Ya, bersyukurlah lebih sering, saat ini, dan kapanpun engkau mempunyai kesempatan. Karena dengan bersyukur, akan bertambah-tambah nikmat-Nya untukmu. Banyak lagi nikmat tiada terduga yang akan menghampirimu, jika engkau melazimkan bersyukur, kawan. Maka, bersyukurlah. Syukur yang indah, syukur yang mudah, syukur yang membuatmu kembali sumringah menapak jalan hidup ini. Syukur yang bersamanya, engkau mau tergelak lagi, saat ternyata engkau menemui keadaan yang membuatmu tak habis pikir. Ooooww, ternyata begini, yaaa. Seraya menertawai kebodohan diri, engkau semakin gemar bersyukur. Karena dari kebodohan yang engkau ketahui, engkau belajar untuk lebih bijaksana, engkau belajar lebih dewasa, dan engkau sedang bertumbuh menjadi pribadi yang semakin sahaja. Karena menyadari, engkau tidak dapat melakukan segala sesuatunya dengan sempurna, sendiri. Namun kesempurnaan engkau peroleh akhirnya, dengan usaha keras dan kerja cerdas serta kerjasama. Sungguh, bersyukurlah dengan kebodohan-kebodohan dirimu. Kebodohan yang membuatmu semakin semangat menapak jalan hidup ini. Kebodohan yang memberimu kesempatan untuk belajar lagi. Agar tidak terjatuh di lobang yang sama untuk kedua kali, saat engkau tak hati-hati berjalan.

Hari ini, engkau masih mempunyai kesempatan untuk bersyukur, jika saja sebelum ini syukurmu terluput dari diri. Ya, saat ini, engkau dapat melazimi syukur. Lalu, bagaimana cara bersyukur? Memang tidak semudah berucap. Tidak juga seringan membalik telapak tangan. Namun dengan pembiasaan, engkau bisa bersyukur. Lalu, bagaimana cara agar terbiasa bersyukur? Datalah syukurmu lebih sering. Kalau perlu, catatlah apa saja yang engkau syukuri seharian ini. Agar tidak mudah dirimu mengeluh dengan keadaan. Supaya engkau mengetahui, banyak hal yang menemuimu dan itu baik bagimu. Namun kadang terluput dari ingatan, karena engkau tak mensyukurinya. Dan dengan berupaya mencatat apa saja yang engkau syukuri, engkau sedang berlatih dan ingat untuk bersyukur.

Sesungguhnya ada banyak hal yang dapat kita syukuri dalam hidup ini. Mulai dari hal-hal yang kecil dan tidak kita sadari, namun sesungguhnya mempunyai arti besar bagi kelangsungan hidup kita. Seperti senangnya hati ini saat kedua mata kita masih dapat menyaksikan pancaran sinar mentari di ufuk timur, pagi tadi. Lalu seraya melangkahkan kaki, kita menghirup udara segar di sekitar. Di tambah pula dengan aktivitas kaki-kaki yang mengayuh sepeda untuk memantabkannya mengendarai sepeda dengan berlatih rutin. Lalu terlantunlah syukur dari bibir ini, berucap “Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, untuk pemandangan langit yang cerah pagi ini, sungguh mendamaikan tatapan mata.” Dan seraya terus mengayuh sepeda sambil menikmati pagi, tetiba di atas langit terlihat sebentuk garis-garis putih memanjang, berdampingan dan masing-masingnya semakin memanjang. Ops! Rupanya roket-roket berkejaran di udara.

“Aha! Sungguh luar biasa,” teriakmu bahagia. Ini baru pertunjukkan yang hebat, tambahmu pula. Kemudian meneruskan mengelilingi lapangan sepakbola tempatmu berlatih sepeda, dengan gerakan anggun.

Aku pernah mendamba, aku mengharap dan berupaya. Sampai akhirnya, mimpi menjadi nyata, harapan berada di depan mata. Aku pun menjalaninya. Seperti dapat mengendarai sepeda, salah satunya. Berikutnya adalah duduk manis di dalam sebuah mobil hitam klimis nan sejuk ruangnya. Lalu, berjumpa dengan orang-orang luar biasa dan belum pernah ku kenal sebelumnya. Selanjutnya, berada di lokasi baru bagiku, dan aku suka dengan lingkungannya. Walau lama, akhirnya impian tercapai juga. Meski jauh jaraknya, tergapai juga. Tentu karena syukur yang melantun adanya di dalam jiwa, senantiasa terjaga. Sehingga Tuhan melimpahkan nikmat tiada terduga, di hari-hari yang ada. Sungguh, bahagia, alangkah gembira menjalaninya. Menjemput impian berikutnya dengan bersyukur senantiasa. Sungguh, sungguh, sungguh bersyukur tiada ruginya. Maka bersyukurlah kawan, sesering yang engkau bisa, semampu yang engkau mau. Karena semua akan kembali padamu juga.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s