Bicara tentang anak-anak, apakah yang terlintas dalam ingatanmu teman? Lalu, bagaimana engkau menjabarkannya dalam rerangkai kalimat?

Menurutku, dunia anak-anak identik dengan permainan, wajah polos, senyum sumringah, dan keunikan yang tak pernah terbayangkan dalam pikiran. Tetiba, sudah beraneka ulah mereka lakukan. Spontan, seketika, sekejap, namun terbawa-bawa ke dalam kenangan. Begini versi aku.

Ya, bagaimana tidak? Karena sepanjang pengalamanku bersamai hari-hari mereka, mampu menggali semua emosiku. Apakah emosi negatif, maupun positif. Mudah saja bagi mereka membuat kita tersenyum, tertawa, bahkan sampai tahap marah-marah karena sisi sikap mereka. Padahal mereka tak bermaksud membuat kita marah, namun kita saja yang tak mampu mengendalikan diri. Maka, untuk dapat menyayangi mereka, kenali diri mereka dan pahami diri kita. Niscaya, kita mampu menjaga segala emosi yang datang silih berganti sepanjang waktu bersamai anak-anak.

Saat kita sudah mengenali mereka pun diri kita, maka akan muncul cinta dan kasih sayang. Selanjutnya, waktu bersama semakin menyenangkan. Kenangan setelah kebersamaan abadi selamanya. Dan ketika raga berjauhan, ingatan menjadi tali penguat cinta dan sayang terhadap mereka. Karena aslinya, dunia anak-anak itu ‘ngangenin’ lho…!?

Hohooo… Iyap! Karena di dunia seperti mereka lah kita mau bermain-main, berbahagia, menemukan diri, mencoba hal baru, menertawakan hal sepele, bahkan menertawakan diri sendiri. Dan kita enjoy melakukannya tanpa beban sedikitpun.

Di dunia anak-anak pula, kita belajar bangkit setelah jatuh. Belajar berjalan setelah merangkak, belajar berdiri dan berlari, kemudian terjun bebas dari tempat tinggi sesekali. Bahkan guling-guling tanpa sadar. Aauch! Benjol di kepala ga enak rasanya, teman, sakitt!!. Eits! Tapi lebih mending dari pada sakit hati. Susah sembuhnya kalau ga tau obat. #Hehee|ntermezzo.

Hampir setahun terakhir, hariku bersama anak-anak. Mereka adalah duo bocah lucu ponakanku. Putri-putri balita yang menggemaskan ini, merupakan teman bermainku. Ya. Saat kedua orang tua mereka tidak membersamai waktu mereka, maka kami pun asyik bermain bersama. Main apa saja. Intinya adalah supaya ada senyuman di wajah. Nah! Terkadang ku ajak mereka narsis-narsisan. Lhaaa, mereka pun mau aja. Malah ngalahin kenarsisanku, huwwaaaaa. #Akhirnya|ku|punya|teman. Bahagia? Tentu iya. Gembira? Sering. Marah? Akhir-akhir ini ku tak mudah marah lagi. Karena kami sudah saling kenal. Aku mengenal mereka beberapa persen. Dan aku pun mulai mencintai mereka, menyayangi dan menjadikan mereka sahabat kecilku. Sahabat unik, teman yang cantik. ^^ Cupcup… *_*

Dalam waktu kebersamaan, selain bermain, sering kami bernyanyi, menyantap cemilan, bersih-bersih halaman, bertanam bebungaan. Bahkan gotong royong melahap buah-buahan yang tersedia di kulkas. Oh, lalaaa… Lalu kami hiasi waktu bersama dengan lebih banyak bersukaria, bergembira, berbahagia, bersenang-senang, dan mendengarkan suara-suara mungil mereka. #Alangkahlucunya.

Sesekali, terlihat sang kakak mengusili adik. Saat yang sama, terdengar rengekan si adik memohon pembelaan. Terkadang berupa teriakan atau menangis dan meringis. Idiich, di sesi ini aku pernah mengalami peninggian emosi. Tapi ini dulu. Duluu, sekali. Di awal kami bersama. Saat aku masih belum mengenal mereka sebaik saat ini. Dan untuk mengatasi keusilan sang kakak dalam waktu akhir-akhir ini, ku memberi pengertian dan pemahaman dengan suara lembut dan bernada rendah. Karena anak kecil membutuhkan pengayoman dan kelembutan. Sehingga mereka sang kakak mengerti, bahwa adiknya perlu mendapatkan kasih sayang darinya. Awalnya memang rumit dan membutuhkan usaha keras. Namun seiring waktu dan latihan, maka berlemah lembut dengan anak kecil ternyata mudah lho. Hanya perlu membiasakan diri. Insya Allah terbiasa. Karena dengan kelembutan pula, kasih sayang mudah kita semaikan. Kemudian tumbuh subur dan bersemi dalam hati mereka. Hati yang masih bening, bersih, belum bernoda, putih nan suci. []

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s