Tiga April, tanggal hari ini. Hari libur terakhir di akhir pekan. Awal libur di awal bulan. Satu hari yang tidak terlalu spesial. Ya. Karena biasa saja. Sama seperti hari-hari libur lainnya. Semua sama seperti libur kali ini. Sebelumnya memang begitu. Sebelum engkau datang. Namun, keadaan berubah. Nuansa berbeda, saat engkau datang lagi. Siapakah engkau kiranya? Hingga mampu menjadi pengubah hari? Menjadi pewarna keadaan?

Engkau. Keberadaanmu dalam kehidupanku, sudah sejak lama. Dan kita bertumbuh bersama, beranjak dewasa sama-sama. Hingga hari ini tiba, kebersamaan kita sama-sama. Sama-sama berada di sini, di rumah kita sendiri. Rumah yang sudah sekian lama kita tinggal pergi. Rumah yang saat kita kunjungi lagi, ternyata masih sama. Ya. Sama seperti ketika kita meninggalkannya dulu. Di rumah ini pula, sepagi ini sejak mentari belum mensenyumi alam, aku sudah bersibuk ria. Hahaa. Beraneka kesibukkan ku lakoni. Mulai urusan kasur, dapur, sumur, sampai mengajak main seorang ponakan yang lucu. Huhuuy, pokoknya asyik dech. Walaupun aku menemaninya bermain, namun aku ga mau main-main. Namun ku kerjakan saja kegiatan yang dapat ku lakukan. Sedangkan si kecil, asyik sendiri, akhirnya. Kami pun tak terlibat interaksi lagi untuk beberapa lama. Hihiii.😀

Saat kami sedang asyik di dapur, engkau pun datang. Ya. Kedatanganmu yang tiba-tiba, sempat mengagetkanku. Sejenak ku berpikir, suara siapa di sana? Ketika engkau memanggilku dengan suara khasmu. Suara laki-laki dewasa, berat, dan aku yakin sangat mengenali suara itu. "Suara siapakah itu?" bertanyaku di dalam hati. Lalu sempat pula ku menerka, sang pemilik suara. Nah! Saat pikirku baru menepi pada nama seseorang, ternyata engkau sudah muncul dan dekat denganku. Iiiiiiiihihihii, terkaanku melenceng. Heheee. Aku kaget. Aku terkejut. Surprised juga sekejap. Ahaahaaa. Ternyata engkau datang tiba-tiba. Tanpa kabar-kabari terlebih dahulu. Siapakah engkau sebenarnya?

Setelah menyahut sapamu, memandang kondisi terakhir ragamu. Utuh sempurna tanpa kurang satu apapun. Sehat wal’afiat dan alhamdulillah yaa. Kemudian ku seduh segelas teh hangat sesuai permintaanmu. Dan tanpa terlibat banyak bicara, kita pun berjarak lagi. Karena engkau pun segera berlalu menyusul amak ke sawah. Setelah sebelumnya engkau menanyakan tentang beliau padaku. Pertemuan singkat kita pagi ini, sungguh menjadi berkesan. Aku suka kejutan dan hadirmu yang tiba-tiba seperti ini. Engkau yang ku hargai, ku kagumi, ku teladani semenjak dulu. Lalu, siapakah engkau sesungguhnya?

Tak banyak bicara, kalem pembawaannya. Tegas dan punya prinsip teguh, serta jarang tersenyum. Hihii, sampai saat ini sejak dulu, memang begini rupamu di mataku. Bersama wajah sangar dan mata tajam, engkau sering berhadapan denganku. Kemudian, diiringi dengan beberapa patah kata saja saat kita bicara dalam interaksi. Itu sudah cukup. Karena seingatku, kita sangat jarang lucu-lucuan bersama. Begini adanya aku terhadapmu, sedangkan engkau padaku pun sedemikian adanya. Sehingga kalau ku uraikan dalam rerangkai kata tentang kesan bersamamu, bisa ku simpulkan dengan satu kata, "cool". Kesan yang biasa saja, santai, tak terlalu hangat atau beku. Mungkin karena sifatku yang tak banyak omong, bisa jadi. But, bagaimana pun engkau tetap bintang di hatiku. Sebagai bagian diri ku yang lain, karena kita saudara. Lalu, siapakah engkau yang tetiba datang sampai membuatku terkaget dengan kehadiranmu pagi ini?

Engkau murah hati padaku, baik, pengertian, perhatian, dan hari ini memberiku selembar rupiah untuk jajan. Wah, surprise lagi dech, aku. Hohooo… Insya Allah ku gunakan untuk keperluan penting dan bermanfaat. Semoga berkah dan murah rezekimu selalu, yaa Bro! Doaku yang terbaik, menyertaimu. Semoga lancar segala urusanmu, ringan saat melakukannya, berbuah bahagia di dalam prosesnya. Sehingga aktivitas apapun yang engkau lakukan, senantiasa mendapat ridha dari-Nya. Aamiin. Keep hamasah, yoops. Semangat selalu, selalu semangat. Allahu Akbar! Engkau pasti bisa meraih citamu, menjemput impianmu bersama usaha dan doa. Lalu, siapakah engkau sesungguhnya?

Engkau yang menjadi bagian dari inspirasiku untuk catatan hari ini. Engkau yang memang tak setiap hari dapat ku pandangi wajahmu. Engkau yang semoga sehat-sehat selalu, saat kita berjauhan raga lagi, nanti. Dan semoga senantiasa mampu mengemban amanah apapun yang sampai padamu, dengan baik. Aamiin. Engkau yang menjadi salah seorang harapan orang tua kita. Karena sebagai laki-laki pertama dalam urutan keturunan ayah dan amak, tentu kebanggaan beliau bersandar pada bahagiamu. So, are you happy, now, Bro? Engkau saudara ku. Sekali lagi ku bertanya, siapakah engkau sesungguhnya?

Terkadang, tidak mudah bagi kita mengenali sesiapapun yang berinteraksi dengan kita. Walau kebersamaan kita hampir setiap hari. Meski sudah sekian lama kita menjalani waktu bersama. Namun untuk menyelami sebuah diri dengan karakternya yang utuh, tentu tidak mudah, bukan? Walau pun kita pernah bilang tentang seseorang, dia begini dan begitu. Dia seperti ini dan seperti itu. Padahal sebenarnya, pandangan kita sangat terbatas adanya. Oleh karena itu, ku ingin bertanya lagi tentang engkau, "Siapakah engkau wahai saudaraku?"

Sejauh ini, walau kita sudah bersaudara semenjak dulu. Sedangkan aku mengenali ragamu dan fisik yang terlihat mata. Meski aku mengenali suaramu yang terdengar telinga. Walau pun kita bersaudara, mempunyai orang tua yang sama. Akan tetapi, terdapat sejumput asing di jiwa, saat kita jumpa (lagi). Entah hari ini, atau akan selanjutnya. Dan aku berharap, kondisi ini hanya perasaanku saja. Ya, semoga tak ada yang berubah tentang kita, yaa. Mudah-mudahan aku baik-baik saja. Dan ku dapat mengenalimu dengan sebaik-baiknya. Pengenalan terbaik selayaknya saudara yang seketurunan. Sehingga kebersamaan kita menjadi semakin berwarna dalam hari-hari.

Hari esok, lusa, nanti dan nanti. Pun menjelang bereuni di surga Firdaus-Nya nanti, aamiin, kita semakin saling mengenali. Lalu bernostalgia di sana, dalam pertemuan terindah sesama saudara. Saudara yang beriman, saudara yang seiman. Semoga. Semoga. Semoga. Kita saling mengenali, aku mengenalmu dengan sangat baik, pun engkau terhadapku. Yaa, Bro! Salam persaudaraan. Salam perkenalan. Salam sayang penuh senyuman, dari belantara dunia, buatmu yang ku cinta. My Own, specially for you dear, this note created heartfully. [03Ap16]

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s