Dunia anak-anak sangat menarik. Karena di dalamnya banyak percobaan, kesalahan, keberanian, kegigihan, dan kebahagiaan. Mereka sangat mudah tertawa lagi setelah menangis sedu sedan. Mereka sangat cepat memaafkan setelah mengalami penolakan. Mereka mudah baikan lagi setelah pertengkaran. Mereka senyumi semua orang walau belum berkenalan. Dan dunia mereka menjadi semakin menarik, bersama ocehan suara tanpa pernah kita mengerti bahasa mereka.

Dunia anak-anak, sungguh mengesankan. Karena apapun yang mereka temui, dapat menjadi bahan permainan. Sehingga sering mereka terlihat asyik sendiri dan sibuk menata mainan. Bahkan sekumpulan kertas bekas dan tissue pun mereka jadikan sebagai teman bermain. Begini pembuktian yang pernah ku saksikan pada suatu kesempatan. Tentang kreatifitas di dunia anak-anak.

Dunia anak-anak adalah dunia yang ku selami beberapa bulan terakhir. Dunia yang sangat ku sukai. Dunia yang mampu menderaikan tawa seketika. Atau bahkan meledakkan emosi tak terduga. Aha! Ya. Betul sekali. Terkadang mereka pun mampu menggali bagian terdalam ekspresi kita. Baik ekspresi positif maupun sebaliknya. Intinya adalah, di dunia anak-anak kita dapat mengeluarkan segala yang kita rasa. Sama seperti mereka, kalau tak senang ya mereka sampaikan langsung. Begitu pula saat mereka sangat suka maka ceria bahagia pun tampak di mata indahnya. Sungguh mengesankan.

Bersama dengan dunia anak-anak dapat memberi kita sebanyak-banyaknya inspirasi. Selagi kita mau, maka menggalinya lebih dalam dapat menjadi pilihan. Apalagi kalau di dalam dunia anak-anak yang kita bersamai, terdiri dari anak-anak yang interaktif, aktif, bahkan hiperaktif. Wuah! Bisa-bisa ramai selalu dunia ekspresi kita jadinya. Maka beruntunglah engkau yang sedang berada di dunia anak-anak saat ini, teman. Karena engkau akan teringatkan lagi dengan kisah masa kecilmu. Ya. Saat engkau masih sama dengan usia mereka. Ketika engkau sering jatuh saat berlari, meringis kala terluka. Tersandung, tersungging, tertelentang, terduduk tiba-tiba, bahkan terguling-guling di lokasi yang miring. Hahaay, sungguh asyik menyaksikan aneka peragaan alami di dunia anak-anak ini. Hihiii.

Di dunia anak-anak, sering ku tergeli, tersenyum sendiri, tak percaya, geleng-geleng kepala, bahkan seakan berada di alam mimpi. Yah! Berhubung aneka ekspresi unik ada di sini. Bermacam kejengkelan pun bertebaran di dunia mereka. Sampai iri-irian, dan yang sangat berkesan adalah ketika mencandai mereka (anak-anak). Lho! Kok bisa?😀

Suatu hari, saat usil ku kambuh, maka sasarannya adalah duo bocah unyil keponakanku. Mereka berdua adalah balita-balita comel, ngegemesin, dan pastinya mampu membuatku terhibur oleh kelakuan mereka. Pokoknya, kalau sudah sampai pada urusan usil-usilan, akan terjadi perang dunia ke-III di dunia. Padahal, memang bukan setara, kalau peperangan antara kami terjadi. Bayangkan kawan, dari segi usia saja kami sudah jauh berbeda. Termasuk hal-hal kecil lainnya. Namun mereka mampu menjadi pewarna saatku mengusili, alias imbang. Walau saat sudah tak tahan lagi, mereka akan menangis dan mengeluarkan ekspresi ‘terjelek’ menurutku. Suasana yang sebelumnya cerah – mendung – hujan deras berpetir, hingga tahap banjir bandang melanda dan puting beliung berputar-putar di udara. Tragedi melanda dunia anak-anak mereka. Ini terjadi, saat tak ada yang mau mengalah, termasuk aku yang pantang kalah. Padahal, kalah menang bukan tujuan kami. Hihii.

Sering keusilanku kambuh, sering pula mereka mengeluarkan ekspresi yang ‘jelek’ tadi. Ini terjadi, beberapa waktu ketika aku dan mereka berinteraksi tak sehat. Sampai pada suatu pagi, ada ayah dan bunda menengahi. Lalu menasihati dengan lelucon berisi nasihat untuk kami. Sebuah lirik petuah pun memekar indah melalui lisan mulia beliau, yang intinya adalah :

"Sebagai orang pandai dan tahu, maka kita mau mengendalikan diri dan mengalah dalam menghadapi sebuah situasi. Yang di dalamnya pun terselip sebuah kata ‘maradeso’ maknanya adalah, berujung baik- bisik ayah. Saat ku menanya ulang pada beliau, maksud dan arti kata ajaib tersebut."

Selanjutnya, saat keusilanku kambuh dan sampai taraf tak terelakkan, maka aku pun ingat satu kata ajaib tersebut. Sehingga, duo ponakan lucuku, tak menjadi sasaran keusilan lagi. Semoga dunia anak-anak mereka yang menyenangkan semakin menyenangkan, karena tiada keusilan lagi. Dan mereka pun bertumbuh bersama dengan subur, semakin gembur, sehat dan menjadi anak-anak cerdas yang bisa membanggakan kedua orang tuanya. Aamiin.

"Ku berjanji dengan diri sendiri, untuk tak usil lagi di dunia anak-anak, karena belajar menjadi insan yang ‘maradeso’. Hohoohoooo…"

This note created specially to Akak Illa and Nak Ira as my mini inspirator. Terima kasih sayang, untuk hari-hari yang tidak akan pernah hilang. Karena kita menghiasinya dengan kenangan demi kenangan yang gemilang. Semoga, semoga, semoga kelak saat kita berpulang, dapat menjadi pengingat bahwa kita pernah bersama mendulang harapan untuk kebahagiaan bersama. Biarlah tangisan pernah ada, namun ujungnya gembira yang kita rasa. Biarlah sempat terselip luka di hati kita, namun tak terpendam lama karena kita meluahkannya segera. Begitu pun dengan bahagia yang menyelingi waktu demi waktu yang kita hiasi dentang canda tawa. Semoga mendekatkan hati kita selalu. Meski raga tak akan selalu bertemu. Karena saat usia kita berubah, maka jalan hidup kita berbeda. Ingat yaa, untuk selalu dekat di hati, walau raga kita berjarak tak lagi sedepa. Karena kita keluarga selamanya. I will miss you, dear sister. Happy and enjoy our time, ok!? Thanks. [060416]

Lovely Smile,
-My Surya-
@BaitiJannatii

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s