Mewarnai Waktu

Di tengan riuhnya aktivitas, menyemutnya batas dan membanjirnya kertas-kertas di hadapan, aku pun melintas sejenak, di sini. Untuk apa? Sesiang begini? Apakah terlalu penting?

Hhmmmm… Penting ga penting siich. Sesuai keadaan. Pentingnya adalah untuk mengabadikan keadaan, menyegarkan pikiran, memperluas wawasan dan tentu saja menemukan pengalaman dari dunia lain ini. Sedangkan ga pentingnya adalah, hanya untuk merilekskan badan saja. Karena sepanjang waktu beberapa jam terakhir, ragaku seakan berlipat-lipat, kening mengeriput dan bibir menyon-menyon karenanya.

Okeeey, saatnya refresh. Hehee. 😀

Bagiku, di sini adalah tempat untuk curhat. Menelurkan beberapa kisah tentang hari ini, dan juga melegakan hati yang sebelumnya tak berkutik. Iich, selalu saja begitu. Ia yang akhirnya mau ku ajak mampir di sini… 😉

Bbbrrrr….

Sebagai seorang dengan kepribadian introvertnya, maka sangat oke bagiku untuk sering-sering berada di tengah sunyi. Ya, dibandingkan dengan berbaur dengan keramaian, aku lebih nyaman sendiri. Walau sebentar, meski sekejap, menyunyikan diri adalah langkah yang ku ambil untuk mengembalikan lagi energi yang perlahan meluntur.

Nah, sehubungan keriuhan tadi itulah, maka menyenyapkan pikir di sini, aku pilih kini. Sebab, kalau tidak begini, aku tidak tahu akan bagaimana jadinya nanti. Terlebih lagi ketika ku harus paksakan untuk meneruskan langkah di keriuhan.

Artinya? Berada di sini adalah caraku untuk menghiasi waktu demi waktu yang ku jalani. Waktu yang kadang berwarna kelabu, berseri, atau kehijauan. Waktu yang tidak selalu cerah cemerlang, bening, atau biru. Waktu yang memang pernah berwarna pink, orange, atau krem. Waktu yang semakin berwarna, dengan adanya sesi curhat-curhat begini, di sini. Hihiii… Curhat yang memang kadang ga penting, namun bagiku sangat berarti. Karena dengan begitu, aku menjadi semakin mengerti, arti hidup ini. Termasuk tentang waktu demi waktu. Termasuk juga dengan kepribadianku sendiri, yang ku pikir, memang unik.

Ah! eNggaa ngerti. 😀  []

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close