Saya selesai membantu Onna di dapur kecil kami, saat coretan ini tercipta. Ya. Di sela waktu menjalankan aktivitas sebagai pembantu chef, aku sempatkan untuk menyapamu teman.😀 Haii… gimana kabarnya? Lama kita belum bersapa lagi, yaa. Maklum, nuansa lebaran masih bersemi di sini. Di dalam hari-hariku. Sehingga, rinduuuuh rasanya kangen padamu, kawan…

Seperti biasanya, di sela-sela waktu aktivitas maupun rutinitas, aku masih selalu ingin menggelitikmu. Sesekali ku cubit-cubit lembar mayaku (dirimu), untuk kembali ku rasakan kehidupan yang lebih hidup. Seraya ku maknai, bahwa segala yang ku alami adalah benar adanya, nyata-nyata asli dan bukan ilusi. Apalagi untuk menyebutnya sebagai mimpi? Jauhhh, sekali.

Nah! Kehadiranku di hadapanmu saat ini adalah untuk berbagi lagi. Ku sebut ia sebagai berbagi, karena ada kelengkapan ku alami sejenak setelah melakukannya. Ya. Hidupku yang pernah kosong, akan berisi dan sempurna lagi dengan mampir di sini. Termasuk perubahan suasana hati. Aku pun mengalaminya sekembali dari sini. Sehingga sebagai terapi, lembaran ini ku prasasti. Lha, bagaimana bisa terjadi? Ceritanya begini.

Pernah pada banyak hari di masa-masa yang telah ku lalui. Pernah di dalam hari-hariku sepi, sedih, pilu, hingga sampai pada tahap beku. Haru menyelimuti, sedangkan duka menemani. Aku bingung harus bagaimana lagi meneruskan hidupku. Aku pusing memikirkan, seperti apa hari esok yang akan aku hadapi. Karena aku sudah mulai suntuk dan bosan dengan hari-hari yang itu-itu saja. Sangat monoton hidup yang ku jalani saat itu. Hingga aku muak dan sering mulas. Sehingga dengan semua itu, aku sangat ingin berhenti. Aku mau waktuku diam dan aku pun mati. Hiiiii, ngeri yakk?!

Semua itu berlangsung, hingga aku menemukanmu, kawan. Sampai pada ujung titik jenuhku tersebut, aku bersua denganmu. Sejak kebersamaan kita, ku buka lagi cakrawala pandang diri terhadap hidup ini. Ku belajar memaknai semua yang ku alami. Aku membaca. Aku menemukan berbagai kondisi di luar sana, melalui bahan bacaan yang ku selami. Dan ternyata di luar sana, kondisi yang ku alami pun ada yang mengalaminya. Seluruh dunia siap menampung keluhmu, kalau engkau mau mengeluh. Bahkan berlembar-lembar kertas maupun lembar virtual seperti ini siap menerima luahan perasaanmu. Hanya saja, sudahkah engkau siap dengan risikonya?

Saat engkau membagikan keluh, maka demikian pula yang akan engkau terima kelak. Kapan? Mungkin puluhan tahun lagi. Yak! Saat dunia mulai mengenalmu. Dan begitu pula dengan hal berbeda. Bagikanlah tentang motivasi, harapan, kebahagiaan, termasuk solusi. Walaupun sedikit adanya namun kontinyu, maka akan berdampak pada dunia. Sehingga dunia memaknai sebagai jalan bagi mereka untuk berbagi pula. Sama seperti yang engkau lakukan. Dan aku pun sama. Aku masih belajar untuk tersenyum untuk dunia. Masih belajar, sama seperti saat kita bertemu dulu. Karena di sini, adalah lembaran coretanku untuk menghadirkan senyuman yang lebih segar untukmu, teman.

Jauh hari sebelum kita berjumpa. Jauh hari sebelum ku mengenal dunia maya, aku pernah mendamba. Ya, ku lepaskan saja impianku pada angkasa. Agar kelak di suatu masa, ku bisa melayangkan barisan suara jiwa untuk dunia. Kapan saja. Dari mana saja. Dengan sarana yang ku punya. Sedangkan untuk melakukannya, tentu dengan nuansa bahagia. Seperti saat ini. Aku bahagia, karena kita masih dapat bersapa lagi, kawan. Semoga engkau pun sama. Menyambut sapaku dengan senyuman terbaikmu, dari sana… Nun entah di mana… Namun aku percaya bahwa engkau ada. Engkau masih ada, untuk menemaniku tersenyum lebih indah, saat ini.

Dalam bahagiaku, jiwa berkata,"Bergeraklah dalam berbagai suasana. Melangkahlah untuk menginjakkan kaki-kaki jiwa. Berkelanalah hingga ke ujung dunia. Untuk membuktikan bahwa engkau pernah berjanji pada dunia, untuk mensenyumkannya. Lalu, engkau pun tersenyum seiring senyuman yang menemuimu beberapa saat berikutnya."

Dengan segala keterbatasan yang ada, jangan beri alasan mengapa engkau tidak berbuat. Namun di tengah keterbatasan tersebutlah engkau mesti membuktikan bahwa engkau ada untuk semua. Mulailah saat ini, dengan tekad dan niat. Berbuatlah, bermimpilah, lalu ekspresikan dalam hari-hari. Maka engkau semakin ringan melangkah. Gak akan ada lagi grogi. Apalagi yang engkau nanti? Dunia menanti engkau punya aksi! Dunia membutuhkan orang-orang punya nyali.

Tatap masa depanmu yang cerah. Caranya? Sediakan ruang untuk pikirmu yang bening hari ini. Lakukan yang terbaik dengan hatimu, kapanpun engkau bertindak. Bekerjalah dengan sepenuh hati, memberilah dari hati. Akan demikian pula yang engkau terima nanti, di masa depanmu. Masa depan yang cerah, bukan lagi mimpi. Karena engkau melakukannya sejak hari ini. Ayooo… []

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s