Syafakillah Yaa Ummi

Laa Tahzan ya Ummi,
Laa Taghab ya Ummi,
Innallaaha ma’ashabiriin…
Syafakillah Ya Ummi
Baarakallahu fii umrik.

Ibu. Satu kata yang menyentuh hatiku. Seorang hamba yang menempuh jalan berliku, untuk membahagiakanku. Sekeping hati yang ku tahu, penuh dengan cinta. Pemahaman berlimpah menjadi bagian waktu-waktu beliau. Dan beliau yang paling mengerti aku, selain sesiapa pun di dunia ini. Sehingga aku semakin malu, bila tak menjadi jalan bahagianya beliau. Duhai Ibu, semoga rahmah-Nya menyertai, selalu.

Sepasang mata kecil berayun-ayun menatap langit. Tatapan yang sempat menyipit dan berkedip-kedip manja. Karena ia ingin meyakinkan, "Apakah betul awan gemawan di atas sana turut berayun juga?".

Di susulinya gerakan awan sejauh-jauhnya. Sampai ia benar-benar percaya. Bahwa bukan tatapnya yang berayun, namun gemawan yang sedang berkejaran menuju arah Timur.

Ibu bilang, "Timur adalah arah pegunungan. Di sana awan dikumpulkan, untuk selanjutnya akan berarak lagi ke arah Barat, nanti… nanti… saat musim penghujan datang."

Sedangkan aku mengangguk maklum, seraya terus memperhatikan gerakannya yang tak lagi pelan. Ya, siang tadi sangat cerah, kawan. Sehingga awan terlihat sangat rupawan. Mereka menghibur sepasang mata yang tengadah ke langit. Untuk menikmati pemandangan siang nan menawan.

***

Ibu masih selalu yang paling mengerti. Saat hapeku kehabisan pulsa, maka naluri Ibu pasti tahu. Lalu beliau membisikiku sebait penawaran, "Akankah isi ulang saja, lagi, Nak?".

Sedangkan aku terharu, menunduk malu, aku tersipu. Karena beliau begitu baik padaku. Semoga kebaikan beliau berbuah cinta yang tak pernah layu. Selalu, ibu membaikiku. Tak jemu atau ragu. Masih Ibu.

***

Malam ini juga sama. Saat ku menjelang terlelap, beliau memeriksa selimutku. "Selimutnya tipis, Nak. Pakai yang lebih lebar yaa, selimut handuk putih (seraya menaburkan di sekujur tubuhku yang sudah berbaring. Lelah). Padahal beliau sedang sakit. Syafakillah ibu. I love you. Terima kasih atas semua. []

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close