Terima kasihku padamu, Ibu. Untuk segala kasih dan seluruh sayang. Siang dan malam, petang hingga fajar menyingsing, seluruh waktumu utuh untukku. Memberikan perhatian dan penjagaan, serta cinta yang ikhlas penuh kelembutan. Aku mencintaimu, Ibu…

Terima kasihku padamu, Ibu. Semoga Ibu sehat selalu, senantiasa dalam lindunganNya. Berlimpah teduh di dalam jiwa, menebar ketenangan di ruang hati.

Ibu, terima kasihku untukmu. Karena mengajarkanku hidup. Mensenyumi kehidupan, menghidupkan senyuman. Maka tersenyumlah juga saat ini, wahai ibu. Senyuman yang lebih indah. Senyuman dari hatimu yang bening dan bersih. Senyuman yang memancarkan pesona keanggunan sepanjang masa. Semoga aku pun dapat menjadi sepertimu, Ibu. Wahai pribadi tangguh. Yang meneladankanku tentang bersungguh sejak awal, melanjutkan ikhtiar dengan istiqamah, dan menjadikan tawakkal sebagai penjemput hasil terindah.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s