cantik, hatinya.

“I love you, cantiiik…,” sapaku.

“Yuhuuu… I love you, too,” tanggapnya seraya melambaikan jemari ke arahku.

Kami yang semenjak tadi berjauhan, kini mulai berdekatan. Kami pun sharing pengalaman, berbagi pengetahuan. Saling menanya dan kemudian memberi jawaban. Saling mengingatkan dan aku pun menjadi teringatkan. Hihiii,😀 teringatkan lagi dengan seseorang di sana. Entah siapa. Haai, ada lagi yang menanya tentangmu, sobat? Who are you, actually? I miss you, yaa, aku merindukanmu.

***

Hari ini, sebuah percakapan kembali terjadi antara kami. Aku dan beliau. Seorang yang sangat asing bagiku. Beliau yang ujung-ujungnya mengingatkanku lagi tentang ‘pernikahan’. Yeahh, dan beberapa saat setelah kami berjarak raga setelah perbincangan, aku pun teringat-ingat. Maka, aku ingin kembali ke sini, untuk meluahkan segala. Supaya lega hatiku, segar pikiranku, lagi. Ga berat kayak gini… So, I am sorry, dear diary. I hope you understand me.😆

***

Haii, maukah engkau menjadi orang-orang yang berhasil, pula? Orang-orang yang akhirnya mau menceritakan perjalanan suksesnya padamu. Mereka mau bercerita, karena mereka pernah mengalami proses. Yaph. Proses yang membuat mereka mempunyai kisah dan cerita. Kisah yang menarik, kisah yang mensenyumkan, kisah yang mampu membuat kita terharu saat mendengarnya. Kisah yang mereka sampaikan karena mereka ingin berbagi. Berbagi inspirasi, namanya. Dan inspirasi kali ini, ku peroleh dari seorang yang sukses di dunia properti. Sebagai seorang yang berhasil, beliau berbagi. Dan ku pun ingin menjadi. Mau berbagi, seperti yang beliau lakukan, tadi.

Seperti hari ini, yang aku alami sendiri. Seorang yang sukses berkisah di hadapanku dengan wajah penuh keceriaan. Ada kelegaan tergambar pada wajah beliau. Beliau yang berbahagia, karena saat ini merasakan buah dari perjuangan beliau. Berhubung yang sedang berkisah berbahagia, maka aku pun berbahagia saat mendengarnya. Kami bisa tersenyum, lalu tertawa bersama. Menertawakan kebodohan kami, selama ini. Bahkan menertawakan keadaanku yang saat ini sendiri. Dan beliau mengingatkan, “Untukku agar jangan pilih-pilih, laki-laki untuk menjadi suami. Nanti . . . . (bla bla bla) ceramah pun mengguyuri diri ini. Sedangkan aku hanya mampu angguk-angguk, senyum-senyum, dan sesekali mengiyakan dengan hati-hati. Sambil menyadari diri, aku tersenyum lagi. Dan dalam hati berbisik, iya juga yaa…”

Beliau yang membukakan lagi cakrawala pandang ku tentang perjalanan hidup ini. Bahwa hidup ini harus selalu kita hiasi dengan semangat. Dengan kegigihan, dengan usaha. Saling bersinergi untuk mewjudkan mimpi. Sehingga, apabila kita bertemu dengan satu batu sandungan, tidak menjadikannya sebagai rintangan. Namun menjadikannya sebagai pendobrak semangat agar kita mau bangkit lagi. Ingatlah, untuk selalu tahu diri.

“Satu lagi, apapun yang kita lakukan, fokus! dan lanjutkan. Teguh dan lanjutkan. Tegas dan lanjutkan. Disiplin dan lanjutkan.”

Lalui jalan hidup kita dengan sungguh-sungguh. Karena setiap orang mempunyai jalan hidup berbeda. Dan jalan hidup kita tidak mungkin sama dengan jalan hidup orang lain. Walau pun mirip, tentu berbeda.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s