Impian adalah segala sesuatu yang bukan kenyataan saat kita menciptanya. Dan kita ingin ia menjadi kenyataan. Sehingga memerlukan proses agar ia terwujud. Apakah dalam waktu lama atau cepat? Apakah jauh atau dekat? Apakah mudah atau sulit? Melalui jalan sunyi atau di keramaian? Semua adalah misteri sebelum impian terwujud.

Impian. Walau pun ia berbalut misteri, namun ada keasyikan yang kita rasai saat menggapainya. Saat kita menjemput impian bersama harapan. Karena bersama harapanlah, kita menempuh proses menuju impian. Proses yang tak selalu mulus, akan tetapi berhias onak duri atau pun kerikil di sepanjang perjalanan yang kita tempuh.

Impian sering menampakkan wujud pada kita, saat proses menujunya kita jalani. Impian yang terkadang melambaikan tangan dan jemari untuk kita rengkuh. Impian yang terkadang ‘tega’ membiarkan kita bermandi peluh, berdarah-darah atau kecebur di sungai perjuangan. Ya. Impian membiarkan kita menempuh semua tahap dan memberi kita kesempatan untuk menikmatinya. Hingga saatnya tiba, kita pun mendekat dengan impian. Lalu ia menyambut kita dengan senyuman sempurna. "Engkau hebat! Luar biasa!" bisiknya di antara hela nafas kita yang masih berburu dengan waktu. Karena kita pikir belum bertemu dengannya. Sehingga kita terus melaju. Namun ternyata, impian sudah di depan mata. Aha! Alangkah bahagianya di dalam jiwa. Bahagia yang menyemburat senyuman puas di wajah. Ada lega, senang, dan perasaan yang tak mampu terwakilkan oleh kata-kata. Hanya ada bahagia.

***

Saat impian menjadi kenyataan, tak ada yang tak bahagia. Apalagi kalau saat menjemput sang impian penuh pengorbanan. Tentu semua berbalas sudah.

Namun, apa yang terjadi pada diri, saat perjuangan masih berlangsung, pengorbanan terus berlanjut dan letih raga semakin bertambah, pikiran penuh, jiwa menggelora semangat. Akan tetapi impian masih nun jauh di ujung. Jauuuh… Belum tergapai. Tinggii… Belum terengkuh. Maka bagaimana upaya diri?

Saat impian masih jauh dari kenyataan. Maka jangan lelah, kawan. Usah cemas, teman. Jangan pernah letih! Jangan bilang putus asa. Namun keep spirit menempuh proses dalam mewujudkannya. Insya Allah, pasti ada jalan. Jaga terus kemauanmu, pelihara tekad dan keyakinan. Lalu ketika ada kesempatan di depan, cepat ambil dengan segera. Buktikan bahwa ia menjadi jalan sampaikanmu pada impianmu. Ya. Usah menunggu apalagi menanti. Jangan ragu. Ayooo maju! Impianmu ada dalam genggaman selagi engkau miliki kemauan. Maka, bergeraklah, bergegaslah.

Jangan matikan tekad walau engkau kekurangan materi. Jangan patah semangat saat ada yang menghina diri. Jangan putus ada ketika halangan merintangi. Jangan kecewa, saat gagal sekali. Karena para juara dan pemenang adalah mereka yang bangkit lagi dan bangkit lagi, bangkit dan bangkit lagi. Hingga mereka pantas berada di garis depan impiannya. Mereka membuktikan bahwa, impian tak hanya ilusi, namun merupakan wujud diri. Karena mereka ada, maka impian membantu mereka bangkit sekali lagi. []

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s