Masa remaja adalah masa transisi. Pada masa ini, terjadi perpindahan dari usia anak-anak menuju dewasa. Sehingga orang tua harus memberikan perhatian lebih pada putra-putri remaja mereka, agar tidak menyesal kemudian. Karena masa remaja adalah masa yang rentan terhadap mereka.

Misalnya remaja yang terlibat salah pergaulan karena ikut-ikutan teman yang tidak tepat. Ini kalau kita tinjau dari sisi negatifnya. Namun ada pula sisi positifnya. Bagi remaja yang ‘tahu diri’, maka mereka akan memanfaatkan masa remajanya untuk mengukir prestasi terbaik sebanyak-banyaknya. Sehingga mampu membuat orang tua dan orang-orang yang mereka sayangi pun menyanyanginya bangga. Dalam hal ini, didikan dan perlakuan orang tua terhadap remaja mempunyai peranan sangat penting.

Saat seorang anak berada pada fase remaja dalam kehidupannya, maka ia sangat membutuhkan contoh, nasihat, pesan, dan teladan terbaik dari lingkungannya. Dan lingkungan terdekat baginya adalah keluarga. Walau tidak dapat dimungkiri, pada masa ini mereka mulai bergaul lebih intens dengan teman sebayanya, teman dekat dan atau sahabat. Maka, saat orang tua lengah dalam memberikan peran, anak-anak mereka yang kini telah remaja tersebut pun terjun ke lingkungan luar dengan lebih bebas. Sehingga, saat orang tua tak cepat mengambil peran, mereka akan kehilangan kebersamaan dengan anak remaja mereka. Dan seiring waktu bergulir, remaja akan tumbuh dewasa. Lalu mereka pun akan benar-benar semakin kehilangan kebersamaan. Wallahu a’lam.

Saat remaja melakukan kesalahan, maka tegurlah dengan penuh kebijaksanaan. Bukan malah menyalahkan tanpa kendali dan kontrol. Karena remaja adalah pribadi yang memerlukan teladan, meski dalam kondisi mereka disalahkan. Makanya, orang tua yang bijaksana akan memberikan perhatian dan pengayoman terbaik pada anak remajanya. Bahkan sampai tahap menjadikan mereka sebagai teman yang baik. Sehingga komunikasi antara orang tua dan anak remaja pun lebih rileks dan menyenangkan. Penuh pemahaman, tanpa kesalahpahaman. Meski benar sesekali konflik sempat mampir, namun tak terlalu berarti. Karena mereka mengerti remaja adalah masa transisi. Hihiii. []

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s