"Saling memberi dan menerimalah dengan sukarela. Karena kita manusia, tak ada yang sempurna."

***

Untuk dapat memberi, maka kita harus mempunyai. Untuk mempunyai, maka kita perlu mengumpulkan. Untuk mengumpulkan, maka mesti ada gerakan, usaha, pengorbanan, tenaga, waktu dan pastinya kemauan diawali niat. Karena kemauan merupakan batu pijakan untuk mengusaha, bergerak, berkorban, bertenaga dan meluangkan waktu supaya kepastian sebuah pemberian dapat terwujud. Ya, lebih kurang begitu, menurutku. Lalu, bagaimana pendapat mu teman? Tentang pemberian.

Untuk dapat menerima, maka perlu ada kerelaan. Mesti mempunyai sikap keterbukaan. Harus siap berada di bawah. Dan pastinya, agar dapat menerima pun membutuhkan gerakan, kemauan, tenaga, pun kesiapan. Karena apabila semua itu tiada, penerimaan tidak akan berjalan baik. Namun apa yang harusnya kita terima akan meluber ke mana-mana, melimpah tak tentu arah dan terbuang percuma. Sehingga antara pemberian dan penerimaan, sesungguhnya sangat erat kaitannya. Mereka setali dan saling berkaitan. Saling menaut dan tidak terpisahkan. Karena mereka adalah saudara kembar yang lahir ke dunia ini untuk saling melengkapi. Begini menurutku tentang mereka berdua. Lalu, bagaimana pendapatmu teman?

Sesiapapun yang bermental pemberi adalah pribadi berkelimpahan. Dan siapapun yang menerima dengan rela akan menjadi penuh ketahudirian. Sehingga apabila keduanya melekat pada diri seseorang, dapat engkau bayangkan teman? Bagaimana ciri yang menempel pada dirinya?

Yap! Seorang yang mau memberi pun suka menerima, menjadi sosok yang mudah dikenal orang. Mereka akan sangat dekat dengan orang yang ada di bawahnya dan saling akrab dengan orang yang ada di atasnya. Sehingga mereka bersahabat akrab. Karena mereka saling memberi dan menerima. Ya. Lebih tepatnya adalah saling melengkapi.

Betul. Ketika kelebihan yang ada pada orang yang satu diberikan pada yang lainnya, maka yang menjadi pihak penerima pun terlengkapi sudah. Begitu pula sebaliknya. Saat ia mau menerima dengan perasaan suka dan rela, maka pemberi pun senang hatinya. Sehingga mereka pun bahagia bersama-sama. Ada senyuman yang tampak pada wajah keduanya, sebagai bukti bahagia. Bahkan kita juga dapat melihat pada sorot mata, jika pun senyuman belum ada di wajahnya. Begini ampuhnya sebuah pemberian dan penerimaan. Keduanya adalah jalan sebarkan kebahagiaan.

Sebuah pemberian menjadi sangat bermakna apabila pemberi memberikan sesuatu yang betul dan benar sangat dibutuhkan oleh penerima. Sehingga bukan untuk main-main, kalau kita memberi. Bukan juga sebagai pembuangan dari apapun yang tidak kita butuhkan lagi. Sehingga pemberian kita pun jelek-jelek karena kita sudah tidak menyukainya lagi. Lalu, bagaimana perasaan penerima? Saat ia tahu bahwa kita memberi kejelekkan padanya? Apakah ia akan sukai? Atau malah sebaliknya? Ia balikin lagi ke kita, karena marah, barangkali. Hihiii. Mungkin engkau punya pengalaman tentang tragedi yang satu ini fren? But, semoga gak ada yaaa… Penerima yang ngebalikin lagi sesuatu yang mestinya ia terima. Namun ia mau menerima dengan suka karena berbagai alasan. Bisa untuk membahagiakan pemberi atau mewujudkan syukurnya atas pemberian yang ia terima. Semoga, semoga saja setiap pemberian apapun dari kita adalah yang terbaik yaa. Sehingga penerima pun senang hatinya dan sukarela menerima.

Berbincang tentang pemberian dan penerimaan di sore sesejuk ini, aku teringat pada sebuah kisah. Kisah tentang dua orang yang berbeda. Perbedaan terjadi karena usaha masing-masing pun berbeda. Perbedaan lantaran kemauan keduanya pun tak sama. Sehingga berbedalah mereka dari segi materi. Yang satu orang kaya raya dan yang lainnya kekurangan harta. Maka pada suatu ketika, mereka bertemu di sebuah lapangan hijau. Bukan atas rencana mereka, namun atas izin Allah. Sehingga singkat cerita, terjadi dialog antara si kaya raya dan si papa, begini.

Si kaya raya : Mas, mas, lagi apa di sini? (Orang kaya bertanya pada si papa dalam tanya saat awal pertemuan. Walau mereka tak saling kenal. Meski keduanya belum pernah jumpa. Sehingga tak terlihat perbedaan status mereka. Karena si kaya raya nan sahaja, terlihat begitu sederhana penampilannya.)

Si papa : Mmmm… Lagi ngadem aja Mas, udara panas sekali, nih. Kebetulan aku baru kembali dari ladang. Berhubung perjalanan masih jauh menuju rumah, maka ku rehat sejenak di bawah pohon rindang dekat lapangan ini. Sedangkan Mamas sendiri lagi apa?

Si kaya raya : (tersenyum manis. Penuh makna) Sammmaaa. Aku juga. Lagi dalam perjalanan. Karena sejak seharian tadi, aku berkeliling lari-lari santai sambil nyari angin, Mas. Nah, barusan kelelahan banget. Jadi dech, kita jumpa di sini. Hihii…

Lalu dalam waktu yang singkat pun mereka terus bertukar informasi tentang berbagai hal. Termasuk aktivitas sehari-hari, keluarga, hingga tempat tinggal. Sampai akhirnya terkuaklah status sosial masing-masing, yang seorang kaya raya sedangkan seorang lagi kekurangan harta. Namun siapa sangka, pertemuan mereka berdua membawa hikmah. Karena selanjutnya, si kaya raya meminta si papa untuk datang ke rumahnya dan menjadi bagian dari keluarganya. Oleh sebab si papa sangat pintar dan cerdas dalam segi keimanan. Sedangkan si kaya kekurangan iman. Maka mereka pun akhirnya menjadi sahabat akrab. Sejak si papa menjadi penasihat rohani bagi si kaya raya.

Akhir cerita, mereka hidup rukun dalam kedamaian sampai beberapa tahun kemudian dan masing-masing berketurunan. Setelah kebersamaan yang mereka jalani dalam naungan koridor saling melengkapi. Karena masing-masing mereka saling memberi dan menerima. Tanpa pernah ada yang merasa lebih. Inilah kuncinya. [200416]

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s