Pengalaman pertama selalu berkesan, bagiku. Entah bagimu sama ataukah tidak. Namun sepanjang perjalanan hidupku, kesan pertama adalah hal yang sangat ku ingat. Karena bersamanya ada kenangan, cerita, kisah, pun pesan yang mengesankan. Pengalaman pertama, ia sangat berharga.

Seperti halnya pengalaman-pengalaman pertama yang lalu, semalam ku mengukir pengalaman pertama kembali. Pengalaman tak terbeli, namun dapat ku bagi. Karena ia memesankan. Pengalaman pertama tentang apakah itu?

Belajar. Aku suka belajar. Aku mencintainya seperti cintaku pada mentari. Cinta yang tak akan pernah berakhir. Cinta utuh selamanya, sepanjang sisa usia. Cinta belajar, belajar mencintai.

Belajar apa lagi hari ini? Ada banyak hal yang dapat kita pelajari. Pelajaran yang membuat kita kembali bersemangat meneruskan langkah hidup ini. Pelajaran yang hasilnya membawa kita menuju masa depan lebih baik. Pelajaran yang membinarkan mata kita, menerangkannya, hingga berkilau cerah. Belajarlah, maka engkau menjadi lebih bijaksana. Ayo belajar, untuk membuka cakrawala pandang terhadap dunia.

Belajar. Tiada kata terlambat untuk melakukannya. Walau usiamu sudah menua. Tetaplah belajar. Belajar apa saja. Dan semalam, aku belajar bersepeda. YeaaiiYhh! Bisa, yakin bisa, insya Allah. Allahu Akbar!. #Menyemangati diri.😀

Tentang bersepeda. Aku memang belum bisa. Karena belum biasa. Ahaaa? Hari gini belum bisa sepedaan? Ke mana aja aku selama ini? Hihiii, kan udah ku cerita padamu, tentang masa kecil kurang bahagiaku. Masih ingatkan fren? Hehee…

Emang iya? Uni belum bisa sepedaan? Ha.. ha.. ha.. ketawaan teman di sebelahku. Mereka tak percaya. Sungguh aneh, bisiknya.

"Eitss. Tenang, tenang, teman. Usah terkaget sebegitu. Usah terpana apalagi terpesona dengan ketidakbisaanku. Karena begitu adanya aku. Dan saat ini, aku masih mau belajar, koq," membela diri. Ihiiiyyy.

Akhirnya, masih ada kesempatan ini. Rupanya, terbuka jalan ini. Sebuah masa dimana aku berada di lingkungan yang peduli padaku, lagi. Lingkungan yang perhatian denganku, lagi. Lalu, mana bentuk peduli dan perhatianku pada diri ini? Maka ku berkata pada diri, "Ayooo… semangat, Yani. Belajarlah lagi. Karena tidak pernah ada kata terlambat belajar bagi orang-orang yang mau berprestasi. Mariii."

***

Seuntai pesan untuk diri, sebagai penyemangat untuk meneruskan langkah ini. Untuk menapak di bumi dengan lebih indah, menjadi lebih baik dan bermanfaat. Sehingga lebih mudah untuk berbagi kebaikan, bagi sesama.

Aku berjanji, untuk semangati diri lagi, sesaat setelah ia terlelah dalam upayanya. Untuk bergerak lagi, sesaat setelah rehat dari kepenatan hari-hari, dan kami belajar lagi, lagi dan lagi, untuk menjadi bagian dari orang-orang yang berarti. And do it happily.😉

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s