Walking and Sharing with Smiling

Selangkah lagi. Ya, melangkahlah selangkah lagi. Selangkah lagi saja, teman. Langkah yang mungkin menjadi langkah terakhirmu. Langkah yang tidak bersambung lagi. Ya, melangkahlah selangkah lagi. Untuk apa?

Melangkahlah untuk kehidupan. Melangkahlah dengan penuh keteguhan. Melangkahlah dengan semua kekuatan. Melangkahlah lagi, hanya melangkah. Cukup selangkah, saja. Tentu tidak berat, bukan?

Buktikan! Ya, silakan buktikan. Bagaimana langkahmu yang selangkah itu mampu membuatmu tersenyum. Langkah yang tidak akan pernah engkau sesali walau sekali. Langkah yang justru memberimu banyak kesempatan untuk berbagi. Langkah yang membuatmu ingin berbagi, lagi. Engkau tersenyum melakukannya. Karena ada kepuasan tersendiri yang engkau alami, dengan berbagi. Kepuasan yang tidak pernah dapat terbeli, karena ia mahal. Berbagi yang sesiapapun dapat melakukannya, karena ia mudah dan ringan. Berbagi seperti apakah?

Terkadang, tidak banyak kita menyadari. Bahkan sudah sampai saja di tujuan. Ya, kita tidak mudah menyadari, bahwa selama melangkah, sesungguhnya kita dapat berbagi. Berbagi senyuman, senyuman terbaik. Lebih baik lagi, pada langkah berikutnya. Semoga kita teringatkan. Buat apa?

Tidak perlu bertanya-tanya lagi, teman. Apa makna senyuman yang engkau bagi. Tidak usah. Karena engkau hanya perlu membuktikannya langsung. Pembuktian yang membuat engkau mau dan mau lagi membaginya. Membagi senyuman. Haiiii, senyuman seperti apakah?

Senyuman apapun yang engkau berikan, yakinkan ia berarti. Pastikan ia tak mubazir, namun berarti. Sehingga tentu saja tidak semua orang dapat kita senyumi, bukan? Namun pilih-pilih. Seperti pertemanan. Seperti memilih teman menjadi sahabat.

Ya, dalam pertemanan, kita memang tak boleh pilih-pilih. Bertemanlah dengan siapapun. Dari golongan apapun. Berdarah biru, merah, ungu bahkan hijau (kalau ada). Bertemanlah, bergaullah. Begini pesan sahabatku, padaku. Namun dalam persahabatan, tentu tidak semudah itu, teman. Karena persahabatan adalah tentang kelangsungan sejarah diri. Persahabatan adalah tentang keabadian, meski kita sudah mati. Dan persahabatan adalah tentang kehidupan yang lebih baik, penuh senyuman, gemar berbagi, dan yang jelas-persahabatan membuat kita tergerak untuk melangkah lagi. Walau selangkah (lagi). Karena di depan, sahabat menanti senyuman terbaik yang kita pamerkan padanya. Ai! Selalu saja, aku kagum padanya. Sahabat…

Lovely Smile With,
~My Surya~
@HomeSweetHome

🙂 🙂 🙂

Advertisements
Categories Paragraf-paragraf Sahaja

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ”... (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Q.S Ar-Ra’d [13] : 28)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Location Di sesudut bumi yang membentang indah, di bawah sinar mentari yang tersenyum cerah, di antara makhluk ciptaan-Nya yang mengajakku tersenyum meriah, untuk bersyukur dan bersabar menempuh perjalanan hidup di dunia yang sementara, iniiii... Hihihiii. :D Phone Dzikrullah E-mail maryasuryani@gmail.com Hours Waktu adalah ibadah. Semoga berkah setiap langkah yang menjejak dalam detik-detik waktu. Waktu yang berubah menjadi masa lalu setelah kita tinggalkan. Waktu saat ini yang semoga kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk hari esok yang lebih baik. Semangat menempuh perjalanan, kawan. Semoga selamat sampai di tujuan yang sedang menanti dengan senyuman. Ini namanya merangkai harapan, jadi, jangan tertawakan, cukup senyumi dengan menawan. Terima kasih atas pengertian, pemakluman dan pemahaman yang semoga mengajakmu tersenyum saat main-main di sini. Sekalipun ada kesedihan, tenanglah, tidak berkepanjangan. Tetap ada ya, untuk saling mengingatkan pada kebaikan dan kebenaran. Harapan : Semoga pertemuan, kebersamaan dan berjaraknya kita senantiasa dalam lindungan dan Ridha Allah subhanahu wa taala... Aamiin ya rabbalalamiin.
%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close