Galau. Semua orang pernah galau. Engkau juga kannn? Yaa kannn?

Apakah galau itu sebenarnya? Galau yang membuat hari-hari tak tenang, penuh risau. Galau yang tak menenteramkan. Galau yang membuatku mampir di sini, lagi. Galau yang sangat mengusik. Galau yang selamanya ada, because galau never end. Galau tidak akan pernah berakhir. Makanya, yuuk kita bergalau ria. Galau yang sering ada walau tidak pernah kita lihat ini. Galau yang kita rasakan meski tak ada yang tahu. Galau yang dapat kita buktikan dengan berkarya. Yak.

Seorang teman bilang kalau ia sedang galau saat menulis rerangkai kalimat ini:

"Jangan suka bilang hidup kita hampa. Kosong.

Coba dongakkan wajah ke atas. Tatap langit. Jangan tatap asbes ya😉 Sejak zaman dinosaurus hingga zaman android hari ini, itu langit sudah hampa. Benar-benar kosong.

Tapi langit punya penghiburan, punya kegiatan yang indah, sesekali melintas awan, hujan, sesekali di hiasi pelangi, sesekali dipenuhi titik-titik bintang dan bulan. Maka indahlah kehampaannya."

***

Seseorang yang baru ku kenal beberapa waktu terakhir. Belum cukup sebulan, tepatnya. Dan kami sudah harus berpisah lagi, beberapa hari lagi. Tidak sampai sebulan, masa kebersamaan kami di dunia. Maka atas kebersamaan beberapa hari di kenyataan ini, ku ingin mengabadi nama beliau di dalam kisah perjalanan hidupku ini. Perjalanan diri.

Di tengah samudera kehidupan kami berjumpa. Ya, tepat saat kami sama-sama berlayar di kapal yang sama. Kapal yang terus melaju ini, terus berlayar. Saat aku baru menjejakkan kaki di atasnya, kemudian kami habiskan waktu bercengkerama, saling menanya dan memberi jawaban. Kemudian beliau bilang harus turun… Untuk selanjutnya beliau akan mengayuh biduk rumah tangga bersama seseorang yang mereka sudah mengenal cukup lama. Okesiiipp, selamat berlayar teman… Semoga ga galau sendiri lagi, yaa. Asyiik! Ada temannya.😀

Terima kasih ya teman, untuk inspirasi atas kegalauannya ‘sebelumnya’. Hingga aku pun tahu bahwa engkau pun pernah galau, ternyata. Dari catatan kecilmu yang unik, dear Laila.

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s