Sepuluh hari saja, menjelang hari kemenangan tiba. Ya, selanjutnya kita akan berhari raya. Raya untuk kebahagiaan tiada terkira. Karena sepanjang masa, selama usia, kita menempuhnya dengan gembira. Dalam rangka apakah kita menjalaninya?

Tiada yang tahu tentang perjalanan usia. Begitu pun jatah kita di dunia. Apakah hanya beberapa waktu lagi atau kah sudah tak ada kesempatan tersisa? Selanjutnya kita pun pulang ke kampung halaman abadi, negeri kita yang sesungguhnya. Untuk itu teman, mari kita bersiap, berjuang, memperjuangkan, segala perbekalan yang akan kita bawa ‘pulang’ tersebut. Kepulangan tiba-tiba, tanpa pernah kita tahu di mana?

Hari ini. Selagi raga sehat dan bugar. Ketika pikiran bening dan cemerlang. Saat jiwa lapang dan ringan. Kala kesempatan masih ada, waktu kita sempurna adanya. Maka, yuk mari kita bergegas. Melakukan segala yang dapat kita upaya dalam rangka mengumpulkan bekal menuju ‘pulang’ ke kampung halaman yang sesungguhnya.

Saat kita di dunia ini, sering kita mendengar istilah pulang kampung. Aktivitas yang hanya akan dialami oleh orang-orang perantau. Maka ada sesi dalam beberapa jenak waktu libur atau senggangnya untuk pulang kampung. Karena di perantauan, mereka hanya sementara saja. Karena tujuan mereka merantau mungkin untuk melanjutkan pendidikan, mencari nafkah, ikut keluarga, atau sekadar mengunjungi teman-teman dalam rangka bernostalgia. Maka mereka pun melakukan perjalanan keluar dari kampung halamannya, selama jangka waktu tertentu.

Seperti halnya akfivitas merantau dan pulang kampung di dunia ini, begitu pun yang sedang kita alami kini. Baik kita sadari ataukah tidak. Apakah kita mengerti atau tak mau tahu. Sesungguhnya, kehidupan kita di dunia ini dalam rangka merantau. Di sini kita hanya sementara, tidak akan menetap lama. Lalu, apa sajakah yang kita lakukan di dunia? Bagaimana kita memanfaatkan waktu yang terpajang sempurna? Seperti apakah kita mempersiapkan bekal menuju pulang? Dan oleh-oleh apakah yang kita kumpulkan untuk kita bawa saat pulang kampung nanti?

Ingatkah kita kawan? Bahwa apapun yang kita lakukan saat ini, merupakan cerminan keadaan kita di kampung halaman nanti. Seperti apakah kita memanfaatkan waktu, seperti itu pula balasan yang akan kita terima nanti. Apakah waktu kita sisipkan dengan kebaikan yang senantiasa bertambah? Atau malah sebaliknya? Wallahu a’lam bish shawab.

Mudah-mudahan hari ini lebih baik dari kemarin, yaa. Agar kita tergolong dalam kumpulan orang-orang beruntung. Keberuntungan berbuah bahagia, mensenyumkan dan barakah hingga akhirnya. Sehingga saat pulang kampung, keceriaan menemani langkah-langkah kita. Aamiin. [100416]

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s