Saya dalam perjalanan meneruskan langkah, ketika catatan ini tercipta rapi. Catatan yang mengingatkanku pada suatu hari. Hari yang membalutiku dengan warna cerahnya biru dari langit. Hari bertabur lumpur dari lutut ke bawah. Hari yang indah pun sumringah! Ah! Jeda melangkah yang sangat berkah, bukan?

Sepagi hari hingga menjelang tengah hari kami habiskan di sawah. Menyebar benih, melunyah lumpur dan merapikan jaring-jala penangkal musuh. Selanjutnya berhiaskan senyuman di pipi agar waktu semakin nikmat terasa. Yah! Alangkah indahnya berekspresi seperti ini, meski di bawah terik mentari nan gagah. Aku suka. I like this moment.

Terima kasih mentari, cinta, dan waktu yang bersahaja menemani kami berbahagia ria. Semoga angin yang semilir menepikan jerami kering ke pematang sawah, kembali mau ku ajak serta meneruskan langkah-langkah ini. Semoga semakin indah, nan ringan. Aamiin. []

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s