“Belajar bisa dari siapa saja. Belajar juga bisa kapan saja. Dan belajarlah lebih rajin lagi, agar engkau dapat berbagi lebih banyak.”

***

Memang benar, terkadang bahkan sering, hidup yang kita jalani tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita pengennya begitu, namun dalam kenyataannya begini. Seperti yang seorang ibu pernah kisahkan padaku. Bahwa keadaan yang beliau alami saat ini, tidak pernah terbayangkan sama sekali. Bahkan saat menjalaninya pun, beliau masih belum mempercayai. Seakan mimpi, begini beliau menambahkan. Walau begitu, yang namanya kenyataan hidup, mau tak mau beliau pun menjalani.

Seeeedyiiiih rasanya, ungkapnya meluahkan suara hati di depanku. Bila mengingat perjuangan menjalani hidup selama ini. Harus berjibaku dengan waktu, berpacu dengan impian-impianku. Bahkan untuk menikmati sedetik waktupun, aku tak mampu, beliau menerawang. Dan kini saat usia sudah meninggi, semakin bertambah menua raga, tidak ada lagi yang mampu ku upaya. Hanya menjalani, bisiknya di antara helaan nafas yang ringan.

“Hanya menjalani…”

Miris ku menyaksikan kepasrahan beliau. Namun sebagai seorang yang masih muda dan belum mengecap asam garam kehidupan seperti yang beliau alami, aku hanya bisa menenangkan begini, “Semua ada waktunya, Bu. Asalkan kita tetap berjuang dan berusaha ditambah doa, akhirnya tawakkal menjadi pelega jiwa. Agar tak lelah ia berkepanjangan, saat raga letih meneruskan perjuangan. Agar sentosa jiwa meneruskan langkah-langkahnya, walau tetesan keringat bersimbah di raga. Tetap semangat!”

Kita, aku, engkau dan sesiapa saja di luar sana, mungkin tidak akan pernah dapat mengalami semua yang orang lain alami. Mungkin juga engkau tidak bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Karena jalan hidup kita berbeda. Sebab takdir kita tak sama. Saat usia kita bertambah, maka jalan hidup kita berubah. Yakinilah benar-benar, resapilah kuat-kuat. Agar bangkit lagi tekadmu. Agar tumbuh lagi energimu. Supaya engkau tak mudah terlelah, runtuh dan akhirnya tak mau bergerak untuk mengubah keadaan.

“Haiiii kawan, percayakah engkau bahwa ; keadaan bisa berubah dengan upaya kita untuk mau mengubah. Maka, walau bagaimanapun keadaan hidup yang engkau hadapi saat ini, dan mungkin sangat jauh dari keinginanmu, tetaplah bergerak. Ya, berjuanglah. Bangkitlah. Berusahalah untuk mengubah keadaan. Bergeraklah untuk mewujudkan keinginan. Meski tidak mudah, memang. Namun seiring proses yang engkau tempuh, walau panjang. Sekalipun jauh jarak yang engkau jelang untuk mewujudkan keinginan. Semua akan tercapai juga. Dan engkau akan berbahagia dalam waktumu, kalau engkau menjalani prosesnya dengan senang hati.”

***

Sesiangan begini, di bawah terik panas mentari yang menyinari alam, aku kembali tersenyum. Senyuman yang ingin ku persembahkan untuk semesta. Senyuman lega, senyuman bahagia. Senyuman tanda cinta, dan tentu saja senyuman dari hati. Karena aku pun pernah mengalami hal yang sama sama, seperti seorang ibu tadi. Beliau yang menjalani kehidupan seperti mimpi, aku pun sama. Ya, seakan yang ku jalani pernah seperti mimpi. Mimpi yang bahkan untuk membayangkannya aku tak pernah. Namun akhirnya aku perlu dan harus menjalani. Menjalani kenyataan hidup yang sebagaimana mestinya. Menjalani hari dengan kehidupan normal, seperti insan lainnya di dunia ini. Walau dalam keadaan tersebut, hatiku berat menjalani. Karena aku tidak ingini.

Namun asyiknya, walau jauh dari keinginan, namun kenyataan seperti itulah yang aku butuhkan, ternyata. Karena aku membutuhkannya, mungkin. Hanya saja karena aku belum menyadari. Namun Tuhan Maha Tahu, Sungguh Peduli. Maka Dia Mengizinkanku menjalani jalur kehidupan tersebut. Ah, aku terlambat menyadari. Setelah semua berlalu, aku pun mengerti.

Semestinya…

Walau tak ku ingini, namun saat jalur kehidupan membawaku bersamanya, maka aku pun mesti melangkah di jalurnya dengan anggun. Seraya mengamati, sambil memperhatikan. Demikian yang aku jalani, untuk kehidupan yang tidak ada dalam list keinginanku. Agar aku mengerti, apapun keadaan yang ku alami pasti ada artinya dan tentu ada hikmah di dalamnya. Baik hikmah untuk diriku sendiri, maupun untuk ku bagi di lembar curahan hati di sini. Hai, semoga dengan membaginya begini, menjadi jalan bagiku untuk terus menelusuri jalan hidup ini. Jalan hidup yang membawaku pada kehidupan lebih baik lagi, jika aku lalui dengan senang hati. Jalur kehidupan yang (tak) ku ingini, namun pasti ku butuhkan.

Sehingga di jalur hidup ini, aku dapat belajar lagi. Belajar untuk menghidupkan semangat. Belajar dari sesiapapun di sekitar, termasuk belajar dari alam. Dan saat belajar, mestinya lebih sering ku sediakan waktu untuk menyimak, tak hanya mendengar. Karena terkadang, bahan pelajaran datang dari sesiapa saja. Bahkan saat aku tidak meminta sekalipun.

Yah, betapa baiknya Tuhan pada diri ini. Harusnya aku mengerti sejak awal, dan tidak menyediakan waktu untuk mengeluh (lagi). Walau keluhan terhadap diri sendiri. Mengapa ia tidak begini dan begini. Namun, mengajaknya untuk terus berlari, bangkit dan menjauh dari keterpurukan yang menghampiri.  Membawakan segenap motivasi padanya, agar terbanjiri energi lagi. Supaya ia mau belajar lagi. Belajar banyak hal dalam hidup yang tersisa ini.

Dan dari curhatan demi curhatan yang ku terima, seharusnya aku dapat belajar dari sana. Belajar menjadi pendengar yang baik, lebih utama. Karena dari raut wajah pencurhat yang ku perhatikan, ada aura lega dan bahagia di sana. Beberapa saat setelah kisah hidupnya (yang katanya menghimpit), terlepas sudah. Ah… Bahagia itu ada di saat kita mampu dan mau berbagi untuk sesama. Maka saat kita mau berbagi lebih banyak, lengkaplah bahagia membersamai. Walaupun dalam kenyataan, hidup yang kita jalani tidak seperti yang kita inginkan. #EdisiSemangatiDiri

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s