Sentuhlah Hati dengan Hati

“Haii teman, percayakah engkau bahwa, suasana hatimu dapat mempengaruhi sekitar? Ia dapat mempengaruhi keadaanmu, perasaanmu, sikapmu. Maka ingatlah…”

Jalani saja, dengan tenang. Hadapi saja, dengan senang. Lalui saja, dengan jiwa pemenang. Karena hidup adalah arena apresiasi. Terkadang apresiasi positif yang kita terima, terkadang malah sebaliknya. Maka, jadikan semua sebagai sarana bagi kita untuk berekspresi. Tersenyumlah, bila dengan melakukannya membuatmu lebih baik. Bahkan hanya merasa lebih baik bersamanya. Menangislah, bila dengan begitu membuatmu lega. Bahkan hanya merasa lebih lega dari sebelumnya. Tertawalah, bila dengan tertawa, engkau bahagia. Bahkan hanya merasa bahagia bersamanya. Karena hidup ini adalah pilihan, kawan. Kembali kepada diri kita untuk menjalaninya. Maka, jalani saja dengan tenang. Dan teruslah melangkah, sebagai pemenang. Meski hanya perasaanmu saja. Ya, rasakanlah benar-benar. Karena dengan begitu, engkau menjalani hidup yang lebih hidup. Hidupmu menjadi semakin hidup dengan adanya apresiasi yang engkau terima.

Bila tidak semua yang engkau harapkan menjadi nyata, tetaplah optimis. Semakin gigih berusaha. Semakin giat berdoa. Semakin sering bertawakkal. Selalu iringi dengan berpikir baik, berbaik sangka, dan yakinlah bahwa kenyataan yang engkau alami (meski tak sebaik harapan), itulah yang terbaik untukmu saat ini. Selanjutnya, petiklah hikmah dari yang terjadi. Jadikan sebagai pengingat diri. Supaya engkau tak gegabah saat melangkah (lagi). Supaya engkau semakin berhati-hati saat berbicara. Agar engkau lebih dewasa dalam bersikap. Sesederhana itu, kawan.

Usahlah engkau bimbang bila menghadapi tantangan. Usah engkau ragu saat usahamu belum berhasil. Usah pula engkau berputus asa, ketika ternyata di perjalananmu engkau menemu goda. Tersenyumlah… Senyuman yang membuat engkau lebih kuat sebelum lemah. Senyuman yang menambah rasa percaya dirimu ketika engkau malu. Senyuman yang terbaik, senyuman dari hati.

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close