cropped-me-to.jpg

Bahagia itu dapat kita temukan di mana-mana. Mulai dari lokasi terdekat dengan kita, hingga tempat terjauh dari mata. Maka saat kita jeli menemukan makna bahagia, saat itulah kita merasakan kebahagiaan. Sungguh-sungguhlah dalam merayakan kebahagiaanmu. Agar bahagia yang engkau rasakan dapat menyebar pada sekitar. Dan sekarang adalah saatnya kita berbincang bahagia tentang beberapa cara untuk merasakan bahagia. Apakah ini nyata?

Bahagia itu adalah ketika kita bertemu dengan kertas penting dan kita tidak dapat membaca tulisan yang ada di sana, lalu kita tertawa karena bahagia. Tertawakan kebahagiaan yang kita alami, saat ternyata ada orang yang tulisannya lebih jelek dari tulisan kita. Hahaa. Sudahlah yaa…

Bahagia ada saat kita menemui seseorang yang kita hargai, dan ia menyambut kita dengan wajah ramah penuh senyuman. Ah, bahagia langsung terasa di dalam hati, meresap, dan senyuman pun mengembang mudah pada wajah kita bersama hati yang semakin tenang.

Bahagia juga dapat kita rasakan saat pelan-pelan kita berjuang membuka gembok dengan aneka jenis kunci. Kuncinya banyaaak sekali, dan gemboknya juga ada beberapa buah. Nah, bahagianya ada di mana? Yap, yap, saat kita mulai kebing-ungan, karena usaha demi usaha yang kita lakukan untuk membuka gembok, belum berhasil juga. Padahal sudah sejak tadi kita berusaha. Ah! Ada praktek, tentu lebih baik diawali dengan teori. Solusinya, bacalah merek-merek masing-masing kunci, dan juga gemboknya. Lalu, tempelkan pada masing-masing sesuai pasangannya. Terbukalah sudah. Dan kita pun bahagia, bahagia seraya menertawai diri.

Bahagia juga dapat kita rasakan saat kita minta tolong pada seseorang, lalu dengan senyuman ia menyanggupi atau menolak. Ah, mudah bukan? Untuk membuat seseorang bahagia. Dengan senyumanmu, aku bahagia.

Bahagia juga terasa tiba-tiba, saat pertemuan pertama dengan orang yang belum kita kenal, dan dengan mudah ia menebarkan senyuman manis pada wajahnya. Ya, seiring dengan itu, matanya bicara untuk mensuarakan isi hati. Tenteram pun terasa.

Bahagia pun muncul, saat meja kerja bersih dari kertas-kertas ga penting. Hati senang, pikiranmu terang.

Bahagia juga semakin berkembang pesat, saat kita meluangkan waktu untuk menelepon orang-orang terkasih, sahabat terbaik, dan memberitahu mereka bahwa kita sangat menyayanginya. Seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan, bantuan, dan kebaikannya selama ini. Walau jauh di mata, mereka selalu ada di dalam hati. Ah, rindu pun merebak, menetesi kalbu. Namun bahagia rasanya, saat mendengar suara mereka.

Bahagia pun terasa, saat menyimak curhatan teman dekat yang sedang dilema dengan status jomblonya. Bahagiaa, bahagiaaa, sangat. Karena ternyata kita punya teman *senasib. Hiks. Sedih-sedih bahagia gitu, haru namanya.

Bahagia juga ada, saat mendengar cerita-cerita dari teman yang baru melahirkan buah hati kembarnya. Dua laki-laki, dengan kondisi sehat dan semangat. Haii, bahagia karena sang teman menceritakan dengan berapi-api, dengan perasaan bahagia. Itulah bahagia yang sesungguhnya, dari hati seorang ibu.

Bahagia juga terasa saat seseorang berbagi kue lezat untuk kita. Aha! This is happy moment too. Dan kita menyampaikan, “Terima kasih yaa… Semoga aku pun dapat melakukan hal sama untuk yang lainnya…” ;)

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s