Mati adalah pasti. Karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Mereka, kita, aku, engkau dan dia juga sama. Kita sama-sama akan menjalani yang namanya kematian. Baik tua, muda, balita, bayi, bahkan yang masih berada dalam kandungan pun tidak luput dari kematian. Terlebih yang sudah berusia senja, maka beliau pun pasti mati. Sudah tentu.

Nah! Karena semua kita akan mati juga akhirnya, maka bagaimanakah persiapan kita sebelumnya? Agar kematian kita menjadi kematian terindah. Kematian yang kita rindukan, hadirnya. Kematian yang bukan kita takuti, namun kita mempersiapkan diri dengan persiapan terbaik. Ya, bagaimanakah persiapan kita, teman?

Aku, engkau, kita sama-sama belum mengalami kematian saat ini. Belum. Ya. Belum saja. Karena saat ini kita masih dapat bersitatap mesra melalui untai aksara. Kita masih dapat bersama dalam pertemuan tanpa raga. Kita masih bersua dan bercakap bahagia tentang persiapan kita. Persiapan untuk menghadapi kematian kita, pula. Kematian yang pasti akan kita hadapi. Entah beberapa saat lagi, esok, lusa atau kapan? Semua kita tak pernah diberi tahu waktunya. Karena kematian adalah salah satu rahasia-Nya.

Karena kematian adalah rahasia, maka kita perlu mengingatnya selalu. Kita ingat-ingat, agar kita bersiap. Supaya kita tak lengah saat kematian mendekat. Namun berada dalam posisi taat kepada-Nya, yaa. Aamiin yaa mujibassailiin. Jadikan kami meninggal dengan cara yang terbaik ya Rabb, husnul khatimah, kematian terindah. Aamiin yaa Rabbal’alamiin.

Semenjak dulu, di lauhul mahfuz, telah terdata jangka waktu hidup kita. Berapa tahun jatah usia? Sudah tertulis jelas di dalam catatan-Nya. Sekarang kita menjalani kehidupan, seraya menjelang detik-detik menuju akhir waktu kita di dunia. Berapa lama lagi kah?

Aku pun tidak tahu. Sama sekali ku lupa akan hal ini. Tentang perjanjian jatah usia di dunia. Maka mempersiapkan diri dengan kebaikan dari waktu ke waktu adalah pilihan. Supaya sisa waktu di dunia ini, bermakna tak lagi tersia. Walau pernah ada detik masa yang terbuang percuma sebelum saat ini. Meski waktu hidup ada yang tak bermanfaat. Semoga, dengan mengingat kematian saat ini, menjadi jalan bagi kita untuk bertaat yaa. Karena kita tak tahu, teman. Kapan kita akan meninggalkan dunia ini dan meneruskan perjalanan bersama kematian. ???.

Tadi malam, salah seorang tetangga kami meninggal dunia. Usia beliau masih muda. Tidak mengalami sakit dalam waktu lama. Namun hanya dalam pekan terakhir, beliau sempat dirujuk ke rumah sakit di ibukota propinsi untuk mendapat perawatan. Kabarnya beliau akan menjalani operasi karena sakit yang beliau derita. Akan tetapi sebelum sempat menjalani operasi di bagian perut beliau, tersebut. Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun, Allah Yang Maha Memiliki telah memanggil beliau kembali. Dan beliau pun berangkat memenuhi panggilan-Nya walau di usia yang masih muda. Tiba-tiba, tak perlu waktu lama. Atau tak menunggu sembuh dulu. Karena demikian jalan kematian beliau. []

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s