Anak yang dibesarkan dengan cemoohan, maka ia belajar rendah diri. Makanya, ingatlah, saat kita sebagai orang tua meledek atau mencemooh seorang anak. Karena akan berefek pada hari-hari di masa depannya. Sebab, mereka akan teringat semua, seiring dengan bertambahnya usia. Mengapa? Karena ingatan mereka masih kuat ketika anak-anak.

Meskipun seorang anak mendapatkan cemoohan, bukan berarti masa depannya selalu kelabu. Akan tetapi dapat berpijar cemerlang saat ia menanggapi cemoohan dengan tepat!. Alhasil, ia terus melangkah dengan gagah karena ia menjadikannya sebagai pendobrak semangat. Sebab? Ia tahu bahwa dirinya bukan seperti yang ‘mereka’ kira. Karena ia memahami dirinya lebih baik dari seperti cemoohan tersebut.

Biarlah anjing menggonggong, namun kafilah tetap berlalu. Begini falsafah hidup yang ia jalani kini, esok dan nanti. Karena walau bagaimanapun juga, masa depan ada di tangannya. Dan ia adalah pemenang bukan pecundang. Maka ia pantas menjadi orang besar dan hebat. []

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s