Haii, adik-adik manis, masih ingat kah dengan kakak? Kita yang pernah jumpa di sana, sebuah tempat tak terduga. Ya, pertemuan yang berkesan, sungguh luar biasa. Aha!

Bertemu dengan orang-orang baru, bagiku adalah sensasi yang tidak akan pernah terlupa. Ditambah pula dengan aura positif yang mereka tampilkan saat pertama kali kami berjumpa. Bersama senyuman, mereka menyambutku. Terkadang, aku yang menyapa mereka terlebih dahulu. Bahkan tidak jarang pula kami sama-sama bersenyuman sebelum berlanjut perkenalan. Dan memang pernah juga mereka yang menyapa ku terlebih dahulu. Ini tentu berbeda nuansanya.

Bagiku, bertemu dengan orang-orang baru, menjadi kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan yang ingin segera ku bagi, karena mereka memberiku inspirasi. Karena orang-orang yang baru bertemu denganku, dapat menempati posisi spesial di dalam hati ini. Seperti yang berlangsung, tadi. Di sebuah ruang perkantoran di negeri ini. Secara tidak sengaja, kami pun bertemu. Nah, kisah pertemuan kali ini adalah dengan wajah baru bernama Luthfi dan Syifa. Subhanallah, nama-nama yang bagus, gumamku di dalam hati, sejenak setelah beliau memperkenalkan nama padaku. Serasa berada di negeri para santri, begini kesan pertama pertemuan kami. Karena beliau berdua adalah duo gadis manis yang lucu dengan jilbab rapi menguluri diri. Aku suka penampilan mereka. Maka, seperti ada yang menarik-narikku mendekati mereka berdua, sebelum sapa terjadi di antara kami.

Pertemuan pertama dengan orang baru kali ini, aku yang menyapa mereka terlebih dahulu. Dalam rangka menanya nomor antrian, awalnya. Kemudian berlanjut tukar pengalaman dan cerita. Berujung pada berjaraknya raga lagi, setelah urusan kami selesai di gedung perkantoran ini.

Yuppy! Kesan yang menarik dan manis, aku suka.

Lagi dan lagi, aku sedang belajar percaya. Aku berusaha untuk mengerti, tentang apa-apa yang ku alami dalam perjalanan hidup akhir-akhir ini. Perjalanan yang masih seperti di alam mimpi. Dan aku masih belajar mempercayai. Entah sampai kapan, kondisi seperti ini aku alami. Intinya adalah, aku sedang melanjut syukur di dalam hati, menebar senyuman semangati diri. Agar ia mau bergerak lagi, melangkah dengan sepenuh hati. Marii, kita bergegas meneruskan langkah-langkah lagi, bisik sekeping hati.

Tentang pertemuan, kebersamaan dan perpisahan, memang kita dapat memprediksi. Namun untuk mengalami dalam kenyataan, adalah kuasa Ilahi. So, segera mengingat-NYA lagi, dalam berbagai situasi, semoga memberi keringanan bagi kita untuk melangkah di dunia ini. Supaya terhadap hal-hal yang tidak kita ingini, kita masih mau menjalani dengan senang hati. Karena pasti ada hikmah di dalamnya, yakinlah. Yakinilah. Sedangkan untuk berbagai situasi yang kita jalani dan memang kita ingini, jangan gembira berlebihan, hingga lupa diri. Karena di sana keseriusan dan keimanan kita di uji. Apakah kita masih mau berendah hati, dengan mensyukuri?

Jelaskan pada diri, bahwa ia tidak mampu melakukan apapun sendiri.
Sampaikan pada hati, bahwa ia butuh tempat bergantung dalam menempuh hidup ini.
Pahamkan pikiran kita ini, bahwa keadaan terkadang berada di luar kendali diri. Namun percayalah, semua untuk mengingatkan kita lagi, ada Tuhan Maha Pengatur jalan hidup kita. Maka, ingatlah lagi untuk mengingat-NYA.

Jangan bersombong diri, usah bertinggi hati. Jangan berbangga diri, usah berendah diri. Namun menapaklah di muka bumi, dengan jiwa hamba yang percaya penuh kepada Ilahi. Karena saat kita merasa sendiri, IA selalu ada menatap kita. Maka, tersenyumlah lagi, untuk mensenyumkanNYA.🙂  Karena kita mensyukuri segala ketentuanNYA dengan sepenuh hati.

Dari detik ke menit waktu setelah ini, kita tidak dapat memastikan, dengan siapa kita akan bertemu. Begitu juga dengan rencana yang telah kita susun untuk berjumpa dengan orang yang kita prediksi. Belum tentu jadi berjumpa. Karena pasti ada hikmahnya untuk diri, saat kita jeli menemukannya.

Seperti pertemuan kami tadi, dengan Dik Luthfi dan Syifa. Aku tidak pernah berencana untuk berkenalan atau berjumpa mereka sebelumnya. Namun ternyata kami tertakdir bersua. Anak-anak manis yang memberi kesan padaku, sepanjang kebersamaan kami. Mereka yang mudah berbagi, senang menjadi bagian dari orang-orang yang patut abadi. Maka, terukirlah sudah nama beliau di sini, sebagai bagian dari perjalanan diri ini. Semoga beliau masih ingat, tentang kebersamaan kami tadi.

“Hayo, semangat belajar ya, Dik. Menjadilah insan berprestasi. Sehingga namamu akan abadi di dalam hati sesiapa saja yang engkau temui atau menemuimu. Dan menjadilah tidak terganti, dengan menjadi diri sendiri. Kita adalah sahabat berbagi. Begini ku memberi tema, tentang pertemuan dan kebersamaan kita tadi.”

😉🙂😉

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s