Sekali-sekali pergilah rekreasi. Agar hilang suntuk di pikiran. Supaya terang perasaan. Semoga bertambah pengetahuan dan berkembang pengalaman. Karena hari-hari yang kita jalani pasti menitikkan sepercik dua percik tinta ilmu dan pengalaman bagi pelaku kehidupan. Nah! Kalau saja kita tak pandai mengendalikan dan mengatur arah perjalanan, alamat sesat di dalam perjuangan. Wallahu a’lam. Semoga jalan terang yang membentang di hadapan kita lalui dengan senyuman, yaa kawan. Lebih sering, semakin berbinar dan berseri-seri. Begini harapan sang pejalan sepertiku ini.

Beberapa waktu terakhir. Aku menyadari. Aku tak memungkiri. Aku memahami. Aku masih saja belajar menekuri. Tentang hikmah apakah yang terselip untuk ku petiki dari detik ke detiknya…???? Lagi dan lagi, aku tak henti. Namun semakin tertantang semangat untuk melangkah lagi. Seraya menguliti pesan dan kesan di sepanjang hari.

Hari hari yang ku jalani sering berwarna warni. Terkadang warnanya terang pun tak jarang kelabu. Huhuuu. Sungguh mengharukan. Apalagi akhir-akhir ini. Saat ku tahu bahwa tak semua sesuai harapan. Yak. Karena seiring bergulirnya waktu, kenyataan hidup ini semakin berwarna. Penuh misteri, berbalur kejutan. Ah! Sehingga ku hanya bisa mengalah dengan tersenyum gagah. Sebelum sempat merutuki keadaan, maka ku nyalakan lilin-lilin kecil di sepanjang jalan mendaki yang ku lalui. Sehingga walaupun kelam malam sempat membuatku kebingungan, namun tak berlangsung lama. Karena masih ada lilin kecil yang menyala, saat beberapa diantaranya padam dan tidak menyala lagi. Dan tahukah engkau teman, bahwa lilin kecil yang masih menyala itu adalah ‘harapan’. Sering ku sebut ia asa yang datang menjelang. Harapan yang mengerjapiku dengan tenang, ketika ku sempat hampir limbung saat melangkah. Karena asa alias harapan ini, membawa sejumput ingin tahu untukku selami hingga ke dasarnya. Lalu saat kami sudah bersama, ku senyumi ia dengan tulus hati dan wajah berseri-seri. Yes.

Pergilah berjalan-jalan melihat alam. Maka akan kau hirup segarnya angin sebagai bonus saat melangkah. Engkau akan mendapat terik mentari yang mencubiti kulit tanganmu sebagai tanda persahabatan. Dan yang lebih penting, akan engkau temui wajah-wajah baru mensenyumimu, sebagai bukti kekuasaan Tuhan. Maka berjalanlah lagi dan lagi. Seraya mengedarkan arah pandang ke sekeliling. Hamparan hijau rerumputan pun tersenyum menyambutmu. Buktikanlah, kawan.

Semenjak berada di rumah lagi, aku menjadi sangat jarang jalan-jalan. Hikshiks. Sedih di hati terasa sedikit. Saat ku mengenang indahnya menikmati alam lepas ketika meneruskan perjalanan. Namun ku masih mencoba menata hati, meluruskan niat tentang kepulangan. Sehingga hari ke hari pun menjadi ringan ku jalani. Diringan-ringankan, bisa jadi. Hihiii.😀 Daripada merutuki hari, lebih baik menjadikannya lebih berseri. Walau aslinya, tidak selalu berseri-seri. Karena terkadang tetiba merembes airmata di kelopak mata bawah, lalu menitik di pipi. Terkadang berubah menjadi sebentuk gumpalan di hati. Aku masih belajar memaknai semua ini. Ada apa dengan misteri hari ini?

Seraya ku maknai hari, ada yang mengajakku pergi-pergi. Terkadang untuk menemani, dan yang masih ku ingat hangat di ingatan saat ini adalah tentang pesta rakyat. Yah, selagi masih baru, maka ku ingin berbagi secercah isi hati. Haiii, betapa senangnya ia lagi. Saat keluarga kecil kakakku yang terdiri dari duo kurcaci, Kak ipar dan Onna, mengajakku pergi melihat pesta rakyat ‘pacu kuda’.

"Hahaa… Asyiikkk sekaliii,😉 ayoo kita pergiii," bisikku seraya menari-nari dan hati berbunga inai warna pinki dan ungu.

Lama sudah ku tidak lagi menyaksikan pesta rakyat yang satu ini. Sekali-kalinya adalah saat ku masih kecil dulu. Entah tahun berapa. Yang pastinya, kunjungan tahun ini adalah untuk kedua kalinya bagiku. Sungguh miris mengingati masa kecil kami yang sangat jarang bisa pergi-pergi. Selain karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, tentu karena kesibukkan orang tua mencari rezeki. Maka kami syukuri keadaan kami dan meniadakan acara liburan seperti itu. Huhuuu… Tapi semua sudah berlalu, yaa sudahlah yaa.

Kemarin tepatnya, hari ahad di awal bulan. Keluarga kecil kakakku pun berencana melihat pacuan kuda. Berbekal restu orang tua yang tidak mau ikut serta, maka aku pun melangkah jua. Walau berat hati. Meski setengah hati. Karena ku terkenang masa kecil kami. Haiii#tolong#abaikan#kawan#kemelowanku#ini. Cukuplah sampai di sini menangisinya. Selanjutnya, yuuk kita melihat acara pacu kuda, yuuk.

Semenjak kemarinnya sebelum berangkat, rencana sudah tersusun. Rapi jali. Kami berangkat semobil yang terdiri dari supir (kakak ipar) dan penumpang (etek mintuo Onna) serta beberapa anak-anak keluarga dekat kami. Maka saat hari H tiba, kami pun berangkat ramai-ramai. Duduk manis seraya menikmati alam, hingga sampai di tujuan dengan selamat. Alhamdulillah… *Kondisi seperti ini pernah ada dalam impianku, dan akhirnya menjadi kenyataan. Terima kasih Onna dan Kakak ipar yang berbaik hati mengajakku pergi-pergi (lagi). I lop yu so mac. Nah, dengan adanya acara pergi-pergi seperti ini, aku sangat suka. Karena di perjalanan banyak hal dapat kami lihat, mencuci-mata dan menemukan inspirasi, tentu ada.

Untuk melakukan perjalanan, pastinya membutuhkan waktu, biaya, juga kemauan. Maka terpikirku kini: agar dapat jalan-jalan hingga ke ujung dunia sekalipun, pasti memerlukan semua itu. So, how about your opinion, dear friend?

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s