Ini adalah sebuah kisah. Kisah tentang secangkir susu cokelat. Lalu siapakah kawannya?

Susu cokelat. Pagi ini ia tidak sendiri (lagi). Karena sudah ada yang menemani. Temannya beberapa lembar roti gabin, yang sedang bersamanya. Ya, mereka sudah menyatu, kini. Persatuan dua sejoli karena sebuah misi. Untuk menyenangkan hati si pemberi dan mengenyangkan perut si penerima. Begini inspirasi pagi yang ingin ku bagi. Inspirasi pelega hati, penenteram jiwa dan menggugahnya agar berbagi lagi, tak hanya sekali. Agar bahagia senantiasa menemani Ya. Karena ada kebahagiaan saat memberi, ada kebahagiaan dalam berbagi.

Terimalah pemberian dengan senang hati. Karena pada saat engkau menerima, maka ada sekeping hati yang senang. Seiring dengan senyuman yang menepi di pipimu, maka senyuman di sana menebar semarak.

Pagi ini, aku menerima dengan senang hati. Secangkir susu cokelat tadi. Pemberian dari ibu yang gemar berbagi. Ibu yang suka memberi. Dan senyuman pun menepi di pipiku, beberapa saat setelah beliau berlalu, membawa senyuman pula.

Saat memberi dan atau menerima, maka di sana ada senyuman. Maka apabila engkau mau bersering-sering berteman senyuman, rajin-rajinlah memberi. Bersuka hatilah saat menerima. Agar bumi benar menjadi tempat yang nyaman untuk kita huni.

Memberi dan menerima adalah dua buah kata yang kaya makna. Sehingga mereka ada untuk menebarkan kekayaan yang mereka bawa. Kekayaan yang mengayakan sesiapapun yang bersentuhan dengan mereka. Kekayaan yang tidak akan pernah habis, namun menumbuhkan. Ya, menumbuhkembangkan benih-benih keteladanan bagi pelakunya. Engkau pun dapat membuktikannya sendiri, dan bagaimanakah kesanmu, teman?

Memberi. Tidak hanya orang yang berkelimpahan materi saja yang bisa melakukannya. Akan tetapi, memberi sangat pasti menjadi kebiasaan orang-orang yang berkelimpahan hati, kaya hatinya. Sehingga memberi baginya adalah kebahagiaan. Bersama jiwa, berteman sekeping hati. Maka, selalu saja mereka mencari-cari alasan dan cara agar dapat lebih sering memberi. Dan sering mereka memberi, walaupu. tiada seorang manusiapun yang mengetahuinya. Wah, asyikk yaa… Menjadi terkenal di dalam pandangan-Nya, meski tak dikenal di kalangan manusia.

Lagi dan lagii… kita belajar mudah memberi dan senangkan hati pemberi dengan murah menerima pemberian. []

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂🙂🙂

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s