Hari ini [akan] menjadi sejarah.
Kita [mungkin] sudah berpisah.
Kebersamaan [menjadi] terbatas jarak, ruang dan waktu.
Sapa dan canda [mungkin] tak sehangat hari ini.
Karena [jarang] raga bertemu.

Walau pun begitu, kawan…

Tersenyummu selalu, [jangan] pernah jadikannya kalah oleh amarah.
Walau raga lelah, jiwa penat, namun bersikaplah tetap ramah.
Meski engkau tak mau.
Walau separuh sudi.
Karena [jarang] raga bertemu.

Walau pun begitu, kawan…

Tersenyumlah selalu. []

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s