Di tengah perputaran roda kehidupan, kita berada kini. Kita yang harus bertanya lebih sering, apakah yang ku lakukan saat ini? Ya. Karena apa pun aktivitas kita, akan dipertanggungjawabkan kelak, saat kita sudah keluar dari roda. Apakah kita sudah siap?

Sejauh apa kesiapan kita? Saat menghadapi satu kondisi, roda kehidupan kita berhenti. Lalu di posisi manakah kita saat itu? Apakah di bawah dalam keadaan penuh kemunduran, terluka, sendu, bahkan berselubung duka? Atau di posisi bagian atas, berteman cengkerama dan riang tawa, bahagia dan tertawa bersama, ceria bersama kesenangan yang membuai?

Sejenak setelah roda kehidupan berhenti, kita baru ingat dan tersadarkan untuk berkemas. Karena kehidupan bukan lagi untuk kita. Sedangkan sebelumnya, kita asyik dan menyita waktu-waktu yang kita selami.

Roda kehidupan yang

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s