Perjalanan hidup masing-masing kita, berbeda. Karena saat usia kita bertambah, maka jalan hidup kita berubah. Sehingga dapat kita buktikan, teman-teman masa kecil yang dulu bermain bersama, kini sudah berpisah. Ada yang tinggal jauh di luar kota, pun ada yang masih di kampung halaman. Nah, bagi yang saat ini sama-sama menetap di kampung halaman, tentu suasananya sudah berubah. Keadaannya juga tidak lagi sama dengan ketika kita masih kecil dulu, bukan? Termasuk kebersamaan. Ada di antara teman-teman kita yang sudah berumah tangga, maka semakin riuh dan ramai hari-harinya dengan keluarga baru. Yha, lihat saja bagaimana kondisinya kini. Walau kita sama-sama masih berjumpa, namun auranya sudah tidak seperti dulu lagi. Begitu dalam kenyataannya.

Sebelum berumah tangga, lain-lain masalahnya kita, yaa. Dan setelah ku melihat orang-orang yang sudah berumah tangga yaa, ternyata lain pula masalahnya. Bahkan masalah-masalah yang lebih komplit, luas dan beragam pun bermunculan ke permukaan. Baik yang datang dari diri kita sendiri, mau pun yang muncul dari lingkungan. Sungguh, lengkap masalah-masalah yang ada. Akhirnya, aku mengerti kini. Aku berpikir, aku memahami. Bahwa hingga saat ini ku belum berumah tangga, ternyata ada hikmahnya. Supaya apa? Agar aku dapat mempersiapkan diri lebih siap lagi. Untuk apa? Untuk menghadapi kehidupan setelah berumah tangga nanti. Kehidupan bersama keluarga besar kami yang baru. Kehidupan yang akan semakin berwarna lagi. Kehidupan yang ku harap berlimpah kedamaian yaa Allah. Bernuansa sakinah, mawaddah, wa rahmah hingga ke jannah. Aamiin. #myhope

 

Sepanjang pengetahuanku sejauh jalan kehidupan ini, memang begitu. Seringkali ku menemukan hal-hal di luar dugaan dan ternyata terjadi di dalam sebuah rumah tangga. Bahkan yang tidak pernah terpikirkan olehku sama sekali. Baik masalah-masalah kecil yang dibesar-besarkan, atau masalah besar sesungguhnya. Maka di dalam rumah tangga, sangat dibutuhkan kedewasaan sebagai seorang suami dan atau istri. Agar, keteduhan senantiasa menaungi di dalam rumah tangga. Supaya rahasia rumah tangga kita hanya kita yang tahu dan tidak perlu di obrol-obral ke khalayak. Sehingga kembali rukun setelah terjadi perdebatan hebat, adalah pilihan. Segera menjernihkan pikiran setelah terjadi kemelut merupakan solusi. Dan bermudah-mudah dalam upaya saling memaafkan, semoga menjadi budaya di dalam rumah tangga kita. Agar sakinah senantiasa, dalam berumah tangga. Dan rumah tangga pun menjelma surga di dunia, surga yang disegerakan oleh-Nya.

 

 

 

SweetHeart

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s