Tanggal tiga belas Maret 2016. Ingin ku ulur waktu lebih panjang. Agar hari ini tak pergi meninggalkanku. Karena ia tercipta istimewa dan ku syukuri. Hari ini yang memberiku harapan-harapan lagi. Hari ini bersama mentari yang tersenyum, mengajakku tersenyum lebih indah. Walau virus flu yang bersarang di sekitar wajahku, lengket sejak kemarin. Namun alhamdulillah, masih dapat ku lalui hari ini yang indah dengan kenangan terbaik bersamanya. Syukurku, alhamdulillah, bersemi indah menjadi bagian dari sejarah.

Hari ini, masih saja. Aku ingin menarik waktu seerat-eratnya. Agar kenangan bersama hari ini dapat lebih banyak lagi, lebih erat, lebih kuat dan bertambah hebat! Hari ini yang luar biasa, menitikkan sebait asa di relung jiwa. Lalu aku bangkit dan berkata, "AHA! Walau pun sudah senja, namun aku masih ingin membersamainya. Hari ini yang penuh makna".

Ku maknai hari ini dengan seuntai syukur memenuhi ruang hati. Syukur yang membuatku tersenyum lagi dan lagi. Syukur yang semoga menambah berkah nikmat Illahi. Yakni nikmat kebersamaan dalam hari ini. Maka ku syukuri ia dengan syukur terbaik yang dapat ku lantunkan, syukur dari dalam hati, membekas pada sikap dan laku diri. Lalu sempat pula mengaliri diari, melalui jemari yang giat menari.

Lagi, lagi dan lagi. Sekali lagi saja. Aku masih ingin menguatkan pegangan ini. Agar waktu tak pergi-pergi. Supaya semakin semarak hari ini, lebih panjang lagi. Sehingga kenangan-kenangan kami terus bersemi, berseri, bersinar sepanjang hari ini-hari ini berikutnya. Meski pun mentari tak selalu menerangi bumi, secerah siang tadi untuk menemani kami. Namun cukup, waktu yang lebih hari ini memberi bukti. Bahwa kami ingin selalu seperti hari ini. Untuk menikmati hari, lebih lama lagi.

Hari ini. Ingin dan masih ingin ku perpanjang waktu. Karena ia terasa cepat berlalu. Tetiba sudah sore lagi, kami pun kembali ke dalam pintu. Untuk bersyukur dan bersujud. Memuji dan merenungi, anugerah hari ini.

Esok, ku ingin seperti hari ini, masih. Walau tak akan pernah bisa ku perpanjang waktu. Namun menjalani sesuai titah-Nya. Karena waktu pun tak berfisik raga. Maka tak bisa ku rangkul ia untuk meminta. Hanya saja, memanfaatkan waktu detik ini dengan hal berharga, menjadikan sepanjang waktu bernilai tinggi. Lalu kami tersenyum bersama, saat ia menggerakkan kami untuk selalu bersama. Menuju akhir.

Lovely Smile,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s